DPP Golkar Versi Munas Jakarta Tutup Peluang Islah

Kamis, 11 Desember 2014 | 12:42 WIB
DPP Golkar Versi Munas Jakarta Tutup Peluang Islah
Agung Laksono, Ketum Golkar di Munas Jakarta, (8/12). (Suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Suara.com - Ketua DPP Golkar versi Munas Jakarta Leo Nababan menyebut tidak akan menempuh jalur islah antara Golkar versi Musyawarah Nasional (Munas) Jakarta yang dipimpin Agung Laksono dengan Golkar versi Munas Bali yang dipimpin Aburizal Bakrie (Ical).

"Islah tidak mungkin, tidak bisa terjadi lagi," kata Leo dihubungi wartawan, Jakarta, Kamis (11/12/2014).

Hal itu dikatakan Leo menanggapi hasil pertemuan antara Ketua Harian Golkar versi Munas Bali, MS Hidayat dengan Sekretaris Jenderal Golkar versi Munas Jakarta, Zainuddin Amali dan Wakil Ketua Umum Golkar versi Munas Jakarta, Yorrys Raweyai.

Leo mengatakan, ketidakmungkinan islah antara dua kubu karena ada beberapa hal. Pertama, karena Munas Jakarta dijalankan sesuai doktrin Golkar. Yaitu, sesuai dengan sejarah Golkar yang dibentuk TNI AD dan ormas pendiri, dan Golkar selalu harus mendukung pemerintah yang sah.

"Maka kami mendukung Jokowi-JK. Apalagi Pak JK mantan ketum kami," kata Leo.

Kemudian, sambung Leo, adanya perbedaan yang prinsipil dan substantif. Salah satunya tentang Pilkada langsung dan tidak langsung. Bahkan, Golkar versi Jakarta mengubah Tagline golkar menjadi 'suara rakyat suara Golkar' yang tadinya 'suara Golkar suara rakyat'.

"Karena itu, upaya MS Hidayat kemarin saya rasa sia-sia karena prinsip yang berbeda," tegasnya.

Dia juga menyinggung soal pelaksanaan Munas kubu Aburizal Bakrie (Ical) yang dilakukan di Bali. Menurutnya, Munas di Bali ini adalah Munas ilegal. Dia pun berharap, Kementerian Hukum dan HAM tidak melegalkannya dan memutuskan hasil Munas di Jakarta sebagai yang sah.

"Munas Jakarta adalah yang taat azas, Munas yang di Bali itu ilegal," kata Leo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI