Klaim Donald Trump Rezim Iran Pecah Terbantahkan dari Kenyataan Ini

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 23 April 2026 | 12:19 WIB
Klaim Donald Trump Rezim Iran Pecah Terbantahkan dari Kenyataan Ini
Donald Trump (IG Donald Trump)
baca 10 detik
  • Donald Trump mengklaim kepemimpinan Iran terpecah, namun para pakar justru melihat konsolidasi kuat.

  • Iran membentuk struktur komando perang kolektif demi menghadapi ancaman eksistensial dari Amerika Serikat.

  • Mohammad Bagher Ghalibaf menjadi tokoh sentral yang memimpin diplomasi Iran dengan sikap terpadu.

Suara.com - Donald Trump menyebut pemerintahan Iran sedang mengalami keretakan struktural yang sangat parah di tengah upaya negosiasi gencatan senjata.

Tudingan ini muncul setelah delegasi Teheran absen dalam pertemuan lanjutan bersama Wakil Presiden JD Vance di Pakistan.

Padahal, realitas di lapangan menunjukkan faksi-faksi politik Iran justru semakin merapat demi menghadapi ancaman eksistensial perang.

Donald Trump (Instagram/@realdonaldtrump)
Donald Trump (Instagram/@realdonaldtrump)

Struktur kekuasaan baru kini terbentuk untuk memastikan Republik Islam tetap satu suara dalam menghadapi tekanan eksternal Amerika Serikat.

Kekuatan kolektif ini muncul sebagai respons atas hilangnya tokoh-tokoh kunci militer dan politik akibat serangan musuh.

Profesor pemerintahan dari Georgetown University Qatar, Mehrat Kamrava, menilai pandangan Gedung Putih tersebut merupakan sebuah kesalahan fatal.

“Saya pikir itu adalah salah membaca kepemimpinan Iran secara serius,” kata Kamrava kepada Becky Anderson dari CNN.

“Kepemimpinan telah cukup kohesif, dan kita telah melihat ini dalam pelaksanaan perang dan negosiasi,” tambahnya menjelaskan situasi terkini.

Meskipun Ayatollah Ali Khamenei telah tiada, para pejabat lintas spektrum politik kini duduk bersama menentukan arah negara.

baca juga

Mereka dipaksa mengesampingkan rivalitas internal demi menjaga kelangsungan hidup rezim dari ancaman kehancuran total.

Kendali Kolektif di Tengah Absensi Mojtaba

Trita Parsi dari Quincy Institute for Responsible Statecraft mencatat bahwa lingkaran kekuasaan Iran saat ini justru lebih selaras.

“Faksi-faksi kepemimpinan Iran yang berbeda lebih selaras sekarang dibandingkan sebelum perang,” ungkap Parsi kepada CNN.

“Karena ini adalah lingkaran yang jauh lebih kecil… lingkaran ini lebih bersatu mengenai strategi yang mereka gunakan dalam perang,” jelasnya.

Sikap publik Teheran tetap konsisten dengan menolak hadir di meja runding selama blokade pelabuhan belum dicabut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curang! Lobi Anak Buah Trump Dorong Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Curang! Lobi Anak Buah Trump Dorong Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 23 April 2026 | 11:40 WIB

Daftar Korporasi Raksasa Panen Cuan dari Perang AS vs Iran: Ada Perusahaan Yahudi

Daftar Korporasi Raksasa Panen Cuan dari Perang AS vs Iran: Ada Perusahaan Yahudi

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:52 WIB

Blokade Militer Amerika Serikat Cegat Kapal Tanker Iran Dekat Perairan Indonesia

Blokade Militer Amerika Serikat Cegat Kapal Tanker Iran Dekat Perairan Indonesia

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:48 WIB

Terkini

Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar

Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!

Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

×