Surat Terbuka untuk Jokowi Jelang Rilis Kabinet

Siswanto | Suara.com

Minggu, 26 Oktober 2014 | 13:31 WIB
Surat Terbuka untuk Jokowi Jelang Rilis Kabinet
Penyusunan Kabinet Jokowi-JK

Suara.com - Proses penunjukan menteri berlangsung sangat ketat. Presiden Joko Widodo ingin mewujudkan kabinet yang bersih dan mampu bekerja selama lima tahun mendatang.

Sejumlah nama telah dimunculkan ke publik dan bahkan dipanggil untuk berbicara secara langsung dengan Presiden. Nama-nama dari kalangan akademisi dengan kriteria profesional, memiliki visi yang jelas dan rekam jejak baik telah memberikan harapan dan optimisme bahwa kabinet ini akan mampu bekerja dengan baik.

Menjelang pengumuman kabinet yang rencananya dilaksanakan hari ini, Minggu (26/10/2014), muncul surat terbuka dari komunitas Masyarakat Sipil. Komunitas ini terdiri dari YLBHI, ICW, Perludem, TI Indonesia, AJI Jakarta, dan Puskapol FISIP UI.

Mereka ingin mengingatkan Jokowi bahwa masyarakat memiliki harapan yang sangat tinggi kepada pemerintah periode mendatang. Masyarakat Sipil mendukung Jokowi untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Berikut isi surat tersebut

SURAT TERBUKA

Kepada Yth.

Bapak Joko Widodo

Presiden Republik Indonesia

Di Jakarta

Hormat kami,

Sehubungan dengan pembentukan kabinet 2014-2019, kami Masyarakat Sipil ingin menyampaikan beberapa hal :

1. Pascapelantikan anda, ekspektasi masyarakat sangat tinggi guna mengubah carut marut kondisi pembangunan disektor ekonomi, social, politik, dan hukum. Ini ditandai dengan besarnya partisipasi rakyat untuk memilih anda dan begitu meriahnya penyambutan rakyat;

2. Bahwa guna merealisiasikan janji anda saat kampanye dan pidato pertama pelantikan di DPR-RI, maka sangat dibutuhkan orang-orang yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas yang sesuai (the right man in the right place) agar pelaksanaan visi dan misi anda yang dijalankan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah yang berkerakyatan, berkeadilan, tepat sasaran, dan berlandaskan realitas lapangan;

3. Bahwa komposisi kabinet yang santer beredar saat ini (paling tidak hingga minggu pagi ini) menampilkan bayangan kesuraman pembangunan bukan harapan sebagaimana diinginkan rakyat. Banyak para calon pembantu anda terindikasi pelanggaran HAM (masa lalu, dan terindikasi dugaan korupsi). Apabila dipaksanakan juga, maka Visi dan Misi anda sulit teralisir dan menjadi beban komunal kabinet Jokowi-JK ke depan.

Kami mengakui sudah ada beberapa calon yang kredibel yang menempati posisinya tapi lebih banyak postur cabinet diisi oleh orang yang tidak mempunyai kapabilitas dan kapasitas. Bahkan representasi partai pendukung lebih kental suasana kebatinannya jika dibandingkan dengan profesional sebagaimana yang pernah anda janjikan;

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Ungkap Alasannya Kepincut Susi Pudjiastuti

Jokowi Ungkap Alasannya Kepincut Susi Pudjiastuti

News | Senin, 03 November 2014 | 05:43 WIB

Penggabungan Kemenhut dan KLH Dinilai Kurang Tepat

Penggabungan Kemenhut dan KLH Dinilai Kurang Tepat

News | Minggu, 26 Oktober 2014 | 12:32 WIB

Kekhawatiran Bila Kabinet Diumumkan di Luar Istana

Kekhawatiran Bila Kabinet Diumumkan di Luar Istana

News | Jum'at, 24 Oktober 2014 | 13:53 WIB

Terkini

Musim Kemarau Sudah Datang, Tapi Kok Masih Hujan? Ini Penjelasan BMKG

Musim Kemarau Sudah Datang, Tapi Kok Masih Hujan? Ini Penjelasan BMKG

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:10 WIB

Darurat Kekerasan di Daycare, HNW Desak Negara Hadir dan Tindak Tegas Pelaku

Darurat Kekerasan di Daycare, HNW Desak Negara Hadir dan Tindak Tegas Pelaku

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:07 WIB

Kabar Duka dari Tanah Suci: Calon Haji Asal Bengkulu Wafat Usai Beribadah di Masjid Nabawi

Kabar Duka dari Tanah Suci: Calon Haji Asal Bengkulu Wafat Usai Beribadah di Masjid Nabawi

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:03 WIB

101 Terduga Perusuh May Day Dipulangkan, Polda Metro Jaya Kini Buru Aktor Intelektual dan Pendana

101 Terduga Perusuh May Day Dipulangkan, Polda Metro Jaya Kini Buru Aktor Intelektual dan Pendana

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:29 WIB

Kedok Pekerja Migran, Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 42 Calon Haji Ilegal di Bandara Soetta

Kedok Pekerja Migran, Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 42 Calon Haji Ilegal di Bandara Soetta

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17 WIB

Irma Suryani Ingatkan DPR Tak Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan

Irma Suryani Ingatkan DPR Tak Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:35 WIB

Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz

Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:57 WIB

Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah

Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:52 WIB

Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun

Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:45 WIB

Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk

Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:32 WIB