Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:25 WIB
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. (Foto dok. PDIP)
baca 10 detik
  • Megawati menegaskan bahwa Indonesia adalah milik rakyat, bukan milik segelintir pihak dalam acara di Universitas Borobudur, Jakarta.
  • Ia menolak wacana pemilihan Presiden tidak langsung serta mengkritik budaya mentalitas "asal bapak senang" di berbagai lembaga negara.
  • Megawati mengajak akademisi dan mahasiswa untuk mengawal demokrasi serta menegakkan hukum agar tetap berpihak kepada keadilan rakyat.

Suara.com - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan orasi ilmiah yang berisi pesan kuat mengenai kedaulatan rakyat dan keberlangsungan demokrasi di Indonesia.

Ia menegaskan, bahwa Indonesia adalah sebuah republik yang kepemilikannya berada di tangan seluruh rakyat, bukan milik segelintir individu.

Pesan tersebut disampaikan Megawati dalam acara pengukuhan Profesor Emeritus bidang Hukum Tata Negara bagi Prof. Dr. Arief Hidayat di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

"Lama-lama kok saya tidak tahan juga loh. Karena ini (Indonesia) bukannya milik seseorang. Republik Indonesia ini adalah milik kita semua. Bagaimana sih?" tegas Megawati di hadapan para tokoh hukum dan akademisi yang hadir dikutip Suara.com dari keterangannya, Sabtu (2/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Megawati juga menyoroti wacana pengubahan sistem pemilihan Presiden dari langsung menjadi tidak langsung.

Ia menyentil pihak-pihak yang menggunakan tingginya biaya politik sebagai alasan untuk mengutak-atik mandat reformasi tersebut.

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan pelaksanaan Pemilu perdana tahun 1955.

"Hanya karena katanya sekarang biayanya banyak (mahal). Loh, kenapa tahun 1955 bisa? Keadaannya tenang-tenang saja, rakyatnya tenang saja. Kalau sekarang dibilang biayanya besar, itu aneh bagi saya," ujarnya.

Lebih lanjut, Megawati mengungkapkan kekhawatirannya terhadap gejala penyeragaman suara di berbagai lembaga negara.

baca juga
Ilustrasi pemilu. (Foto dok. KPU)
Ilustrasi pemilu. (Foto dok. KPU)

Ia mengkritik munculnya mentalitas "asal bapak senang" atau budaya "siap komandan" yang mulai merambah ke ranah sipil dan institusi hukum. Ia menceritakan pengalamannya dalam mendidik pengawal agar tetap memiliki integritas pribadi dalam menjalankan tugas.

"Apa saya dipikir tidak tahu? Tahulah saya kalau orang selalu mengelaknya begitu (bilang suruhan komandan). Makanya kalau sama pengawal saya, 'Awas loh ya kalau kamu bilang ni suruhan Komandan. No! Siap karena kamu itu tahu apa tidak tahu," cerita Megawati.

Ia mengingatkan agar lembaga negara, termasuk DPR, tidak menjadi alat kekuasaan yang menjauh dari kepentingan rakyat.

Megawati pun memberikan apresiasi tinggi kepada Prof. Arief Hidayat yang dinilai memiliki integritas karena berani menyampaikan pendapat berbeda (dissenting opinion) dalam memutus perkara di Mahkamah Konstitusi.

Megawati mengajak kaum akademisi dan mahasiswa untuk tidak tinggal diam melihat kondisi hukum dan demokrasi saat ini.

"Jangan biarkan hukum kehilangan keberpihakannya. Saya ingin sampaikan kepada akademisi dan mahasiswa, getarkan suara hati nurani saudara untuk mengawal kebenaran dan keadilan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Penanganan Kasus Andrie Yunus, Megawati: Kok Masuknya ke Pengadilan Militer? Pusing Saya

Kritik Penanganan Kasus Andrie Yunus, Megawati: Kok Masuknya ke Pengadilan Militer? Pusing Saya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 15:19 WIB

Ganjar: Sudah Saatnya Kodifikasi Hukum Pemilu Dilakukan

Ganjar: Sudah Saatnya Kodifikasi Hukum Pemilu Dilakukan

News | Selasa, 28 April 2026 | 15:21 WIB

KPK Usul Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, Ganjar Pranowo: Bagus, Tapi Pertimbangkan Daerah Remot

KPK Usul Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, Ganjar Pranowo: Bagus, Tapi Pertimbangkan Daerah Remot

News | Selasa, 28 April 2026 | 15:17 WIB

Revisi UU Pemilu Didorong Transparan dan Segera Dibahas, DPR Soroti Jangan Ada 'Ruang Gelap'

Revisi UU Pemilu Didorong Transparan dan Segera Dibahas, DPR Soroti Jangan Ada 'Ruang Gelap'

News | Selasa, 28 April 2026 | 08:20 WIB

Sambut May Day 2026, Megawati Tegaskan Kesejahteraan Buruh Syarat Mutlak Keadilan Sosial

Sambut May Day 2026, Megawati Tegaskan Kesejahteraan Buruh Syarat Mutlak Keadilan Sosial

News | Senin, 27 April 2026 | 19:53 WIB

Terkini

Anak Krakatau dan Lewotobi Erupsi, Pemerintah Australia Ungkap Bahaya Lain yang Mengintai Turis

Anak Krakatau dan Lewotobi Erupsi, Pemerintah Australia Ungkap Bahaya Lain yang Mengintai Turis

News | Senin, 07 September 2026 | 14:23 WIB

Pertamina Eco RunFest 2026 Jadi Gerakan untuk Sehatkan Manusia dan Lingkungan

Pertamina Eco RunFest 2026 Jadi Gerakan untuk Sehatkan Manusia dan Lingkungan

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 14:22 WIB

Ancaman Bencana Kepung Jogja, DPRD Sindir Pemda: Anggaran Beli Tanah Ada, Keselamatan Warga Tak Ada

Ancaman Bencana Kepung Jogja, DPRD Sindir Pemda: Anggaran Beli Tanah Ada, Keselamatan Warga Tak Ada

Jogja | Senin, 07 September 2026 | 14:21 WIB

Praktisi Hukum Dukung Perampasan Aset Tanpa Pidana untuk Kejar Harta Koruptor

Praktisi Hukum Dukung Perampasan Aset Tanpa Pidana untuk Kejar Harta Koruptor

News | Senin, 07 September 2026 | 14:16 WIB

Purbaya Tunggu Prosedur Clear untuk Bayar Cicilan Koperasi Desa Merah Putih

Purbaya Tunggu Prosedur Clear untuk Bayar Cicilan Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 14:16 WIB

12 Arti Mimpi Ditangkap Polisi atau Dikejar Orang Menurut Primbon

12 Arti Mimpi Ditangkap Polisi atau Dikejar Orang Menurut Primbon

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 14:15 WIB

Republik Makan Siang: Keselamatan yang Tersisih demi Perut yang Kenyang

Republik Makan Siang: Keselamatan yang Tersisih demi Perut yang Kenyang

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 14:15 WIB

Bencana Datang Beruntun, Tapi Anggaran Penanggulangan Paling Rendah, Purbaya: Tak Perlu Khawatir!

Bencana Datang Beruntun, Tapi Anggaran Penanggulangan Paling Rendah, Purbaya: Tak Perlu Khawatir!

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 14:10 WIB

Indonesia Dikepung Dua Bencana Sekaligus: Anak Krakatau Meletus, Kalimantan Dikepung Karhutla

Indonesia Dikepung Dua Bencana Sekaligus: Anak Krakatau Meletus, Kalimantan Dikepung Karhutla

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 14:10 WIB

Kembangkan Bahan Bakar Pesawat Dari Minyak Jelantah, Pertamina Kenalkan Transisi Energi di IdeaFest

Kembangkan Bahan Bakar Pesawat Dari Minyak Jelantah, Pertamina Kenalkan Transisi Energi di IdeaFest

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 14:09 WIB

×