Sore, Sistem Satu Arah Berlaku di Jalur Puncak

Ardi Mandiri | Suara.com

Sabtu, 02 Agustus 2014 | 15:26 WIB
 Sore, Sistem Satu Arah Berlaku di Jalur Puncak
Polisi mengatur arus lalu lintas menuju kawasan wisata puncak di Gadog, Bogor, Jabar, Selasa (29/7). [Antara/Jafkhairi]

Suara.com - Polres Cianjur, Jabar, berkoordinasi dengan Polres Bogor, melakukan sistem buka tutup satu arah menuju Bogor, mulai dari Jalan Cagak-Ciloto, Puncak, Sabtu (2/8/2014) sore.

Semakin memanjangnya antrean kendaraan pemilir bercampur dengan kendaraan pendatang, membuat petugas melakukan sejumlah rekayasa arus yang melintas di Jalur Puncak-Cipanas, agar tidak kembali terjadi macet total di jalur tersebut.

Meskipun antrean kendaraan hanya terlihat di sepanjang jalur menuju Puncak, mulai dari Pertigaan Cibodan, di mana laju kendaraan tetap bergerak meskipun tersendat. Namun memasuki Jalan Cagak-Ciloto, laju kendaraan terhenti selama beberapa puluh menit.

"Untuk menghindari terjadinya macet total seperti beberapa hari terakhir, kami melakukan sistim buka satu arah menuju arah Bogor dan sebaliknya sore nanti diberlakukan satu arah menuju Cianjur mulai dari Bogor," kata Cahyadi petugas PJR Jabar di Ciloto-Puncak.

Pihaknya memperkirakan puncak arus milir yang melintas di jalur tersebut, akan terjadi malam ini hingga Minggu sore. Sehingga pihaknya mengimbau pemilir dari arah Bandung menuju Cianjur, untuk mengunakan jalur alternatif dan menghindari Jalur Cipanas-Puncak.

"Saat ini, jalur Puncak sudah tidak dapat menampung kendaraan karena volume kendaraan mulai bercampur antara pemilir dan pendatang yang hendak kembali ke kota asalnya masing-masing, ditambah dengan wisatawan yang menghabiskan libur di kawasan ini,"ungkapnya.

Akibatnya, tambah dia, antrean panjang kendaraan diperkirakan akan kembali terjadi pada sore menjelang malam, di mana ratusan kendaraan akan keluar dari tempat wisata untuk kembali menuju arah Bogor dsan seterusnya.

Sementara itu, menjelang sore ratusan kendaraan pemilir jenis roda dua terus memadati Jalur Cianjur hingga Puncak. Sebagian besar pemilir melintas berombongan, di mana rata-rata satu rombongan terdiri dari 20 sampai 30 motor.

Meningkatnya volume kendaraan pemilir yang melintas di jalur tersebut, terlihat disejumlah SPBU, parkiraan rumah makan dan sejumlah tempat peristirahatan, di mana sejumlah pemilir memilih untuk beristirahat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemprov DKI Jakarta Jangan Langsung Beri Fasilitas Bagi Pendatang Baru

Pemprov DKI Jakarta Jangan Langsung Beri Fasilitas Bagi Pendatang Baru

News | Sabtu, 02 Agustus 2014 | 14:05 WIB

 Rp945.000, Harga Termurah Tiket Pesawat Palembang-Jakarta

Rp945.000, Harga Termurah Tiket Pesawat Palembang-Jakarta

News | Sabtu, 02 Agustus 2014 | 13:15 WIB

Belum Terjadi Peningkatan Kepadatan di Simpang Jomin

Belum Terjadi Peningkatan Kepadatan di Simpang Jomin

News | Sabtu, 02 Agustus 2014 | 13:05 WIB

Arus Lalu Lintas di Puncak Normal

Arus Lalu Lintas di Puncak Normal

News | Sabtu, 02 Agustus 2014 | 13:01 WIB

Terkini

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:14 WIB

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:40 WIB

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:21 WIB

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:21 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:33 WIB

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:25 WIB