Ini Dia Pimpinan Organisasi Pengibar Bendera ISIS di Kota Bekasi

Siswanto | Suara.com

Selasa, 05 Agustus 2014 | 16:40 WIB
Ini Dia Pimpinan Organisasi Pengibar Bendera ISIS di Kota Bekasi
Diskusi bertema "Umat Beragama & Kepercayaan Menolak ISIS Demi Keutuhan NKRI", di Jakarta, awal Agustus 2014 lalu. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Organisasi Jama'ah Ansharut Tauhid yang mengibarkan bendera ISIS di Masjid Al Muhajirin, Pekayon, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, dipimpin oleh Syamsudin Uba.

"Dia orang Bekasi. Tapi aslinya darimana saya tidak tahu. Orangnya jenggotan," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Kota Bekasi, AKP Siswo, kepada suara.com, Selasa (5/8/2014), saat ditanya asal muasal pimpinan JAT tersebut.

Siswo juga mengungkapkan bahwa Syamsudin Uba dulu pernah terlibat kasus perusakan di gedung Pengadilan Negeri Kota Bekasi.

"Merusak dan mecahin kaca pengadilan negeri Bekasi. Diancurin. Kan waktu itu ditahan tiga orang," kata Siswo.

Siswo menambahkan ketika berlangsung ikrar mendukung ISIS pada Minggu (3/8/2014) pagi lalu, anggota JAT yang hadir di acara tersebut berjumlah sekitar 50 orang.

Tak lama setelah bendera dinaikkan, polisi menurunkannya kembali karena jelas-jelas organisasi ISIS dilarang berkembang di Indonesia karena tidak sesuai dengan ideologi Pancasila. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan pelarangan tersebut.

Siswo mengatakan usai aksi tersebut, polisi tidak melakukan penahanan terhadap anggota maupun pimpinan JAT.

"Sampai saat ini memang belum ada yang ditahan maupun diperiksa maupun dipanggil," katanya.

Saat ini, polisi terus memantau pergerakan JAT sekaligus mempersempit ruang pergerakan mereka.

Seperti diketahui, belum lama ini muncul video di Youtube berisi seruan kelompok ISIS agar warga Indonesia bergabung ke dalam kelompok militan tersebut.

Sejak itu, muncul beberapa aksi deklarasi mendukung ISIS di sejumlah daerah, termasuk Bekasi.

Menkopolhukam Djoko Suyanto juga sudah mengatakan bahwa Pemerintah Republik Indonesia menolak paham ISIS berkembang di Indonesia karena tidak sesuai dengan ideologi Pancasila dan kebhinekaan yang menaungi NKRI.

“Pemerintah dan negara menolak dan tidak mengizinkan paham ISIS yang akhir-akhir ini menjadi IS (Islamic State) berkembang di Indonesia karena tidak sesuai dengan ideologi Pancasila dan kebhinekaan kita di bawah NKRI,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Tifatul Tunjukkan Bukti Video ISIS yang Dihapus YouTube

Menteri Tifatul Tunjukkan Bukti Video ISIS yang Dihapus YouTube

Tekno | Selasa, 05 Agustus 2014 | 16:31 WIB

Pengibar Bendera ISIS di Kota Bekasi Ternyata JAT

Pengibar Bendera ISIS di Kota Bekasi Ternyata JAT

News | Selasa, 05 Agustus 2014 | 16:19 WIB

Polda Metro Telusuri Kelompok Pendukung ISIS di Bekasi

Polda Metro Telusuri Kelompok Pendukung ISIS di Bekasi

News | Selasa, 05 Agustus 2014 | 09:25 WIB

Terkini

ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan

ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:01 WIB

Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi

Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:52 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:49 WIB

Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan

Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:43 WIB

Fakta-fakta Pelarian Kiai Ashari Pati, Kabur ke Jakarta hingga Bogor dan Berakhir di Wonogiri

Fakta-fakta Pelarian Kiai Ashari Pati, Kabur ke Jakarta hingga Bogor dan Berakhir di Wonogiri

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:35 WIB

Teka-teki 2 PRT Benhil Lompat dari Lantai 4, Polisi Sebut Belum Temukan Tindak Kekerasan Fisik

Teka-teki 2 PRT Benhil Lompat dari Lantai 4, Polisi Sebut Belum Temukan Tindak Kekerasan Fisik

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:30 WIB

Tolak RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah, PDIP: Sama Saja Menyerahkan Nyawa Partai ke Kekuasaan

Tolak RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah, PDIP: Sama Saja Menyerahkan Nyawa Partai ke Kekuasaan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Temukan Ancaman hingga Upaya Damai, LPSK Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Pati

Temukan Ancaman hingga Upaya Damai, LPSK Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Pati

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:17 WIB

Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas

Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:11 WIB

Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM

Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:00 WIB