Jamaah Calon Haji Mulai Padati Masjidil Haram

Achmad Sakirin | Suara.com

Kamis, 04 September 2014 | 19:15 WIB
Jamaah Calon Haji Mulai Padati Masjidil Haram
Jamaah calon haji kloter 23 dan kloter 24 asal Kabupaten Kediri. [Antara/Rudi Mulya]

Suara.com - Jamaah calon haji dari berbagai negara di dunia yang ingin melakukan shalat wajib atau tawaf (berkeliling Kabah sebanyak tujuh kali) mulai memadati Masjidil Haram di Makkah, Kamis (4/9/2014) subuh.

Pantauan Antara dari Makkah, bahwa jamaah sudah berdatangan ke Masjidil Haram sejak sebelum subuh. Ada yang ingin melakukan umrah, tawaf sunah, atau Shalat Subuh. Pergerakan mengitari Kabah tersendat saat berada di sudut Hajar Aswad.

Kondisi ini berbeda dengan seminggu sebelumnya yang masih belum padat hingga jamaah bisa mengelilingi Kabah dengan leluasa, bahkan bisa mencium Hajar Aswad di saat subuh.

Saat ini, jamaah yang melakukan tawaf mulai naik ke tempat tawaf bertingkat. Namun demikian, menjelang siang, jamaah di Masjidil Haram makin berkurang karena suasana yang mulai panas.

Kondisi Masjidil Haram yang mulai padat ini tentu harus menjadi perhatian bagi jamaah Indonesia yang akan mulai masuk Makkah pada sekitar 10 September.

Jamaah Indonesia sendiri belum memasuki Makkah. Saat ini gelombang pertama jamaah asal Indonesia baik yang lewat Madinah maupun Jeddah masih berada di Madinah untuk melakukan Shalat Sunah Arbain atau shalat 40 waktu selama delapan hari.

Mereka secara bergelombang akan mulai memasukk Makkah pada 10 September. Sementara itu gelombang kedua jamaah haji Indonesia baru akan datang pada 15 September dengan langsung ke Makkah.

"Kondisi sepuluh hari lagi akan makin padat," kata salah seorang petugas bimbingan haji, Mochtar, yang sudah delapan kali ke Makkah.

Ia mengatakan agar tidak tersesat maka jamaah haji harus memperhatikan nomer atau nama pintu masuk saat masuk Masjidil Haram agar bisa kembali ke pintu semula dan jalan keluar pun tidak salah.

Saat ini, suhu rata-rata di Makkah mencapai 30 derajat celcius dengan suhu terendah 26 derajat dan tertinggi 39 derajat.

Jumlah jamaah haji Indonesia tahun 2014 sebanyak sekitar 168.800 orang yang terdiri dari 155.200 orang haji reguler dan 13.600 orang haji khusus. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Transportasi Jamaah Haji di Mekkah Sudah Siap

Transportasi Jamaah Haji di Mekkah Sudah Siap

News | Kamis, 04 September 2014 | 04:15 WIB

Dua Calon Haji Meninggal Sebelum Berangkat ke Mekkah

Dua Calon Haji Meninggal Sebelum Berangkat ke Mekkah

News | Rabu, 03 September 2014 | 10:48 WIB

Kemenkes Minta Calon Haji Waspadai Gejala Flu

Kemenkes Minta Calon Haji Waspadai Gejala Flu

News | Senin, 01 September 2014 | 19:45 WIB

Jamaah Haji Diminta Waspadai Penyebaran Ebola

Jamaah Haji Diminta Waspadai Penyebaran Ebola

News | Sabtu, 16 Agustus 2014 | 22:06 WIB

Dua Calhaj Berusia Seabad Lebih dari Daerah Ini Siap Berangkat

Dua Calhaj Berusia Seabad Lebih dari Daerah Ini Siap Berangkat

News | Jum'at, 15 Agustus 2014 | 09:21 WIB

Terkini

Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?

Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 05:45 WIB

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 22:05 WIB

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:55 WIB

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:51 WIB

RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:47 WIB

Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas

Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:18 WIB

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:15 WIB

Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan

Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:04 WIB

Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak

Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:52 WIB