Suara.com - Bambang Andreas, ayah Ratri Sri Indriyani, salah satu penumpang AirAsia QZ8501 tak putus harap anaknya masih hidup, kendati tim sudah menemukan tujuh jenazah yang terapung di laut Selat Karimata, Kalimantan Tengah.
Kendati peluangnya kecil, lanjut dia, Bambang yakin anaknya masih bertahan hidup karena menganggap tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.
"Mujizat dari Allah SWT bukan tidak mungkin dan saya masih yakin Ratri hidup. Tapi, kalau tidak sesuai harapan, kami ikhlas dan tawakal," kata Bambang, Kamis (1/1/2015).
Bambang yang tinggal di Surabaya mengaku terkejut dan tidak menyangka anaknya menjadi salah satu korban AirAsia yang melakukan perjalanan dari Surabaya ke Singapura.
Sebagai seorang pemandu wisata di salah satu "tour and travel" di Surabaya, Ratri membawa rombongan 24 orang dan keluarga tidak mendapat firasat apapun sebelum keberangkatan.
Selain berharap ada mujizat, Bambang mengapresiasi kerja Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Indonesia yang berhasil menemukan puing pesawat dan sejumlah jasad pada hari ketiga pencarian.
"Saya mewakili keluarga korban menghargai kinerja Basarnas yang bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, yang sudah menemukan pesawat," ujar Bambang.
Menurut dia, kecepatan Tim SAR yang bekerja tanpa henti berusaha mencari puing pesawat tidak lepas dari koordinasi dan perhatian semua pihak, terutama pemerintah, mulai tingkat pusat sampai daerah.
"Saya sangat sedih kehilangan anak. Tapi harapan kami ke Tim SAR sangat besar sehingga jasad penumpang bisa dievakuasi," katanya.