PBB: 800 Juta Warga Dunia Masih Kelaparan

Laban Laisila | Suara.com

Rabu, 17 September 2014 | 20:45 WIB
PBB: 800 Juta Warga Dunia Masih Kelaparan
Ilustrasi nenek/perempuan tua. (Shutterstock)

Suara.com - Satu dari sembilan orang di dunia, atau lebih dari 800 juta jiwa, menderita kelaparan atau turun 100 juta dibanding satu dekade yang lalu, demikian juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan Selasa.

Kecenderungan penurunan itu menunjukkan bahwa target Millenium Develoment Goals (MDGs) untuk mengurangi setengah dari penderita kekurangan nutrisi dapat dicapai dengan komitmen politik yang besar, kata Dujarric.

Laporan yang disampaikan Dujarric itu ditulis bersama oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian (IFAD), dan Program Pangan Dunia (WFP).

Laporan tersebut menunjukkan kecenderungan positif. Jumlah penderita kelaparan di dunia turun lebih dari 100 juta dalam satu dekade terakhir dan lebih dari 200 juta sejak 1990.

"Tiongkok secara khusus berhasil menurunkan angka kelaparan sampai 138 juta jiwa. Sementara 10 negara yang mencapai prestasi paling baik dalam hal yang sama adalah Armenia, Azerbaijan, Brasil, Kuba, Georgia, Ghana, Kuwait, Saint Vincent dan Grenadines, Thailand, dan Venezuela," kata FAO dalam siaran persnya.

Sampai sejauh ini, sudah 63 negara berkembang yang mencapai target MDGs sementara enam negara lain diharapkan menyusul sebelum akhir 2015.

"Ini adalah bukti bahwa kita bisa memenangi peperangan melawan kelaparan dan dapat menginspirasi negara lain untuk berkomitmen lebih dengan bantuan komunitas internasional jika dibutuhkan," demikian laporan PBB.

Laporan PBB menyatakan bahwa akses makanan telah jauh meningkat di negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, terutama di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.

Sementara di Asia Selatan dan Amerika Latin, hanya beberapa negara dengan program perlindungan sosial yang baik yang dapat meningkatkan akses terhadap makanan. Di kawasan sub-Sahara Afrika, satu dari empat orang masih menderika kekurangan nutrisi kronis.

"Kemajuan yang lambat tercatat di beberapa negara Afrika, termasuk di antaranya Bostwana, Pantai Gading, Madagaskar, Malawi, Namibia, Uganda, Tanzania, dan Zambia. Di negara tersebut, tingkat kelaparan justru naik," kata PBB.

Kondisi yang sama juga dialami oleh sejumlah negara Asia seperti Korea Utara, Irak, Tajikistan, dan Uzbekistan. (Xinhua)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasukan Perdamaian PBB yang Disandera di Suriah Dibebaskan

Pasukan Perdamaian PBB yang Disandera di Suriah Dibebaskan

News | Kamis, 11 September 2014 | 21:04 WIB

PBB: Perlu Dana Rp6,9 Triliun untuk Perangi Wabah Ebola

PBB: Perlu Dana Rp6,9 Triliun untuk Perangi Wabah Ebola

Health | Kamis, 04 September 2014 | 15:35 WIB

DK PBB Segera Bahas Penumpasan ISIS

DK PBB Segera Bahas Penumpasan ISIS

News | Kamis, 04 September 2014 | 06:22 WIB

PBB: Kerusakan di Gaza Sangat Parah

PBB: Kerusakan di Gaza Sangat Parah

News | Rabu, 03 September 2014 | 08:43 WIB

Terkini

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:00 WIB

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:59 WIB

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB