Ini Enam Cara CIA Menyiksa Tawanan Tersangka Teror

Laban Laisila

Senin, 08 September 2014 | 14:54 WIB
Ini Enam Cara CIA Menyiksa Tawanan Tersangka Teror
Logo Central Intelligence Agency (CIA)

Suara.com - Sebuah laporan dari Senator dan Anggota Kongres Amerika yang bocor ke media menyebutkan kemungkinan CIA melakukan interogasi dengan cara meyiksa tawanan tersangka pelaku teror pasca peristiwa 11 September 2001.

Lapora setebal 6.300 halaman itu juga berisi soal bagaimana CIA meminta agar sejumlah duta besar Amerika tutup mulut atas metode interogasi yang dilakukan badan intelijen negara Paman Sam itu.

Sementara menurut laporan terbaru media Inggris, Telegraph UK, yang mengutip seorang sumber di lembaga itu menyebutkan, CIA melakukan metode interogasi bukan cuma dengan metode ‘waterboarding’ saja. Tapi masih ada cara lainnya.

Berikut enam cara penyiksaan tawanan yang dilakukan CIA sepert dikutip dari news.com.au yang mendapat penjelasan dari sumber terkait:

1. Waterboarding

Teknik penyiksaan ini menimbulkan sensasi seperti tenggelam di bawah air, meski tubuh tawanan tetap kering.

Tubuh tawanan dibaringkan miring dengan kepala diposisi paling bawah dan ditutup sehelai kain. Eksekutor lantas menyiramkan air perlahan ke wajah tawanan, terutama di bagian hidung dan mulut.

Teknik itu membuat si tawanan bakal kehabisan nafas, mirip seperti tenggelam. Air yang ditumpahkan, bisa menutupi saluran udara di hidung dan mulut.

Cara lainnya berkaitan dengan air adalah menenggelamkan kepala tawanan di sebuah bak berisi air. Salah seorang aktor di balik serangan 11 September diyakini disiksa dengan cara ini.

2. Posisi stress

Ada beragam cara yang digunakan dalam metode ini. Tawanan misalnya dimasukkan dalam kotak isolasi sempit dalam waktu yang amat lama, yang sengaja dirancang agar dia memberikan informasi. Kotak itu juga bisa digulingkan atau diguncangkan.

Cara lainnya, seperti dirilis oleh sumber yang diwawancarai ABC, yakni memasung tawanan menggunakan rantai dalam posisi berdiri selama lebih dari 40 jam dengan efek samping tawanan kelelahan dan kurang tidur.

3. Mengganggu tidur

Waktu tidur dan istirahat tawanan snegaja diganggu. Dampak yang hendak dicapai adalah mengurangi fungsi kognitif tawanan, berefek pada halusinasi, sakit kepala, kehilangan memori sehingga membuat tawanan lebih rentan pada interogasi.

Salah satu contoh seperti yang dilaporkan New York Times dari seorang pejabat penjara pada 2004 lalu yakni dengan membangungkan tawanan setiap kali mulai tertidur, memindahkan tawanan berulang ulang 5-6 kali dalam semalam, Metode ini dilakukan selama 11 hari berturut turut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setelah "Ice Bucket Challenge", Muncul Tantangan Bakar Bendera ISIS

Setelah "Ice Bucket Challenge", Muncul Tantangan Bakar Bendera ISIS

Tekno | Senin, 08 September 2014 | 14:25 WIB

Jihadis ISIS Tiru Teknik Penyiksaan Tawanan dari CIA

Jihadis ISIS Tiru Teknik Penyiksaan Tawanan dari CIA

News | Senin, 08 September 2014 | 13:26 WIB

Cegah Warga Gabung ISIS, AS Rilis Video Propaganda

Cegah Warga Gabung ISIS, AS Rilis Video Propaganda

News | Senin, 08 September 2014 | 06:56 WIB

Sekjen Liga Arab dan Menlu AS Bahas Cara Hadapi ISIS

Sekjen Liga Arab dan Menlu AS Bahas Cara Hadapi ISIS

News | Senin, 08 September 2014 | 06:49 WIB

Terkini

Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia

Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Menengok Jejak Perpaduan Budaya dalam Musik Indonesia lewat Pameran Popularia

Menengok Jejak Perpaduan Budaya dalam Musik Indonesia lewat Pameran Popularia

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Pabrik Sepatu di Banten PHK Massal dan Pindah ke Jateng, UMR Jadi Alasan?

Pabrik Sepatu di Banten PHK Massal dan Pindah ke Jateng, UMR Jadi Alasan?

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Tantangan Media: Menangkap Nilai Pasar, Menjaga Demokrasi

Tantangan Media: Menangkap Nilai Pasar, Menjaga Demokrasi

Video | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Indeks CFX10 Turun Tipis 0,17%, Aset Kripto Ethereum Anjlok

Indeks CFX10 Turun Tipis 0,17%, Aset Kripto Ethereum Anjlok

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:09 WIB

Eric Bauza, Pengisi Suara Ikonik Bugs Bunny Meninggal Dunia

Eric Bauza, Pengisi Suara Ikonik Bugs Bunny Meninggal Dunia

Entertainment | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:03 WIB

'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu

'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Halmahera Hingga Batam Dilirik Bahlil Jadi Lokasi Pengembangan Pembangkit Listrik Nuklir

Halmahera Hingga Batam Dilirik Bahlil Jadi Lokasi Pengembangan Pembangkit Listrik Nuklir

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Pura-pura Beli Motor Buat Istri, Pria di Tambora Gasak PCX Showroom Demi Foya-foya

Pura-pura Beli Motor Buat Istri, Pria di Tambora Gasak PCX Showroom Demi Foya-foya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:57 WIB

×