Sindir Tim Prabowo, Pengacara KPU: Ajukan Saksi Berkualitas

Laban Laisila | Suara.com

Rabu, 06 Agustus 2014 | 18:22 WIB
Sindir Tim Prabowo, Pengacara KPU: Ajukan Saksi Berkualitas
Pengacara KPU Adnan Buyung Nasution. [Suara.com]

Suara.com - Kuasa hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU), Adnan Buyung Nasution, menilai kubu pasangan capres cawapres nomor urut satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tidak perlu menghadirkan ribuan saksi.

Adnan yang merespon rencana tim Prabowo mengajukan banyak saksi itu menyindirnya, dengan mengatakan lebih penting mengajukan saksi yang berkualitas.

"Tidak perlu ribuan (saksi), yang penting kualitas dan integritas. Pengalaman saya jadi pengacara puluhan tahun ya begitu," kata Adnan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (6/8/2014).

Calon presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto yang hadir dalam sidang perdana tersebut, mengatakan pihaknya siap menghadirkan puluhan ribu orang saksi yang menjadi korban kecurangan oleh penyelenggara pemilu pada hari pemungutan suara Pilpres 2014.

Namun, majelis hakim MK sudah menyatakan akan membatasi jumlah saksi yang dihadirkan karena MK hanya diberi waktu menyelesaikan sengketa ini hingga tanggal 21 Agustus 2014.

Majelis hakim juga menilai kualitas saksi lebih penting dalam memberi keterangan dibandingkan dengan jumlah saksi yang dihadirkan.

Secara terpisah, Tim kuasa hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Habiburokhman, menganggap pembatasan 50 jumlah saksi menurutnya tidak masuk akal.

"Kalau hanya 50 saksi itu hampir tidak masuk akal. Setidaknya dari 1000 orang baru bisa didapat gambaran utuh karena lokusnya kan tersebar jadi sebaik-baiknya kualitas saksi kan dia tidak bisa memberikan keterangan yang terjadi di tempat lain. Bukan hanya soal kualitas, tapi kebutuhan untuk membuktikan angka. Kita ingin lebih banyak saksi yang didengar," jelas Habib.

Dia juga mengatakan bahwa pihak Prabowo-Hatta telah menyiapkan lebih dari 1.200 rekaman video dari keterangan saksi yang dijadikan pihaknya sebagai alat bukti. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo-Hatta Ajukan Tiga Tuntutan ke DPR

Prabowo-Hatta Ajukan Tiga Tuntutan ke DPR

News | Rabu, 06 Agustus 2014 | 18:03 WIB

Rachmawati: Presiden Terpilih Itu Makar

Rachmawati: Presiden Terpilih Itu Makar

News | Rabu, 06 Agustus 2014 | 17:49 WIB

Ragukan Status Prabowo-Hatta, Alumni UI Minta MK Keluarkan Putusan Sela

Ragukan Status Prabowo-Hatta, Alumni UI Minta MK Keluarkan Putusan Sela

News | Rabu, 06 Agustus 2014 | 17:28 WIB

KPU Tantang Tim Prabowo-Hatta Buktikan Kecurangan

KPU Tantang Tim Prabowo-Hatta Buktikan Kecurangan

News | Rabu, 06 Agustus 2014 | 15:15 WIB

Terkini

Lapas Nyaris Meledak! Kepala BNN Usul 54 Ribu Pengguna Narkoba Direhabilitasi Ketimbang Dipenjara

Lapas Nyaris Meledak! Kepala BNN Usul 54 Ribu Pengguna Narkoba Direhabilitasi Ketimbang Dipenjara

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:56 WIB

Gebrakan Menteri HAM Natalius Pigai di DPR: Singgung Intoleran hingga Usul UU Kebebasan Beragama

Gebrakan Menteri HAM Natalius Pigai di DPR: Singgung Intoleran hingga Usul UU Kebebasan Beragama

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:38 WIB

Komnas HAM Respons Aksi Protes Buntut Kasus Andrie Yunus, Bakal Surati Presiden dan DPR

Komnas HAM Respons Aksi Protes Buntut Kasus Andrie Yunus, Bakal Surati Presiden dan DPR

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:32 WIB

Harga Kedelai di Jakarta Menggila Imbas Konflik Global, Warga Diimbau Mulai Lirik Urban Farming

Harga Kedelai di Jakarta Menggila Imbas Konflik Global, Warga Diimbau Mulai Lirik Urban Farming

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:32 WIB

Baliho 'Aku Harus Mati' Disorot, Kemenkes: Bisa Picu Pikiran Negatif Pada Orang Rentan

Baliho 'Aku Harus Mati' Disorot, Kemenkes: Bisa Picu Pikiran Negatif Pada Orang Rentan

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:29 WIB

Andrie Yunus Sampaikan 2 Pucuk Surat dari Rumah Sakit, Ini Isinya!

Andrie Yunus Sampaikan 2 Pucuk Surat dari Rumah Sakit, Ini Isinya!

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:28 WIB

Momen Siswa SMK 'Healing' ke Istana Kepresidenan, Intip Ruang Kerja Prabowo dan Belajar Aspirasi

Momen Siswa SMK 'Healing' ke Istana Kepresidenan, Intip Ruang Kerja Prabowo dan Belajar Aspirasi

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:19 WIB

Memo Rahasia: Ayatollah Mojtaba Khamenei Kritis, Koma, Dirawat di Qom

Memo Rahasia: Ayatollah Mojtaba Khamenei Kritis, Koma, Dirawat di Qom

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:17 WIB

Bukan Kritik Saiful Mujani, Pengamat UGM: Kegagalan Ekonomi Adalah Ancaman Sesungguhnya bagi Prabowo

Bukan Kritik Saiful Mujani, Pengamat UGM: Kegagalan Ekonomi Adalah Ancaman Sesungguhnya bagi Prabowo

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:12 WIB

Mahasiswa Dirikan Tenda di Komnas HAM, Soroti Lambannya Kasus Andrie Yunus

Mahasiswa Dirikan Tenda di Komnas HAM, Soroti Lambannya Kasus Andrie Yunus

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:08 WIB