Menpan RB Minta PNS Batam Tidak Galak

Ardi Mandiri | Suara.com

Sabtu, 29 November 2014 | 03:05 WIB
Menpan RB Minta PNS Batam Tidak Galak
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan) Yuddy Chrisnandi, saat mendatangi Gedung KPK, Rabu (5/11/2014), guna menyampaikan LHKPN-nya. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengingatkan Pegawai Negeri Sipil Kota Batam Kepulauan Riau untuk bersikap ramah kepada seluruh masyarakat, wisatawan dalam dan luar negeri serta penanam modal.

"Pastikan birokrasi di Batam Kepri betul-betul ramah tanpa memilah kewaspadaan," kata Menteri di Batam, Jumat (28/11/2014).

Batam sebagai garda terdepan nusantara dan pintu gerbang masuk ke Indonesia sehingga birokratnya harus menunjukkan sikap ramah kepada siapa pun yang datang, wisatawan maupun penanam modal.

Secara lebih spesifik, Menteri juga mengingatkan PNS yang berdinas di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Izin Terpadu untuk memberikan kemudahan kepada pengusaha yang hendak menanamkan modal.

"Pastikan nyaman," kata dia.

Ia meminta PNS untuk belajar dari pelayanan perizinan investasi di Vietnam dan Tiongkok yang memberikan jasa terbaik kepada penanam modal.

Tegas hotel Pada kesempatan itu, Menteri juga dengan tegas menolak permintaan pejabat Pemerintah Provinsi dan DPRD Kepri tentang larangan PNS rapat di hotel.

"Hotel bukan penampung APBN. Kebijakan itu secara umum melarang selama di satu wilayah masih ada gedung yang dipakai," kata dia.

Meski begitu Menteri memahami kondisi geografis dan geologis Kepri yang istimewa, terdiri dari ribuan pulau dan tidak semua pulau memiliki tempat pertemuan pemerintah yang memadai.

Jika pun harus melaksanakan kegiatan di hotel, dia mengatakan, masing-masing pemerintah daerah harus bisa meyakinkan bahwa penyelenggaraan di hotel lebih efisien dibanding di gedung milik pemerintah.

"Karena kalau menyeberang ada risiko dan lain-lain," kata dia.

Di tempat yang sama Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepri Puji Astuti berharap pemerintah pusat membuat pengecualian kegiatan PNS di hotel, terutama di lembaga yang dipimpinnya.

"Karena kegiatan kami banyak sosialisasi yang dihadiri ibu-ibu. Kalau kegiatannya dilaksanakan di hotel, ibu-ibu lebih semangat," kata dia.

Kondisi geografis Kepri yang terdiri dari pulau-pulau kecil juga dijadikan alasan untuk melaksanakan kegiatan di hotel, agar peserta sosialisasi tidak harus pergi jauh ke kantor pemerintahan yang berada di pulau lain. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenpan Siapkan Payung Hukum Dua Instansi Baru

Kemenpan Siapkan Payung Hukum Dua Instansi Baru

News | Minggu, 23 November 2014 | 18:36 WIB

Menpan: Batasi Rapat di Luar Kantor

Menpan: Batasi Rapat di Luar Kantor

News | Senin, 17 November 2014 | 17:16 WIB

Berapa Harta Kekayaan Menpan RB Yuddy Chrisnandi?

Berapa Harta Kekayaan Menpan RB Yuddy Chrisnandi?

News | Rabu, 05 November 2014 | 15:35 WIB

Terkini

Galian PAM Jaya di Condet Jadi Biang Kerok Kecelakaan! Dirut Janji Percepat Pengerjaan Usai Viral

Galian PAM Jaya di Condet Jadi Biang Kerok Kecelakaan! Dirut Janji Percepat Pengerjaan Usai Viral

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:23 WIB

Apa Itu Amandemen ke-25? Didorong untuk Lengserkan Trump Pasca Kekalahan AS dari Iran

Apa Itu Amandemen ke-25? Didorong untuk Lengserkan Trump Pasca Kekalahan AS dari Iran

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:21 WIB

Iran Menang Besar! Netanyahu Diserang dari Dalam, Trump Mau Dilengserkan

Iran Menang Besar! Netanyahu Diserang dari Dalam, Trump Mau Dilengserkan

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:05 WIB

Netanyahu Tolak Hentikan Perang: Tangan Kami Masih Menempel di Pelatuk!

Netanyahu Tolak Hentikan Perang: Tangan Kami Masih Menempel di Pelatuk!

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:42 WIB

Petaka Goreng Kentang: Pemilik Ketiduran, Warteg di Fatmawati Ludes Diamuk Api!

Petaka Goreng Kentang: Pemilik Ketiduran, Warteg di Fatmawati Ludes Diamuk Api!

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:32 WIB

Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang, Iran Bakal Balas Dendam?

Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang, Iran Bakal Balas Dendam?

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:28 WIB

Bongkar Tipu-tipu Proyek Kemensos, Gus Ipul: Tak Perlu Lobi Pejabat, Silakan Berkompetisi!

Bongkar Tipu-tipu Proyek Kemensos, Gus Ipul: Tak Perlu Lobi Pejabat, Silakan Berkompetisi!

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:19 WIB

Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel

Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:09 WIB

Respons Istana soal Desakan TGPF Kasus Andrie Yunus: Masih Dikaji, Klaim Proses Sudah Transparan

Respons Istana soal Desakan TGPF Kasus Andrie Yunus: Masih Dikaji, Klaim Proses Sudah Transparan

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:06 WIB

Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!

Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:01 WIB