Warga Aceh Sumbang Emas untuk Australia

Ardi Mandiri

Kamis, 26 Februari 2015 | 07:41 WIB
Warga Aceh Sumbang Emas untuk Australia
Emas

Suara.com - Beberapa warga di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, menyumbangkan emas kepada korban tsunami untuk menggantikan bantuan Australia yang pernah diberikan pascatsunami 2004. "Kami bergerak atas panggilan hati sebagai masyarakat Aceh untuk membantu saudara-saudara yang terkena bencana tsunami. Karena itu, kami menyumbangkan emas menggantikan bantuan yang pernah diberikan Australia," kata Maulida, seorang warga, di Meulaboh, Rabu (25/2/2015).

Emas perhiasan beserta surat tersebut disumbangkan Maulida kepada korban tsunami yang sedang menggalang koin di posko induk pengalangan koin untuk Australia di Jalan Nasional, Meulaboh.

Menurut Maulida, sebagai masyarakat dirinya cukup merasa tersinggung dan sakit hati atas pernyataan resmi Perdana Menteri Australia Tonny Abbot yang mengungkit bantuan yang pernah diberikan untuk korban tsunami saat itu.

Maulida yang didampingi rekan sejawatnya, Pipit Isnawati kepada sejumlah media di Meulaboh menjelaskan, bahwa mereka juga akan ikut membantu masyarakat korban tsunami mengalang koin untuk mengembalikan bantuan negeri kanguru senilai Rp13 triliun.

"Kami kecewa. Kami juga tidak menyangka mereka (Australia) ternyata tidak ikhlas dengan apa yang sudah diberikan, sehingga diungkit-ungkit lagi. Padahal itu sudah 10 tahun lamanya," kata dia.

Rahmad Ojer, koordinator posko penggalangan koin untuk Australia, mengatakan bahwa untuk besaran yang disumbangkan warga Aceh ini tidak dapat disebutkan berapa jumlahnya.

"Nanti kalau sudah terkumpul dan kami serahkan kepada Dubes Australia di Indonesia, baru kami umumkan. Sumbangan yang kami terima ada berupa uang recehan koin bahkan emas. Jika perlu, pakaian bekas produk Australia kami tampung,"ujar dia.

Rahmad menjelaskan, penggalangan tersebut akan terus dilanjutkan sampai eksekusi terpidana mati dua orang Australia dilaksanakan oleh pemerintah karena yang dilakukan mereka adalah merusak bangsa Indonesia.

Masyarakat korban tsunami menilai sikap Perdana Menteri Australia Tonny Abbot kekanak-kanakan karena mengungkit apa yang sudah diberikan negara mereka membantu pascatsunami Aceh.

"Kalau sudah dilakukan eksekusi mati dua WNA Australia barulah aksi kami hentikan, kalau memang uangnya juga belum cukup maka akan dicari cara lain untuk menutupi kekurangannya," kata Rahmat Ojer. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Guru Sukabumi Kumpulkan Koin untuk Australia

Guru Sukabumi Kumpulkan Koin untuk Australia

News | Rabu, 25 Februari 2015 | 03:12 WIB

Presiden Brasil Harus Perbaiki Sikap karena Permalukan Indonesia

Presiden Brasil Harus Perbaiki Sikap karena Permalukan Indonesia

News | Selasa, 24 Februari 2015 | 15:08 WIB

Terkini

Hadapi Lonjakan Kebutuhan AI, NeutraDC Ungkap Strategi di Sovereign Tech Summit 2026

Hadapi Lonjakan Kebutuhan AI, NeutraDC Ungkap Strategi di Sovereign Tech Summit 2026

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Dukung LKPP, Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Melalui SPSE V5

Dukung LKPP, Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Melalui SPSE V5

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Salah Kaprah Budaya Nrimo dan Hilangnya Kesadaran atas Hak Hidup Layak

Salah Kaprah Budaya Nrimo dan Hilangnya Kesadaran atas Hak Hidup Layak

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Hair Removal Device vs Alat Cukur Elektrik: Mana yang Lebih Worth To Buy untuk Self Treatment?

Hair Removal Device vs Alat Cukur Elektrik: Mana yang Lebih Worth To Buy untuk Self Treatment?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Pansel KPU-Bawaslu Belum Dibentuk, DPR Ungkap Dua Skenario Rekrutmen

Pansel KPU-Bawaslu Belum Dibentuk, DPR Ungkap Dua Skenario Rekrutmen

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kabar Duka, Anggota DPR RI Gandung Pardiman Meninggal Dunia

Kabar Duka, Anggota DPR RI Gandung Pardiman Meninggal Dunia

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:35 WIB

4 Kabar Baik untuk Warga Indonesia di Era 'In This Economy', Ada untuk Traveler

4 Kabar Baik untuk Warga Indonesia di Era 'In This Economy', Ada untuk Traveler

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:35 WIB

1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru

1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru

Banten | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Gus Ipul Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital Akhir 2026

Gus Ipul Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Resmi! Ini Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Sesuai Aturan Pemerintah

Resmi! Ini Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Sesuai Aturan Pemerintah

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:34 WIB

×