James Foley Pernah Hampir Diselamatkan Pasukan Khusus AS

Liberty Jemadu

Kamis, 21 Agustus 2014 | 09:45 WIB
James Foley Pernah Hampir Diselamatkan Pasukan Khusus AS
James Foley, jurnalis AS yangdipenggal ISIS di Suriah (Reuters/Tommy Giglio).

Suara.com - Pasukan khusus Amerika Serikat pernah berusaha menyelamatkan jurnalis James Foley dan tawanan warga AS lainnya dalam sebuah operasi rahasia di Suriah. Sempat terlibat baku tembak dengan militan Negara Islam (NI), kelompok yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS, pasukan AS tidak menemukan tawanan yang mereka cari.

Misi yang diperintahkan oleh Presiden Barack Obama dan digelar dengan basis informasi intelijen AS, berlangsung pada sekitar Juli silam, demikian diungkap pejabat bidang kontraterorisme AS, Rabu (20/8/2014).

Informasi itu diungkap ke publik sehari setelah munculnya sebuah video yang menggambarkan pemenggalan Foley (40) oleh kelompok militan Negara Islam.

Lisa Monaco, salah satu staf bidang kontraterorisme Gedung Putih, tidak mengungkap kapan tepatnya operasi itu berlangsung. Tetapi dia menjelaskan bahwa pasukan khusus AS dikirim menggunakan pesawat dan helikopter, mendarat di sebuah lokasi di Suriah dan terlibat dalam baku tembak dengan NI.

Operasi yang menyebabkan tewasnya sejumlah militan itu, adalah pertempuran darat pertama antara AS dengan militan NI.

Menurut Monaco, keputusan untuk mengirim pasukan khusus ke Suriah karena menurut analisis intelijen, warga AS yang ditawan NI kian terancam.

"Pemerintah AS miliki apa yang kami yakini sebagai informasi intelijen yang cukup dan ketika ada kesempatan, presiden memerintahkan departemen pertahanan untuk bergerak secara agresif untuk menyelamatkan warga negara kita," kata Monaco.

"Sayangnya, misi itu tidak berhasil karena para tawanan tidak ada di sana," imbuh dia.

Dewan Keamanan Nasional AS, belakangan mengatakan, mereka tidak berniat untuk mengungkap operasi itu.

"Kami baru mengungkap hal ini ke publik karena beberapa media sudah bersiap menulis tentang operasi itu dan karena kami tidak punya pilihan lain, selain mengakuinya," bunyi pernyataan Dewan Keamanan Nasional AS. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pakar Linguistik Ungkap Kota Asal Militan ISIS Pemenggal Wartawan

Pakar Linguistik Ungkap Kota Asal Militan ISIS Pemenggal Wartawan

News | Rabu, 20 Agustus 2014 | 20:49 WIB

James Foley, Dua Kali Hilang di Wilayah Konflik

James Foley, Dua Kali Hilang di Wilayah Konflik

News | Rabu, 20 Agustus 2014 | 16:08 WIB

Menteri Jerman: Kelompok ISIS Dibiayai oleh Qatar

Menteri Jerman: Kelompok ISIS Dibiayai oleh Qatar

News | Rabu, 20 Agustus 2014 | 16:06 WIB

Misteri Identitas Militan ISIS Pemenggal Wartawan AS Mulai Terkuak

Misteri Identitas Militan ISIS Pemenggal Wartawan AS Mulai Terkuak

News | Rabu, 20 Agustus 2014 | 15:43 WIB

Twitter Mulai Hapus Video Berisi Pemenggalan Wartawan AS

Twitter Mulai Hapus Video Berisi Pemenggalan Wartawan AS

Tekno | Rabu, 20 Agustus 2014 | 12:13 WIB

ISIS Sebar Video Pemenggalan Wartawan AS

ISIS Sebar Video Pemenggalan Wartawan AS

News | Rabu, 20 Agustus 2014 | 08:12 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB