Pejabat Kepergok Borong Mayat dari Pencuri Makam

Ruben Setiawan

Senin, 03 November 2014 | 15:36 WIB
Pejabat Kepergok Borong Mayat dari Pencuri Makam

Pihak berwenang menahan dua orang pejabat di Provinsi Guangdong yang dituduh membeli mayat dari pencuri makam. Perbuatan itu mereka lakukan demi memenuhi kuota kremasi jenazah bulanan.

Selama ini, rakyat Cina terbiasa mempraktikan tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun, yakni mengebumikan kerabat mereka dalam makam. Namun, baru-baru ini, pemerintah Cina mengharuskan warganya mengkremasi jenazah kerabat mereka yang meninggal dunia. Tujuannya, menghemat lahan untuk kuburan sehingga makin banyak lahan bagi pertanian dan pembangunan.

Terbongkarnya kasus ini berawal dari laporan seorang warga di Beiliu, Guangxi, yang mengaku jenazah kakeknya dicuri dari dalam makam bulan Juni lalu. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap seorang perampok makam bernama Zhong pada bulan Juli.

Kepada polisi, Zhong mengaku telah mencuri lebih dari 20 jenazah dari beberapa pekuburan di sejumlah desa pada malam hari. Zhong biasa memasukkan jenazah curiannya ke dalam tas lalu membawanya ke Provinsi Guangdong.

Zhong dituduh menjual jenazah-jenazah tersebut ke dua orang pejabat di provinsi tersebut. He dan Dong, kedua pejabat yang bertanggung jawab menerapkan reformasi manajemen pemakaman itu pun akhirnya ditangkap pekan lalu.

Keduanya mengaku nekat melakukan hal itu demi memenuhi kuota jumlah jenazah yang dikremasi berdasarkan peraturan pemerintah yang baru. Dong mengaku membayar 3.000 Yuan setiap satu dari 10 mayat yang ia beli, sementara He mengaku merogoh kocek 1.500 Yuan per mayat.

Kebijakan baru pemerintah ini membuat banyak orang geram, terutama mereka yang tinggal di kawasan pedesaan. Pasalnya, menurut kepercayaan tradisional, jenazah orang yang meninggal dunia harus dipertahankan tetap utuh agar arwahnya tenang.

Sebelumnya, ramai diberitakan soal warga Cina yang nekat bunuh diri sebelum tanggal diberlakukannya peraturan baru tersebut supaya tidak perlu dikremasi. Ada pula laporan soal keluarga yang memakamkan jenazah kerabatnya secara diam-diam agar tidak diketahui pemerintah. (BBC)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×