Guyonan Soal Siluman dan Makhluk Halus di Mahkamah Konstitusi

Siswanto

Rabu, 13 Agustus 2014 | 23:48 WIB
Guyonan Soal Siluman dan Makhluk Halus di Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi menggelar sidang ketiga perkara perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi pihak termohon di ruang sidang pleno MK Jakarta, (11/8). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Persidangan sengketa Penghitungan Hasil Pemilihan Umum di Mahkamah Konstitusi diwarnai canda tawa, Rabu (13/8/2014) malam.

Canda tawa terjadi ketika salah satu saksi dari pihak termohon, Komisi Pemilihan Umum, yakni Ketua Divisi Teknis Penyelengaraan KPU Gowa Sulawesi Selatan, Nuzul Fitri, membantah laporan pemohon (kubu Prabowo-Hatta) bahwa ada 11.037 pemilih Siluman di kabupatennya.

"Kami ingin membantah penyataan pemohon yang menyebutkan 11.037 pemilih siluman," kata Nuzul dalam kesaksian.

Mendengar ucapan Nuzul, Hakim Konstitusi Arief Hidayat terpancing untuk menggoda.

"Berarti makhluk halus yang milih?" kata Arief Hidayat.

Sontak, peserta sidang pun tertawa.

Nuzul terlihat tersenyum, lalu menimpali godaan Arief dengan mengatakan bahwa ia tak mengetahui apakah pemohon tidak bisa membedakan Gowa dengan Gua.

"Mungkin pemohon tidak bisa membedakan Gowa dan Gua," katanya.

Kemudian Nuzul menjelaskan proses rekapitulasi Kabupaten Gowa pada 16 Juli 2014 dari 18 kecamatan dan hasilnya pasangan Jokowi-JK keluar sebagai pemenang.

Ketika mendapatkan dalil pemohon terkait pemilih siluman, kata Nuzul, pihaknya mencoba menelaah kembali dan mencocokkan dengan Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb).

"Yang 11.037 itu adalah penduduk wilayah Gowa dengan domisili Gowa. Tidak ada disebutkan pemilih siluman. Didukung C7. Tidak ada luar daerah. Sudah dimasukkan ke bukti," kata Nuzul.

Mendengar hal itu, Arief menggoda Nuzul lagi.

"Jadi cuma mau menjelaskan, makhluk halus tidak ada yang mencoblos ya. Kalau makhluk halus ikut pemilu kacau nanti," ujar Arief.

Sidang sengketa perselisihan hasil pilpres diajukan oleh kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Mereka tidak mau mengakui hasil pemilu yang telah diumumkan KPU. KPU mengumumkan bahwa pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah pemenang pilpres.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hakim Konstitusi Protes Dipanggil Ketua oleh Saksi KPU

Hakim Konstitusi Protes Dipanggil Ketua oleh Saksi KPU

News | Rabu, 13 Agustus 2014 | 23:17 WIB

PDI Perjuangan Masih Buka Lowongan Partai Lain Gabung

PDI Perjuangan Masih Buka Lowongan Partai Lain Gabung

News | Rabu, 13 Agustus 2014 | 19:06 WIB

Bawaslu Ternyata Tidak Akui Rekapitulasi Dua Distrik di Papua

Bawaslu Ternyata Tidak Akui Rekapitulasi Dua Distrik di Papua

News | Rabu, 13 Agustus 2014 | 18:58 WIB

Terkini

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:00 WIB

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:39 WIB

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:59 WIB

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:27 WIB

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:22 WIB

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:54 WIB

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:47 WIB

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

×