Kubu Prabowo-Hatta Ragukan Saksi yang Dihadirkan Jokowi-JK

Laban Laisila

Kamis, 14 Agustus 2014 | 14:24 WIB
Kubu Prabowo-Hatta Ragukan Saksi yang Dihadirkan Jokowi-JK
Pengambilan sumpah saksi saat sidang sengketa PIlpres di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (11/8/2014). [Suara.com/ Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kubu Prabowo-Hatta meragukan kesaksian dari pihak terkait, Jokowi-JK, Naftali Keiya dalam sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK), pada Kamis (14/8/2014).

Keraguan ini disampaikan Tim Kuasa Hukum, Prabowo-Hatta, Maqdir Ismail, karena saksi Naftalia yang menyatakan saksi Vincent tidak ikut hadir dalam rapat rekapitulasi suara di aula Pemda Dogiyai, Papua.

Sebab, saksi-saksi yang diperiksa kemarin, baik Vincent sendiri ataupun Ketua KPU Dogiyai Didimus Dogomo, dan Anggota KPU Papua Beatrix Wanane, mengatakan, dalam rekapitulasi itu turut hadir saksi dari pihak Prabowo-Hatta.

"Hanya dia (Naftalia) yang bilang (tidak hadir), saksi dari KPU bilang hadir. Saksi ini yang nggak benar. Beatrix (saksi KPU) pun kemarin bilang hadir," katanya disela-sela sidang PHPU Pilpres di MK, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2014).

Bahkan, Maqdir menduga saksi Naftalia mengeluarkan kesaksian beraroma dusta, atau bahkan dibayar untuk memberikan keterangan tersebut.

"Ketua KPUD (Didimus Dogomo) juga bilang hadir, 4-5 orang lawan 1 orang. Saya menduga orang ini dibayar," ujarnya.

Didalam persidangan, Naftali menyatakan kalau Vincent tidak hadir dalam proses rekapitulasi di Kabupaten Dogiyai.

Dia pun meyakinkan hakim dengan menyebut punya rekaman dari proses rekapitulasi yang mana tidak ada tampang Vincent di tempat tersebut.

"Pernyataan vincent dogomo yang hadir, kami bantah, saksi nomor 1 tidak hadir dalam pleno. Tidak pernah hadir (dalam gedung). Kami video punya. Tidak hadir," kata Naftalia.

"Mungkin dia duduk agak dibawah, atau dikolong-kolong meja?" tanya Majelis Hakim Patrialis Akbar.

"Tidak benar, karena kami kenal. Dia tidak ada," ujar Naftalia.

Patrialis juga sempat menanyakan soal peristiwa rekapitulasi di Dogiyai yang menurut dalil Prabowo-Hatta dalam berkas gugatannya, diusir oleh KPU Dogiyai.

"Masyarakat dijanjikan honor, masyarakat mengomel langsung keluar dan masyarakat kerumun," jawab Naftalia.

"Apa itu kerumun?" cecar Patrialis yang disambut singgung senyum peserta sidang.

"Berkumpul, bergerombol, berkerumun," tegas Naftalia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jubir Jokowi-JK: Jangan 'Lebay' Bersaksi di MK

Jubir Jokowi-JK: Jangan 'Lebay' Bersaksi di MK

News | Kamis, 14 Agustus 2014 | 13:56 WIB

Bawaslu Papua Minta DKPP Pecat Komisioner KPU Dogiyai

Bawaslu Papua Minta DKPP Pecat Komisioner KPU Dogiyai

News | Kamis, 14 Agustus 2014 | 13:48 WIB

Kubu Prabowo-Hatta Minta LPSK Lindungi Saksi Pilpres di MK

Kubu Prabowo-Hatta Minta LPSK Lindungi Saksi Pilpres di MK

News | Kamis, 14 Agustus 2014 | 13:30 WIB

Mengaku Diancam, Saksi Prabowo-Hatta Malah Ditegur Hakim MK

Mengaku Diancam, Saksi Prabowo-Hatta Malah Ditegur Hakim MK

News | Kamis, 14 Agustus 2014 | 13:16 WIB

Terkini

bank bjb dan UPI Bersinergi Kembangkan Pendidikan, Penelitian hingga Layanan Perbankan

bank bjb dan UPI Bersinergi Kembangkan Pendidikan, Penelitian hingga Layanan Perbankan

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 15:49 WIB

Wacana Capres Wajib Didukung Minimal 2 Parpol Bergulir, Begini Respons Puan Maharani

Wacana Capres Wajib Didukung Minimal 2 Parpol Bergulir, Begini Respons Puan Maharani

News | Selasa, 22 September 2026 | 15:47 WIB

Kode Promo Tiket.com September 2026, AdaCashback Spesial BRI

Kode Promo Tiket.com September 2026, AdaCashback Spesial BRI

Bri | Selasa, 22 September 2026 | 15:46 WIB

Esensi Teror Berdarah di Balik Manisnya Es Krim dalam Film Ice Cream Man

Esensi Teror Berdarah di Balik Manisnya Es Krim dalam Film Ice Cream Man

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 15:45 WIB

KPK Periksa 9 Saksi, Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed Meluas

KPK Periksa 9 Saksi, Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed Meluas

News | Selasa, 22 September 2026 | 15:44 WIB

Hadir di ICCE 2026, BRI Ungkap Strategi Hadapi Era AI dengan Etika dan Inovasi!

Hadir di ICCE 2026, BRI Ungkap Strategi Hadapi Era AI dengan Etika dan Inovasi!

Bri | Selasa, 22 September 2026 | 15:41 WIB

IMHAX 2026 Catat Rekor 18.693 Pengunjung dan Transaksi Rp11 Miliar

IMHAX 2026 Catat Rekor 18.693 Pengunjung dan Transaksi Rp11 Miliar

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 15:39 WIB

Reuni Usai 10 Tahun, Yoo Yeon Seok dan Seo Hyun Jin Tampil Tegang di The Perfect Lie

Reuni Usai 10 Tahun, Yoo Yeon Seok dan Seo Hyun Jin Tampil Tegang di The Perfect Lie

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 15:39 WIB

Aming Ingin Warga Rusun 609 Jadi Hiburan di Tengah Situasi Sulit

Aming Ingin Warga Rusun 609 Jadi Hiburan di Tengah Situasi Sulit

Entertainment | Selasa, 22 September 2026 | 15:38 WIB

BRI Wealth Management Tumbuh, Investasi Syariah Jadi Alternatif Lengkapi Portofolio

BRI Wealth Management Tumbuh, Investasi Syariah Jadi Alternatif Lengkapi Portofolio

Malang | Selasa, 22 September 2026 | 15:36 WIB

×