Desmon Anggap Menkopolhukam Tak Paham UU

Siswanto | Bagus Santosa | Suara.com

Rabu, 26 November 2014 | 11:52 WIB
Desmon Anggap Menkopolhukam Tak Paham UU
Ketua DPP Partai Gerindra Desmon J Mahesa (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Instruksi Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Tedjo Edhi Purdijatno kepada Polri agar tak mengeluarkan izin acara Munas IX Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, pada 30 November - 3 Desember 2014 di Bali berbuntut panjang. Ia dikecam banyak politisi, terutama pendukung Aburizal Bakrie.

Bahkan, Ketua DPP Partai Gerindra Desmon J Mahesa menganggap tindakan Tedjo tersebut menunjukkan bahwa dia tidak memahami undang-undang.

"Menkopolhukam nggak ngerti undang-undang. Yang kedua, pelarangan perizinan ada intervensi pemerintah terhadap parpol," kata Desmon di DPR, Jakarta, Rabu (26/11/2014).

"Kalau dia ngerti undang-undang tidak perlu ada perizinan cukup pemberitahuan, pelajari saja..ini kan parpol yang sah, dalam perundang-undangan kita bukan izin, tapi pemberitahuan, seorang Menkopolhukam tidak punya kepahaman hukum," Desmon menambahkan.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad menduga ada motif politik di balik instruksi Tedjo.

"Saya menyayangkan sikap seorang negarawan, harus membuatstatement politik, padahal fakta di lapangan tidak demikian, saya diberi instruksi dari ketum mengurus di Bali. Kapolda bilang kondusif, kami dapat izin dari Kapolri. Sebagian besar temen-teman menilai ini politis karena Menkopolhukam dari Nasdem, Nasdem kita tahu semua, dari pecahan Golkar, ini ada permainan politik," kata Fadel di DPR.

Fadel menolak alasan Menkopolhukam memberi instruksi kepada Polri agar tak mengeluarkan izin pelaksanaan munas karena acara tersebut berpotensi rusuh.

Seperti diketahui, Rapat Pleno Partai Golkar yang berlangsung di kantor DPP, Selasa (25/11/2014) sore, diwarnai bentrok fisik antara kelompok yang menginginkan munas diselenggarakan di Jakarta pada Januari 2015 dan munas digelar di Bali.

Gara-gara bentrokan itu kemudian Menkopolhukam meminta Polri untuk tidak mengeluarkan izin penyelenggaraan munas di Bali.

“Meminta jajaran Polri tidak mengeluarkan izin penyelenggaraan Munas ke IX Partai Golkar tanggal 30 November sampai 3 Desember 2014 di Bali,” kata Tedjo.

Tedjo khawatir kalau sampai pecah bentrok di Bali akan merugikan citra wisata Indonesia.

“Dengan kader yang hadir lebih banyak, potensi konflik akan lebih besar sehingga membuat citra bangsa Indonesia akan buruk di mata dunia internasional. Hal tersebut akan membuat negara-negara di dunia mengeluarkan travel warning bagi WN nya yang akan berlibur di Bali. Sehingga akan merugikan sektor kepariwisataan di Indonesia,” kata Tedjo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fadel Muhammad Sebut Tedjo Menteri Partai Nasdem

Fadel Muhammad Sebut Tedjo Menteri Partai Nasdem

News | Rabu, 26 November 2014 | 11:41 WIB

Polda Bali Siapkan Pengamanan Munas Golkar

Polda Bali Siapkan Pengamanan Munas Golkar

News | Rabu, 26 November 2014 | 11:22 WIB

Demi Golkar, ARB dan Agung Laksono Harus Rembugan

Demi Golkar, ARB dan Agung Laksono Harus Rembugan

News | Rabu, 26 November 2014 | 11:22 WIB

Terkini

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:00 WIB

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:59 WIB

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB