Suara.com - Seluruh posisi pimpinan alat kelengkawan dewan di DPRD Bantul, Yogyakarta, direbut oleh fraksi partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) untuk periode 2014-2019.
Anggota DPRD Bantul dari Partai Amanat Nasional (PAN) Sarinto, Kamis (9/10/2014), mengatakan posisi itu sudah ditetapkan melalui musyawarah mufakat dalam rapat paripurna, setelah sebelumnya sempat diskors beberapa waktu karena berlangsung alot.
"Dominasi pimpinan alkap dewan ini sebenarnya hal yang biasa, karena kan pemilihan pimpinan dilakukan secara musyawarah, jadi kami usulkan ini dan semuanya menyetujui," kata Sarinto.
Namun demikian, kata Sarinto, kubu KMP belum mengetahui pasti apakah dominasi pimpinan Alkap DPRD ini akan berdampak pada Pilkada Bantul 2015 atau tidak.
Anggota dewan kubu KMP akan mendorong persoalan yang tertunda segera diselesaikan, ketimbang berpikir soal Pilkada.
"Seperti APBD Perubahan, sampai saat ini itu belum disahkan. KMP akan berupaya agar bulan ini sudah bisa dilaksanakan, kan sangat mengganggu sekali karena belum sah, kami belum berpikir jauh ke Pilkada," lanjut Sarinto.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Bantul, Aryunadi mengatakan, meski partai menyayangkan dominasi KMP di pimpinan DPRD Bantul tersebut, namun pihaknya tetap menghormati keputusan yang telah diambil melalui musyawarah tersebut.
"Itu sudah keputusan dan saya tetap memberikan selamat kepada teman-teman yang terpilih memimpin. Ke depan, anggota dewan dari PDI Perjuangan diharap tetap menjalankan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) sebagai anggota dewan sebaik-baiknya," katanya.
Menurut dia, kondisi yang ada di DPRD dengan dominasi pimpinan dari KMP tidak akan mengubah peta Pilkada 2015, karena PDI Perjuangan tetap mempersiapkan pelaksanaan Pilkada secara langsung seperti yang telah direncanakan semula. (Antara)