DPD: Daerah Harus Siap Songsong MEA

Siswanto

Selasa, 16 Desember 2014 | 17:09 WIB
DPD: Daerah Harus Siap Songsong MEA
Pekerja menata kain di pusat perkulakan tekstil di Jakarta Selatan, Rabu (27/8).

Suara.com - Senator DPD RI Asal Aceh Fachrul Razi mendorong kesiapan daerah dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean yang akan diberlakukan akhir 2015. MEA merupakan suatu model integrasi ekonomi di kawasan Asean. Dalam penerapan MEA nantinya, maka Asean akan terbuka untuk perdagangan barang, jasa, investasi, modal, dan tenaga kerja.

“Kami mendorong secara penuh kesiapan daerah dalam menyambut MEA 2015. Era keterbukaan pasar di Asia Tenggara nantinya akan berdampak secara langsung terhadap daerah, ” kata Wakil Ketua Komite I DPD RI itu dalam pernyataan tertulis yang dikirim kepada suara.com, Selasa (16/12/2014).

Fachrul menilai beberapa alternatif perlu dicanangkan dan disiapkan daerah dalam menyongsong MEA 2015. Pertama, daerah harus mengangkat produk-produk unggulan dari masing-masing daerah. Kedua, mendorong industrialisasi sektor strategis di daerah seperti sektor pertambangan, sektor pertanian (kehutanan dan perkebunan) dan perikanan. Ketiga, menyiapkan tenaga kerja profesional dan berkualitas dalam skala daerah.

“Saya mencermati, dalam menghadapi MEA 2015 pemerintah daerah perlu menyiapkan yaitu produk-produk unggulan daerah, industrialisasi sektor strategis di daerah seperti pertambangan, perkebunan, pertanian serta perikanan. Di samping itu, SDM profesional dan berkualitas tak kalah penting [erlu dipersiapkan,” kata Fachrul.

Fachrul menganggap secara umum tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia dan daerah dalam menghadapi MEA adalah rendahnya daya saing jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang ada di Asean, terutama Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Menurut World Economic Forum peringkat daya saing Indonesia pada tahun 2012-2013 masih jauh di bawah Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand. Bahkan, laporan International Management Development 2013 menyebutkan bahwa daya saing Indonesia bahkan di bawah Filipina. Agar Indonesia tidak menjadi korban AEC 2015, harus ada upaya untuk mengakselerasi semua kebijakan ekonomi sehingga daya saing ini meningkat secara lebih cepat.

“Daya saing Indonesia bila kita cermati dari laporan WEF sangat memprihatinkan berada di bawah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina. Karena itu, percepatan semua kebijakan ekonomi sangat penting untuk menaikkan daya saing kita di regional ASEAN,” kata Fachrul.

Lebih jauh, dalam pengamatan Fachrul, jika industri Indonesia tidak mampu bersaing di tataran Asean maka MEA merupakan suatu musibah (loss of opportunities). Sebaliknya jika industri Indonesia mampu bersaing dan eksis di pasar MEA, maka Indonesia akan memperoleh manfaat besar bagi perekonomian. Dimana 40 persen pasar Asean berada di Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia harus dapat melihat dan menyongsong MEA dengan segala peluang dan tantangan serta segera mengambil tindakan nyata dan kebijakan yang berdampak positif bagi Indonesia.

“Bila kita tidak mampu bersaing dengan negara-negara ASEAN, MEA bisa menjadi musibah bagi kita. Akan tetapi sebaliknya, bila kita mampu bersaing di pasar MEA. Maka MEA akan sangat bermanfaat bagi bangsa kita,” kata Fachrul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hadapi MEA, Pengusaha Harus Kantongi Ide Kreatif

Hadapi MEA, Pengusaha Harus Kantongi Ide Kreatif

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2014 | 01:48 WIB

Jelang MEA, Izin Pertambangan Perlu Diperketat

Jelang MEA, Izin Pertambangan Perlu Diperketat

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2014 | 03:50 WIB

Ini Tantangan Terbesar dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN

Ini Tantangan Terbesar dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN

Bisnis | Sabtu, 11 Oktober 2014 | 15:42 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×