Pemerintah Bentuk Tim Audit untuk Selidiki Delay Lion Air

Siswanto | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Senin, 23 Februari 2015 | 17:12 WIB
Pemerintah Bentuk Tim Audit untuk Selidiki Delay Lion Air
Keterangan pers mengenai delay panjang penerbangan maskapainya di Kantor pusat Lion Air Jakarta, Senin (23/2). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kementerian Perhubungan membentuk tim audit untuk menyelidiki kasus delay pesawat Lion Air selama tiga hari berturut-turut pada pekan lalu.

"Kementerian Perhubungan akan melakukan pemeriksaan secara komprehensif kepada Lion. Kami sudah membentuk tim yang dipimpin Direktur Angkutan Udara dibantu Direktur Kelayakan DKUPPU yaitu Direktur Kelayakan Udara Pengoperasian Pesawat Udara dan Direktur Keamanan Penerbangan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo di gedung Karsa lantai 5, kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat 8, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2015).

Selanjutnya, kata Suprasetyo, agar kasus tersebut tak terulang lagi, Kementerian Perhubungan akan memperketat aturan, terutama dalam menangani keterlambatan atau pembatalan penerbangan.

Seperti diketahui, gara-gara delay, ribuan penumpang Lion Air marah di Bandara Soekarno-Hatta. Mereka merasa diterlantarkan dan tidak diberi informasi yang memadai saat terjadi delay berjam-jam, bahkan sampai harus menginap di bandara. Proses refund tiket dan ganti rugi pun tidak lancar.

Suprasetyo mengatakan kementerian juga akan memperketat sanksi kepada maskapai yang tidak menaati aturan.

"Kami akan membahas revisi-revisi peraturan menteri yang sudah ada tadi," kata dia.

Jika maskapai yang dimiliki oleh anggota Wantimpres Rusdi Kirana itu melakukan pelanggaran lagi, kata Suprasetyo, kementerian akan lebih tegas memberikan sanksi.

"Kami juga akan tambahkan sanksi nanti sesuai dengan pembahasan dengan biro hukum sanksi apa yang akan ditambahkan, untuk dimasukkan dalam peraturan menteri," kata Suprasetyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dituding 'Anak Emaskan' Lion Air, Ini Jawaban Kemenhub

Dituding 'Anak Emaskan' Lion Air, Ini Jawaban Kemenhub

Bisnis | Senin, 23 Februari 2015 | 16:52 WIB

Terlambat 5 Jam, Lion Air Tolak Beri Kompensasi

Terlambat 5 Jam, Lion Air Tolak Beri Kompensasi

News | Senin, 23 Februari 2015 | 16:47 WIB

Kemenhub Bekukan Sejumlah Rute Lion Air

Kemenhub Bekukan Sejumlah Rute Lion Air

News | Senin, 23 Februari 2015 | 15:38 WIB

Terkini

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB

Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action

Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:00 WIB

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:42 WIB

Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!

Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:33 WIB