Mubarok: UU Pilkada Kekalahan Mega yang Ditimpakan ke SBY

Siswanto | Suara.com

Senin, 29 September 2014 | 08:47 WIB
Mubarok: UU Pilkada Kekalahan Mega yang Ditimpakan ke SBY
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok (tengah), [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Seandainya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersedia menemui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sebelum sidang paripurna DPR RI untuk mengesahkan UU Pilkada, akan lain cerita.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok, Senin (29/9/2014), mengatakan Partai Demokrat akan total mendukung pilkada langsung. Sayangnya, kata Mubarok, Megawati tak mau menemui SBY.

Bukan rahasia umum lagi, hubungan antara Megawati dan SBY tidak akur sejak SBY maju menjadi calon presiden di Pilpres 2004. Semenjak itu, kedua pimpinan partai tidak pernah berkomunikasi secara verbal dan Megawati selalu menghindari pertemuan fisik dengan SBY.

Mubarok mengungkapkan ketika SBY memberikan pernyataan melalui Youtube dan memilih pilkada langsung, sesungguhnya itu merupakan kode. Kode SBY sedang membuka pintu rekonsiliasi dengan Megawati.

"Kalau saja setelah itu (SBY keluarkan statement di Youtube), Ketua PDI Perjuangan mau temui Pak SBY atau Demokrat, selesai sudah, akan terjadi rekonsiliasi nasional," kata Mubarok kepada suara.com.

Hanya saja, kesempatan itu tak dimanfaatkan sebaik-baiknya. Pengurus PDI Perjuangan pun, kata Mubarok, tidak ada yang berani meminta Megawati segere menemui SBY.

"Jadi, sebenarnya ini (UU Pilkada) kegagalan Megawati yang kemudian ditimpakan ke Pak SBY. Seakan-akan SBY rampas hak politik rakyat. Seakan-akan SBY tidak konsisten," kata Mubarok.

Mubarok mengibaratkan politik seperti permainan catur.

"Ada skak ster. Nah, PDI Perjuangan itu tidak ikuti permainan catur. Akhirnya dikalahkan Koalisi Merah Putih," kata Mubarok.

Dalam rapat paripurna Jumat dini hari, opsi pilkada dikembalikan ke DPRD didukung oleh fraksi-fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih: Partai Golkar, PKS, PAN, PPP, dan Gerindra. Mereka memenangkan voting dengan jumlah 226 suara.

Sedangkan opsi pilkada langsung oleh rakyat yang didukung Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PKB, dan Partai Hanura hanya meraih dukungan 135 suara.

Sementara Fraksi Demokrat, pemilik 143 suara, memilih walk out dari sidang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY akan Bertemu Fraksi Demokrat Sikapi UU Pilkada

SBY akan Bertemu Fraksi Demokrat Sikapi UU Pilkada

News | Senin, 29 September 2014 | 08:27 WIB

KPU Diminta Kompak Gugat UU Pilkada

KPU Diminta Kompak Gugat UU Pilkada

News | Senin, 29 September 2014 | 07:04 WIB

Anggota Demokrat Pertanyakan Hak Partai Gugat UU Pilkada

Anggota Demokrat Pertanyakan Hak Partai Gugat UU Pilkada

News | Senin, 29 September 2014 | 06:40 WIB

KPUD dan Bawaslu Tak Dibutuhkan Lagi di Pilkada Lewat DPRD

KPUD dan Bawaslu Tak Dibutuhkan Lagi di Pilkada Lewat DPRD

News | Senin, 29 September 2014 | 06:15 WIB

SBY Diminta Tak Perlu Membuat Drama Lagi

SBY Diminta Tak Perlu Membuat Drama Lagi

News | Minggu, 28 September 2014 | 15:06 WIB

Terkini

Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI

Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:44 WIB

Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas

Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:35 WIB

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:18 WIB

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:07 WIB