Inilah Sang Doktor "Otak" Penyiksaan Brutal Ala CIA

Ruben Setiawan

Minggu, 14 Desember 2014 | 16:58 WIB
Inilah Sang Doktor "Otak" Penyiksaan Brutal Ala CIA
Lobi markas besar CIA di McLean, Virginia, AS. (Reuters/Larry Downing)

Suara.com - Central Intelligence Agency (CIA), salah satu badan intelijen Amerika Serikat (AS) baru-baru ini jadi sorotan menyusul terbongkarnya program interogasi brutal yang mereka lakukan terhadap tawanan teroris. Dr James Mitchell, satu dari dua pakar psikologi yang disebut-sebut ditugasi merancang program tersebut, membongkar satu-persatu metode penyiksaan tawanan yang seharusnya dirahasiakan.

Mitchell merupakan seorang psikolog yang bertugas di Angkatan Udara AS. Kepada Vice, Mitchel mengungkap sepuluh teknik andalan yang biasa dipakai CIA untuk mengorek keterangan dari tawanan kasus terorisme, seperti tersangka serangan teroris 11 September 2001, Khalid Sheikh Mohammed dan Abu Zubaydah, seorang fasilitator al-Qaeda yang menjadi objek penyiksaan dengan cara ditenggelamkan alias waterboarding sebanyak 83 kali dalam satu bulan.

Sebenarnya, Mitchell telah menandatangani perjanjian untuk menjaga rahasia. Dengan perjanjian itu, dia tidak diperkenankan mengakui bahwa dia adalah satu dari dua psikolog yang ditugasi merancang progam Enhanced Interrogation Tactics (EIT) bagi CIA. Namun, ia memilih angkat bicara dan mengungkap pandangannya terkait teknik mengorek informasi tersebut.

Mitchell adalah pakar program Survival Evasion Resistance Escape (SERE) dari Angkatan Udara yang melatih personelnya untuk tidak memberikan informasi intelijen kepada musuh. Banyak pihak meyakini, SERE dimodifikasi sedemikian rupa untuk menjadi program EIT.

Ketika dimintai pendapat soal metode snowboarding alias penenggelaman tahanan, Mitchell melihatnya bukan sebagai bentuk penyiksaan.

"Saya merasa itu bukan hal yang benar untuk dilakukan, tetapi bukan pula hal yang salah untuk dilakukan," kata Mitchell.

"Saya rasa Anda bisa melakukannya sebagai penyiksaan, saya rasa Anda bisa melakukannya sebagai latihan, saya rasa Anda bisa melakukannya untuk membantu seseorang menentukan prioritas mereka sehingga tidak perlu mengalami penyiksaan berkepanjangan," lanjut Mitchell.

"Itu ibarat peralatan yang ada di dalam sebuah tas perkakas. Anda bisa menggunakannya secara terbatas, namun bisa pula Anda memakainya secara maksimal," ujar lelaki yang berambut putih itu.

Mitchell menyadari, taktik interogasi tersebut tentu mengundang banyak perdebatan.

"Saya paham betul bahwa menganiaya KSM (Khalid Sheikh Mohammed) adalah hal yang buruk, namun meluncurkan sebuah rudal ke arah keluarga yang sedang piknik dan membunuh semua anak, nenek dan semuanya itu tidak apa-apa, untuk berbagai alasan. Salah satu alasannya adalah bagaimana dengan hilangnya banyak nyawa, sementara alasan lainnya, jika Anda membunuhnya (tawanan), Anda tidak bisa mengorek informasi dari mereka," katanya.

Terkait laporan yang menyebutkan dirinya adalah otak dari program EIT, Mitchell memberi kebebasan pada publik untuk memberikan penilaian. Nama Dr. Mitchell pertama kali dikait-kaitkan dengan program EIT pada tahun 2005. Selama ini, advokat hak asasi manusia dan komite kongres berupaya menyeretnya ke meja hijau.

Salah satunya adalah Joseph Marguiles, pengacara Abu Zubaydah, yang membuat petisi kepada Dewan Psikolog Negara Bagian Texas untuk mendesak pencabutan izin praktiknya. Alasannya, Dr. Mitchell telah melanggar kode etik profesinya.

Zubaydah adalah satu-satunya tawanan kasus terorisme yang mengalami sepuluh metode penyiksaan CIA. Adalah Dr. Mitchell yang diduga merancang kesepuluh metode tersebut.

"Ia terlibat dalam penyiksaan dan harus ada konsekuensinya... apa yang ia lakukan adalah salah dan sesuatu yang seharusnya tidak boleh dilakukan psikolog manapun. Jelas sekali ia harus bertanggungjawab," kata Marguiles. (News)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Eks Pejabat FBI dan CIA Wanti-wanti Sesuatu Lebih Buruk Bisa Terjadi di Piala Dunia 2026

Eks Pejabat FBI dan CIA Wanti-wanti Sesuatu Lebih Buruk Bisa Terjadi di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 11 Mei 2026 | 10:53 WIB

Trump Sempat Mau Pencet Tombol Senjata Nuklir, Tapi Dihalangi Jenderal Caine

Trump Sempat Mau Pencet Tombol Senjata Nuklir, Tapi Dihalangi Jenderal Caine

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:26 WIB

Apa Itu Ghost Murmur? Teknologi Baru yang Digunakan CIA untuk Temukan Pilot AS di Iran

Apa Itu Ghost Murmur? Teknologi Baru yang Digunakan CIA untuk Temukan Pilot AS di Iran

News | Rabu, 08 April 2026 | 11:04 WIB

Billy Corgan 'The Smashing Pumpkins' Menduga Musik Rock Sengaja Diredam CIA

Billy Corgan 'The Smashing Pumpkins' Menduga Musik Rock Sengaja Diredam CIA

Entertainment | Senin, 06 April 2026 | 15:05 WIB

Operasi Penyelamatan Pilot F-15E AS di Iran, CIA Gunakan Taktik Sebar Hoax

Operasi Penyelamatan Pilot F-15E AS di Iran, CIA Gunakan Taktik Sebar Hoax

News | Senin, 06 April 2026 | 06:13 WIB

Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei

Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:11 WIB

Mojtaba Khamenei Menghilang, 2 Intelijen Paling Ditakuti Dunia Ketar-ketir Sendiri

Mojtaba Khamenei Menghilang, 2 Intelijen Paling Ditakuti Dunia Ketar-ketir Sendiri

News | Senin, 23 Maret 2026 | 10:15 WIB

Siapa Joe Kent? Veteran Ranger dan Agen CIA yang Berani Lawan Kebijakan Trump di Perang Iran

Siapa Joe Kent? Veteran Ranger dan Agen CIA yang Berani Lawan Kebijakan Trump di Perang Iran

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:47 WIB

Eks Pilot F-16 Bongkar Skenario Kudeta CIA dan Mossad di Iran

Eks Pilot F-16 Bongkar Skenario Kudeta CIA dan Mossad di Iran

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:03 WIB

Iran Hancurkan Stasiun CIA di Arab Saudi

Iran Hancurkan Stasiun CIA di Arab Saudi

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 08:55 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:54 WIB

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:52 WIB

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:48 WIB

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:43 WIB

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:37 WIB

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

×