Spanduk Tolak Pemilu Curang Bertebaran di Bengkulu

Laban Laisila

Rabu, 06 Agustus 2014 | 16:50 WIB
Spanduk Tolak Pemilu Curang Bertebaran di Bengkulu
Aparat Kepolisian berjaga-jaga mengamankan prosesi penghitungan suara di kantor KPU, Jakarta, Senin (21/7). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Spanduk dengan tulisan "Tolak Pemilu Curang" sejak Rabu subuh bertebaran di 14 lokasi dalam Kota Bengkulu, Provisi Bengkulu, tanpa kejelasan siapa penanggung jawab pemasangannya.

"Tidak ada penanggung jawab spanduk itu. Kami sudah mendata dan berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Kota Bengkulu," kata Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kota Bengkulu Sugiharto, di Bengkulu, Rabu (6/8/2014).

Berdasarkan pendataan pihaknya, terdapat 14 lokasi pemasangan spanduk tersebut. Penyebaran ini seiring dengan sidang perdana gugatan pasangan capres cawapres nomor urut satu di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Bukan domain kami merekomendasikan bentuk pelanggaran ini karena menyangkut dengan keamanan daerah. Sebab itu, kami melaporkan jumlah yang terdata ke Polres, dan Polres Kota Bengkulu merekomendasikan spanduk tersebut untuk dicabut," kata dia.

Dari rekomendasi kepolisian, pihak Panwaslu Kota Bengkulu akan menyerahkan tahapan penertiban kepada Satuan Polisi Pamong Praja setempat.

"Kami siang ini rencananya akan menyampaikan rekomendasi dari kepolisian ke Satpol PP Kota Bengkulu, dan diharapkan sore ini spanduk tersebut tidak lagi terpasang di kota," ucapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bengkulu Darlinsyah meminta seluruh pihak untuk tidak memanaskan suasana pascapersidangan perdana perselisihan atas hasil Pemilihan Umum Presiden 2014 di MK.

"Mari kita sama-sama menaati tahapan resmi yang berlaku. Sekarang sidang di MK, kami minta di daerah ini tidak ada yang melakukan tindakan yang bisa memancing gesekan-gesekan antarsimpatisan atau pendukung," katanya.

Dia juga meminta seluruh unsur masyarakat untuk tidak terprovokasi spanduk tersebut. Masyarakat diharapkan untuk mengabaikan segala bentuk tindakan yang bisa menyebabkan konflik kepentingan pilpres.

"Saya rasa masyarakat Bengkulu sudah cerdas, dan bisa memilah bentuk-bentuk tindakan yang berbau provokasi. Kepada simpatisan peserta pemilu kami minta untuk tetap tenang, dan tidak menanggapi perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY Minta Rakyat Sabar Tunggu Hasil MK

SBY Minta Rakyat Sabar Tunggu Hasil MK

News | Rabu, 06 Agustus 2014 | 15:45 WIB

KPU Tantang Tim Prabowo-Hatta Buktikan Kecurangan

KPU Tantang Tim Prabowo-Hatta Buktikan Kecurangan

News | Rabu, 06 Agustus 2014 | 15:15 WIB

Enam Catatan Hakim MK untuk Perbaikan Gugatan Prabowo

Enam Catatan Hakim MK untuk Perbaikan Gugatan Prabowo

News | Rabu, 06 Agustus 2014 | 13:54 WIB

Ini Isi Materi Gugatan Prabowo-Hatta di MK

Ini Isi Materi Gugatan Prabowo-Hatta di MK

News | Rabu, 06 Agustus 2014 | 12:56 WIB

Terkini

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:44 WIB

×