Pengamat: Jokowi Harus Tegas Terhadap Kebijakan LCGC

Achmad Sakirin

Kamis, 18 September 2014 | 13:30 WIB
Pengamat: Jokowi Harus Tegas Terhadap Kebijakan LCGC
Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla. [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Presiden terpilih Joko Widodo diharuskan bersikap tegas terkait dengan kebijakan mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) yang merupakan warisan kebijakan dari pemerintahan sebelumnya.

Hal itu disampaikan pengamat ekonomi Universitas Maranatha Bandung, Evo S. Hariandja, Kamis (18/9/2014).

"Kalaupun ada perbedaan pendapat antara Jokowi dan Jusuf Kalla, yang memegang kendali adalah Jokowi. Kalau Jokowi memerintahkan para menterinya untuk menghentikan program LCGC, mereka harus melaksanakan," katanya.

Sejak program LCGC diluncurkan, kata dia, memang ada perbedaan sikap antara Jokowi dan JK. Sebagai Gubernur DKI Jakarta, saat itu Jokowi menolak program tersebut karena dinilai akan menambah jumlah mobil dan memperparah kemacetan di Ibu Kota.

Sementara itu, Jusuf Kalla merupakan salah satu tokoh yang mendukung program tersebut. Pada salah satu kesempatan, JK mengatakan, jangan ada diskriminasi bagi orang-orang yang baru bisa membeli mobil murah sehingga Jakarta seolah-olah hanya untuk orang kaya.

Evo mengatakan, perbedaan persepsi antara calon presiden (capres) terpilih dan calon wakil presiden terpilih, Jokowi dan JK, jangan sampai menghalangi pemerintahan yang baru nanti mengambil sikap terhadap program LCGC.

"Jokowi bisa saja mengeluarkan inpres atau keppres yang memerintahkan Menteri Perdagangan, Kepala BKPM, dan Menteri Perindustrian untuk membatalkan program tersebut," tutur pengajar Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

Evo sendiri mengaku sejak awal merupakan salah satu orang yang menolak kebijakan LCGC. Menurut dia, program itu hanya menguntungkan para pemegang merek mobil asing, tetapi tidak mengembangkan industri otomotif dalam negeri.

"Saya berani bicara begitu karena sebelumnya pernah terjun di industri otomotif. Bagi industri otomotif, Indonesia dengan 250 juta penduduk bagaikan gula yang mereka kerubuti seperti semut," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rakernas IV PDIP Kukuhkan Sikap, Dukung Pemerintahan Mendatang

Rakernas IV PDIP Kukuhkan Sikap, Dukung Pemerintahan Mendatang

News | Kamis, 18 September 2014 | 11:53 WIB

Jokowi Berencana Satukan Penelitian dalam satu Kementerian

Jokowi Berencana Satukan Penelitian dalam satu Kementerian

News | Selasa, 16 September 2014 | 22:12 WIB

Jokowi: 16 Profesional Partai Berkaitan dengan Dukungan Politik

Jokowi: 16 Profesional Partai Berkaitan dengan Dukungan Politik

News | Selasa, 16 September 2014 | 18:45 WIB

Pengamat: Postur Kabinet Jokowi Cerminan Realitas dalam Politik

Pengamat: Postur Kabinet Jokowi Cerminan Realitas dalam Politik

News | Selasa, 16 September 2014 | 16:40 WIB

Tokoh Adat Papua Minta Dilibatkan di Kabinet Jokowi-JK

Tokoh Adat Papua Minta Dilibatkan di Kabinet Jokowi-JK

News | Selasa, 16 September 2014 | 12:03 WIB

Pengamat: Kementerian Bidang Ekonomi Sebaiknya Diisi Profesional Murni

Pengamat: Kementerian Bidang Ekonomi Sebaiknya Diisi Profesional Murni

News | Selasa, 16 September 2014 | 10:43 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×