Polisi Bentrok dengan Massa Pendukung Prabowo

Siswanto | Suara.com

Kamis, 21 Agustus 2014 | 14:42 WIB
Polisi Bentrok dengan Massa Pendukung Prabowo
Massa pendukung Pendemo-Hatta mencoba masuk ke Jl Medan Merdeka Barat, mencoba mendekati gedung MK, Kamis (21/8). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Polisi membubarkan massa pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang konsentrasi di sekitar Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2014) sekitar jam 14.30 WIB.

Polisi anti huru hara terlihat memukul mundur massa setelah massa terus berusaha menerobos pagar kawat berduri untuk mendekati gedung Mahkamah Konstitusi.

Polisi mendorong mundur massa dengan cara menyemprotkan air dari kendaraan water canon. Polisi juga menggunakan gas air mata untuk memecah konsentrasi massa.

Selain itu, polisi juga mengeluarkan tembakan peringatan ke udara agar massa membubarkan diri.

Massa berhamburan ke arah Bundaran HI dan Kebon Sirih. Beberapa dari mereka mencoba memberikan perlawanan dengan melempar sejumlah benda ke arah petugas.

Saat ini, di gedung MK, pembacaan sidang putusan masih berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Putusan MK, Muhammadiyah dan PBNU: Tak Perlu Ada yang Marah

Putusan MK, Muhammadiyah dan PBNU: Tak Perlu Ada yang Marah

News | Kamis, 21 Agustus 2014 | 14:07 WIB

Polisi Tetap Tak Izinkan Massa Prabowo Lewati Kawat Berduri

Polisi Tetap Tak Izinkan Massa Prabowo Lewati Kawat Berduri

News | Kamis, 21 Agustus 2014 | 13:56 WIB

Nasihat untuk Jokowi dan JK Bila MK Putuskan Prabowo Kalah

Nasihat untuk Jokowi dan JK Bila MK Putuskan Prabowo Kalah

News | Kamis, 21 Agustus 2014 | 13:39 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB