Dipenjara 10 Tahun, Blogger Saudi Dicambuk 50 Kali Tiap Jumat

Arsito Hidayatullah

Kamis, 15 Januari 2015 | 21:47 WIB
Dipenjara 10 Tahun, Blogger Saudi Dicambuk 50 Kali Tiap Jumat
Ilustrasi. Boks: Raif Badawi. [Shutterstock/News]

Suara.com - Pekan lalu seusai salat Jumat, di halaman Masjid Al-Jafali di Jeddah, seorang lelaki muda dibawa oleh sejumlah petugas ke tengah khalayak ramai. Lantas, di depan publik yang dilaporkan bisa melihat jelas muka dan ekspresinya, lelaki itu dicambuk petugas dengan bilah cambuk sebanyak 50 kali.

Saat dicambuk dan bahkan sesudah pencambukan, tentunya terasa menyakitkan sekali bagi lelaki itu. Tapi dia belum akan berhenti merasakannya, karena hukuman cambuk serupa masih harus dijalaninya Jumat pekan ini, hingga total 20 pekan lamanya. Masing-masing dengan jumlah 50 cambukan, sehingga total dia akan menerima sebanyak 1.000 cambukan.

Itulah salah satu hukuman yang harus diterima oleh Raif Badawi, lelaki berusia 31 tahun yang diketahui merupakan seorang blogger tersebut. Hukuman itu sendiri, bersama vonis penjara selama 10 tahun, harus diterima Badawi atas kasus "menghina agama (Islam)". Itu didakwakan padanya setelah pada 2012 Badawi membuat semacam forum diskusi online, yang memuat sejumlah tulisan selain juga mengajak orang berdiskusi.

Bagi banyak orang di berbagai belahan dunia, mungkin kesalahan Badawi sama sekali tidak sepadan dengan hukuman berat yang harus dijalaninya. Bahkan mungkin banyak orang menganggapnya tidak bersalah sama sekali karena coba menyuarakan pandangannya dan berdiskusi. Tapi tidak demikian halnya pandangan otoritas hukum Arab Saudi, sehingga ganjaran hukuman itu pun dinilai pantas baginya.

Kepada lembaga Amnesty International, salah seorang saksi mata pencambukan yang tak disebutkan namanya, mengisahkan derita yang harus dijalani Badawi dalam pencambukan perdananya itu. Dia menyebut bahwa siang itu, Badawi harus menerima cambukan di bagian belakang kaki dan punggungnya tanpa jeda, selama sekitar lima menit.

"Raif dikawal dari sebuah bus dan diposisikan di tengah kerumunan orang, dijaga oleh sekitar delapan atau sembilan petugas," ungkap sang saksi mata. "Dia diborgol dan diikat, tapi wajahnya tidak ditutupi. Semua orang bisa menyaksikan mukanya," sambungnya.

"Seorang petugas mendekatinya dari belakang dengan sebilah cambuk besar, dan mulai memukulinya. Raif mendongakkan kepala ke langit, menutup matanya dan meregangkan punggung. Dia diam saja, tapi Anda bisa menilai dari muka dan tubuhnya bahwa dia benar-benar kesakitan," tutur saksi mata itu lagi.

Istri Badawi, Ensaf Haidar, mengaku khawatir bahwa suaminya itu tidak akan tahan menjalani pencambukan kedua, belum lagi jika memikirkan masih akan ada banyak pencambukan lagi setiap pekannya selama berbulan-bulan.

"Raif mengatakan padaku bahwa dia sangat kesakitan usai pencambukan itu. Kesehatannya menurun, dan saya yakin dia tidak akan bisa menjalani pencambukan lagi," tutur sang istri pula, sebagaimana dikutip pihak Amnesty International.

"Saya menceritakan kepada anak-anak kami tentang kabar itu pekan lalu, supaya mereka tidak malah mendengarnya lebih dulu dari kawan-kawan mereka di sekolah," tambah ibu dari tiga anak itu pula.

Sebuah video belakangan muncul di YouTube yang tampaknya direkam secara sembunyi-sembunyi oleh seseorang secara amatir, yang diduga memperlihatkan peristiwa pencambukan terhadap Badawi. Namun video itu belum bisa diverifikasi kebenarannya, sementara istri Badawi sendiri mengaku tak bisa menyaksikannya.

Badawi ditangkap pada 2012 lalu, usai membuat sebuah forum online yang menurut istrinya semata-mata untuk mendorong diskusi mengenai agama dan keimanan. Begitu suaminya ditangkap, Haidar dan anak-anak mereka yakni Najwa, Tirad dan Myriyam, memilih pergi dari Saudi dan tinggal di Kanada.

Menurut Amnesty International pula, awalnya Badawi sempat hendak dituntut atas tuduhan murtad, yang dalam hukum Saudi bisa berujung hukuman mati. Namun tahun lalu, Badawi lantas divonis 7 tahun penjara dan 600 cambukan. Sempat coba mengajukan banding, hukuman Badawi ternyata bukannya dikurangi namun malah bertambah menjadi 10 tahun penjara dan 1.000 cambukan.

Dalam dakwaan terhadapnya, Badawi dipersalahkan terutama atas artikel-artikel yang ditulisnya yang mengkritik otoritas keagamaan di Saudi, demikian juga dengan tulisan-tulisan orang lain yang dipublikasikan di situsnya. Untuk diketahui pula, selain hukuman penjara 10 tahun dan 1.000 cambukan, Badawi kelak masih tidak diperbolehkan ke luar negeri selama 10 tahun jika akhirnya keluar penjara, yang berarti belum akan bisa menyusul anak-anak dan istrinya ke Kanada. [News.com.au]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bercinta dengan Sesama Jenis, Dihukum Cambuk 100 Kali

Bercinta dengan Sesama Jenis, Dihukum Cambuk 100 Kali

News | Rabu, 24 September 2014 | 16:43 WIB

Amnesty Internasional: Hentikan Hukuman Cambuk di Aceh

Amnesty Internasional: Hentikan Hukuman Cambuk di Aceh

News | Selasa, 16 September 2014 | 15:58 WIB

Terkini

Prabowo Bertemu Menlu Singapura, DPR Ingatkan soal Karhutla hingga Investasi

Prabowo Bertemu Menlu Singapura, DPR Ingatkan soal Karhutla hingga Investasi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13 WIB

Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan

Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:12 WIB

5 Urutan Skincare Hada Labo Anti Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Kencang dan Lembap

5 Urutan Skincare Hada Labo Anti Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Kencang dan Lembap

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Viral Imam Mahdi di Bangkalan, Tawarkan Tiket Surga Hingga Top Up Nyawa Agar Panjang Umur

Viral Imam Mahdi di Bangkalan, Tawarkan Tiket Surga Hingga Top Up Nyawa Agar Panjang Umur

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis

Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Apakah Karyawan Swasta Bisa Dapat BSU 2026? Cek Aturan Permenaker Terbaru

Apakah Karyawan Swasta Bisa Dapat BSU 2026? Cek Aturan Permenaker Terbaru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:09 WIB

BAIC Perluas Pasar Indonesia Timur Lewat Ajang GIIAS Makassar 2026

BAIC Perluas Pasar Indonesia Timur Lewat Ajang GIIAS Makassar 2026

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, Refly Harun Siapkan Strategi

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, Refly Harun Siapkan Strategi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Perbedaan Ovale Micellar Water Biru vs Pink, Mana yang Cocok untuk Kulit Kusam?

Perbedaan Ovale Micellar Water Biru vs Pink, Mana yang Cocok untuk Kulit Kusam?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Di Balik Tren Stop the Wedding: Bukan Takut Nikah, Tapi Makin Sadar Risiko

Di Balik Tren Stop the Wedding: Bukan Takut Nikah, Tapi Makin Sadar Risiko

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:00 WIB

×