- Kebijakan bekerja dari rumah bagi ASN setiap hari Jumat sejak April membantu penghematan biaya transportasi dan makan harian.
- Dini, seorang ASN kementerian, berhasil menghemat pengeluaran pribadi sebesar Rp400 ribu per bulan berkat kebijakan WFH tersebut.
- Pekerja mengantisipasi gangguan keluarga dan distraksi rumah dengan mengisolasi diri di ruangan khusus demi menjaga produktivitas kerja.
Suara.com - Kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) setiap hari Jumat yang berlaku bagi setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak April lalu, membawa dampak signifikan terhadap pengeluaran harian. Salah satunya dirasakan oleh Dini, seorang ASN di salah satu kementerian.
Dini mengaku kebijakan ini sangat membantu dalam menekan biaya transportasi dan uang makan harian. Dalam satu hari WFH, ia bisa menghemat pengeluaran antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.
“Bisa hemat kira-kira Rp50-100 ribu sehari. Kalau digabung sebulan jadi kira-kira Rp400k ribu. Lumayan banget,” ujar Dini kepada suara.com Jumat (8/5/2026).
Trik Hindari Gangguan Keluarga
Meski bekerja dari rumah, Dini tetap berupaya menjaga profesionalitas. Untuk memberi pengertian kepada anggota keluarga di rumah, ia memilih untuk mengisolasi diri di dalam ruangan tertentu selama jam kerja berlangsung.
Langkah ini diambil agar orang tua atau anggota keluarga lainnya memahami bahwa dirinya sedang bertugas dan tidak bisa diganggu layaknya sedang berada di kantor.
“Masuk kamar atau ruangan lain yang aman sesuai jam kerja. Keluar cuma buat makan dan ke toilet. Tutup pintu kamar kalo perlu. Jadi orang tua tau kita beneran kerja,” jelasnya.
Terkait kekhawatiran jam kerja yang menjadi tidak teratur atau overwork saat WFH, Dini memiliki strategi sendiri. Ia tetap mendisiplinkan diri dengan menganggap suasana rumah sama seperti di kantor agar pekerjaan bisa selesai tepat waktu.
“Jangan terlalu banyak buang waktu untuk melakukan hal lain selain kerjaan. Anggap saja seperti di kantor. Bisa kan pulang tepat waktu,” tambah Dini.
Meski merasakan manfaat secara finansial, ia tidak menampik bahwa skema WFH ini memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait fokus saat bekerja.
Bagi ASN yang sudah berkeluarga, gangguan atau distraksi di rumah menjadi ujian utama dalam menjaga produktivitas.
“Menantang karena banyak distraksi, terutama buat yang udah berkeluarga,” pungkasnya.