Suara.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri baru berhasil memastikan satu jenazah penumpang korban AirAsia QZ8501, dari enam yang dikirimkan ke Surabaya, Jawa Timur.
Dalam konferensi pers siang ini, Kamis (1/1/2014), Kombes DR Budiyono menjelaskan jenazah korban yang diberi kode B001 itu bernama Hayati Lutfiah Hamid.
“Dapat kami sampaikan identifikasi melalui sidik jari terjadi kesamaan dengan sidik jari jenazah yang diperoleh dari ante mortem,” jelas Budiyono.
Ciri-ciri lain yang meyakinkan adalah dengan metode sekunder bekas operasi yang bisa dikenali pihak keluarga serta akseseoris yang dikenakan korban.
Yang mempermudah tim mengenali korban adalah kartu identitas diri yang dikenakan korban.
Sementara jenazah lainnya yang diberi kode B002, seorang lelaki belum bisa dipastikan.
“Sampai saat ini belum cukup bukti siapa korban tersebut karena hasil perbandingan ante mortem belum bisa dipertanggung-jawabkan,” jelasnya.
Namun ciri-ciri lelaki yang ditemukan, jenazahnya sekitar 145 sentimeter.
Tim kini juga masih menyelidiki dan mencari tahu empat jenazah lainnya yang tiba di Surabaya hari ini.
Khusus untuk jenazah yang berhasil dikenali akan diserahkan sore ini ke keluarga.