Jimly: Mana Mungkin Ada "Impeachment"

Achmad Sakirin | Suara.com

Kamis, 09 Oktober 2014 | 15:39 WIB
Jimly: Mana Mungkin Ada "Impeachment"
Ketua KPU Husni Kamil Manik (kiri) dan Jimly Asshiddiqie. (Antara/Wahyu Putro)

Suara.com - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jimly Asshiddiqie, menegaskan wacana "impeachment" terhadap presiden terpilih Joko Widodo tidak akan terjadi pada pelantikan presiden 20 Oktober 2014 mendatang.

"Saya anggap semua kekhawatiran yang berkembang di masyarakat hanya karena dinamika pemilihan pimpinan MPR, DPR dan DPD itu tidak ada dasarnya. 'Impeachment' tidak akan terjadi," kata Jimly usai memberikan ucapan selamat kepada Ketua MPR terpilih Zulkifli Hasan, di gedung parlemen, Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Jimly meyakini upacara pelantikan presiden dan wakil presiden 20 Oktober 2014 tidak akan bermasalah. Menurut dia tidak ada orang yang dapat mengganggu agenda resmi ketatanegaraan seperti itu.

Jimly mengatakan pemakzulan memang memiliki dasar hukum, namun untuk melakukan itu butuh persyaratan yang tidak mudah, yakni terkait dukungan suara DPR dan MPR, hingga pengajuan ke Mahkamah Konstitusi yang membutuhkan pembuktian yang tidak mudah.

"Mana mungkin ada 'impeachment'. 'Impeachment’ di negeri ini lebih sulit dari di Amerika, sedangkan di Amerika baru tiga kali terjadi," ujar dia.

Jimly menegaskan, di dalam sistem presidensial yang dibangun saat ini, 'impeachment’ tidak mungkin terjadi di tengah-tengah konstelasi politik saat ini.

Sebelumnya beredar isu yang menyebut partai Koalisi Merah Putih bakal melakukan 'Impeachment’ Jokowi di balik upayanya meraih kursi pimpinan MPR RI. Namun hal itu juga telah dibantah sejumlah kader partai Koalisi Merah Putih. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yunarto Wijaya: KMP Kuat karena Tujuan Belum Tercapai

Yunarto Wijaya: KMP Kuat karena Tujuan Belum Tercapai

News | Kamis, 09 Oktober 2014 | 14:01 WIB

Menang di MPR, Edhy Prabowo: Pemilihan Itu Uji Kekompakan

Menang di MPR, Edhy Prabowo: Pemilihan Itu Uji Kekompakan

News | Rabu, 08 Oktober 2014 | 20:04 WIB

Irman Gusman: 90 Persen Anggota DPD Pilih Paket KIH

Irman Gusman: 90 Persen Anggota DPD Pilih Paket KIH

News | Rabu, 08 Oktober 2014 | 18:11 WIB

KMP Kuasai Parlemen, Dinamika Politik Dinilai Makin Tinggi

KMP Kuasai Parlemen, Dinamika Politik Dinilai Makin Tinggi

News | Rabu, 08 Oktober 2014 | 17:14 WIB

Golkar: Kami Tak Bisa Pertahankan Sikap PPP

Golkar: Kami Tak Bisa Pertahankan Sikap PPP

News | Rabu, 08 Oktober 2014 | 15:50 WIB

Irman Gusman: Suara Partai KIH Ada yang Bocor

Irman Gusman: Suara Partai KIH Ada yang Bocor

News | Rabu, 08 Oktober 2014 | 15:29 WIB

Terkini

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB