Tuntaskan Kasus Munir, Kontras akan Menyurati Komisi I DPR

Achmad Sakirin, Dwi Bowo Raharjo

Minggu, 14 Desember 2014 | 16:07 WIB
Tuntaskan Kasus Munir, Kontras akan Menyurati Komisi I DPR
Kontras menggelar konferensi pers terkait penanganan pelanggaran HAM, Minggu (14/12). [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyatakan akan mengirimkan surat kepada Komisi I DPR pekan depan terkait penyiksaan sejumlah orang dan belum tuntasnya misteri pembunuh Munir.

"Dalam waktu dekat, minggu-minggu besok kita akan menyurati DPR, meminta DPR untuk melakukan sejumlah hal, soal laporan intelijen orang penyiksaan, dan soal Munir juga kita akan menyurati ke DPR," ucap koordinator Kontras Haris Azhar usai diskusi bertemakan "HAM Hari Ini Siapa yang Bertanggung Jawab” di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (14/12/2014).

Haris menegaskan, pihaknya meminta DPR untuk segera mendesak pihak Kepolisian dan pengadilan untuk mencari dalang-dalang dibalik pelanggar HAM itu

"Kita meminta DPR untuk mendorong adanya tim evaluasi terhadap tiga institusi, Kepolisian, Kejaksan dan Pengadilan (hal itu) dalam rangka menangani kasus Munir," jelas Haris.

Terpidana kasus pembunuhan Munir yang merupakan Pilot Garuda Pollycarpus, telah divonis oleh pengadilan dalam kasus pembunuhan Munir, namun kini statusnya bebas dengan menerima pembebasan bersyarat.

Sementara kalangan aktivis HAM, termasuk KontraS menyebutkan ada orang lain yang dianggap paling bertanggung jawab. Salah satunya Hendropriyono yang saat Munir terbunuh tahun 2004, dia menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lewat Petisi Online, Istri Munir Sampaikan Harapan kepada Jokowi

Lewat Petisi Online, Istri Munir Sampaikan Harapan kepada Jokowi

News | Rabu, 10 September 2014 | 11:24 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×