Pengunjung Keluhkan Pungli di Palabuhanratu

Esti Utami

Sabtu, 02 Agustus 2014 | 09:11 WIB
Pengunjung Keluhkan Pungli di Palabuhanratu
Indahnya pantai Palabuhanratu, Sukabumi (Foto: Dok. Bungaayu-Resort)

Suara.com - Wisatawan keluhkan tarif jalan kaki di kawasan objek wisata Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi juga dipungut biaya sebesar Rp3 ribu sesuai peraturan daerah nomor 14 tahun 2013.  "Masa jalan kaki saja harus bayar," kata Denisa, wisatawan asal Tengerang, Banten, Denisa, Sabtu (2/8/2014).

Adapun tarif restribusi kawasan pariwisata Palabuhanratu sesuai Perda 14 tahun 2013 selain pejalan kaki dipungut biaya Rp3 ribu, pengguna sepeda motor dikenakan tarif Rp8 ribu, mobil roda empat jenis sedan/jeep Rp20 ribu kemudian minibus Rp30 ribu, mikro bus Rp70 ribu dan bus Rp135 ribu.

Tapi tarif restribusi ini tidak mencakup biaya parkir kendaraan bermotor yang dipatok lebih tinggi dari tarif normal. Sepeda motor bisa ditarik biaya sebesar Rp10 ribu, kendaraan roda empat Rp30 ribu-Rp50 ribu.

"Belum lagi harga makanan dan minuman yang mahal, dan untuk duduk atau beristirahat juga masih harus menyewa tikar dengan harga sewa Rp15 ribu," tambah Denisa.

Pungutan liar di kawasan wisata ini, tak hanya dikeluhkan. Bahkan banyak pengunjung yang kapok datang lagi ke objek wisata yang menjadi andalan Pemerintah Kabupaten Sukabumi itu.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Asep Wahyu Nirwana Boestomi, meminta Pemkab segera menertibkan pelaku pungli tersebut, jangan sampai objek wisata Palabuhanratu jadi sarang pungli yang mengakibatkan menurunnya jumlah wisatawan yang berkunjung.

"Palabuhanratu merupakan objek wisata andalan Kabupaten Sukabumi,  maraknya pungli dan tarif restribusi yang memberatkan bisa membuat wisatawan kapok  datang ke sini," katanya.

Kepala Humas dan Infokom Badan Penyelamat Wisata Tirta Kabupaten Sukabumi, Dede Sumarna juga tak bisa menutupi kegusaranya dengan maraknya pungli yang mengatasnamakan Pemkab Sukabumi.

"Jangan sampai pemerintah mempunyai pemikiran Palabuhanratu tetap akan menjadi objek wisata andalan. Tapi yang kami rasakan jumlah wisatawan yang datang setiap tahunnya selalu turun atau tidak sepadat beberapa tahun lalu," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Puncak Kunjungan Wisatawan di TMII Diperkirakan Minggu

Puncak Kunjungan Wisatawan di TMII Diperkirakan Minggu

Lifestyle | Sabtu, 02 Agustus 2014 | 01:16 WIB

Wisatawan Hilang di Palabuhanratu Menjadi 3 Orang

Wisatawan Hilang di Palabuhanratu Menjadi 3 Orang

News | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 10:40 WIB

Libur Lebaran, Kawasan Kota Tua Dipadati Pengunjung

Libur Lebaran, Kawasan Kota Tua Dipadati Pengunjung

Lifestyle | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 03:15 WIB

Objek Wisata Telaga Sarangan Magetan Dipadati Wisatawan

Objek Wisata Telaga Sarangan Magetan Dipadati Wisatawan

Lifestyle | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 00:15 WIB

Kepadatan Kawasan Malioboro Diprediksi Hingga Akhir Pekan

Kepadatan Kawasan Malioboro Diprediksi Hingga Akhir Pekan

News | Kamis, 31 Juli 2014 | 19:43 WIB

Seorang Wisatawan Tenggelam di Palabuhanratu

Seorang Wisatawan Tenggelam di Palabuhanratu

News | Kamis, 31 Juli 2014 | 14:43 WIB

Terkini

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

News | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

News | Senin, 14 September 2026 | 10:28 WIB

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:25 WIB

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Senin, 14 September 2026 | 10:24 WIB

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

Babak Baru Skandal Biksu Mesum Thailand: Peran Besar Wanita di Video Viral Gelapkan Dana Rp114 M

Babak Baru Skandal Biksu Mesum Thailand: Peran Besar Wanita di Video Viral Gelapkan Dana Rp114 M

News | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

Apa Fungsi Utama Sampo untuk Rambut Beruban? Ini 7 Fungsinya

Apa Fungsi Utama Sampo untuk Rambut Beruban? Ini 7 Fungsinya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:10 WIB

Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji

Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 10:05 WIB

×