Mayoritas Penyalur PRT di Jakarta Ilegal

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 02 Maret 2015 | 12:00 WIB
Mayoritas Penyalur PRT di Jakarta Ilegal
Puluhan Pembantu Rumah Tangga (PRT) mendatangi Jokowi, (1/5/2014). [suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Asosiasi Pelatihan Pekerja Seluruh Indonesia (APPSI) mencatat ada 800-an penyalur pekerja rumah tangga di Jakarta. Dari jumlah tersebut, 600-an yang ilegal sedangkan sisanya legal.

Mereka yang tidak resmi karena tidak terdaftar di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta. Dengan tidak terdaftar, keberadaan mereka tidak diawasi secara resmi oleh negara.

Ketua Asosiasi Pelatihan Pekerja Seluruh Indonesia (APPSI) Mashudi mengatakan sebanyak 237 anggotanya yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi tidak semuanya legal. Ada juga yang tidak legal. Namun mereka dalam pengawasan asosiasi.

"Kalau mereka nakal, kita tegur. Kita awasi," jelas Mashudi saat berbicang dengan suara.com akhir pekan lalu.

Pemilik Yayasan Penyalur PRT, Pak Budi itu mengatakan banyak penyalur kesulitan mendaftarkan yayasannya ke daftar Disnakertrans DKI Jakarta. Salah satunya, memenuhi syarat Undang-Undang Gangguan. UU Gangguan itu untuk perizinan sektor industri, perdagangan, Ketenagakerjaan, kesehatan, dan pariwisata.

Untuk mengurus UU Gangguan itu, yayasan harus mendapatkan persetujuan dari lingkungan sekitar, dokumen perpajakan, dan juga izin mendirikan bangunan. Semua dokumen itu bisa diberikan kepada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Suku Dinas Kota/Kabupaten dan kecamatan. Kata Mashudi justru yang tersulit, yayasan memenuhi dokumen bangunan.

"Kalau izin lingkungan dari tetangga mudah. Yang sulit itu izin IMB. Karena kebanyakan penyalur PRT berdiri di bangunan yang tidak mempunyai IMB. Kan nggak semua bangunan di Jakarta punya IMB. Nah mereka memilih belum mendaftarkan," kata Mashudi.

Mashudi mencontohkan banyak jasa penyaluran PRT yang menempati bangunan tidak resmi. Bahkan ada yang menempati bangunan berdinding triplek.

"Tidak berdiri di jalur hijau, tidak di perumahan, itu sulit. Tidak banyak penyalur tenaga kerja berkantor di ruko. Itu karena mahal sekali," jelas dia.

Kepala Seksi Informasi Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Aryono mengatakan pemerintah provinsi tidak bisa berbuat banyak untuk menertibkan penyalur PRT ilegal. Sebab keberadaan mereka terselubung dan berkantor di tempat yang terpencil.

"Itu di bangunan semi permanen. Kalau ditutup, mudah buka lagi. Mereka nama hanya sekadar nama, tapi PRT-nya tersebar, tidak di kantor mereka," ungkap dia.

Sementara tidak ada hukuman jika mereka terbukti ilegal. Sebab tidak ada undang-undangnya. Mereka hanya ditindak secara hukum pidana dan perdata. Dia mencontohkan hukuman memperkerjakan anak di bawah umur.

"Kalau ketahuan buka tapi ilegal, paling dibongkar sama Satpol PP, mereka tidak ditangkap," jelas Aryono.

Koordinantor Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga Lita Anggraini menyesalkan ketidakberdayaan pemerintah dalam menindak penyalur PRT ilegal. Semestinya Pemprov DKI Jakarta bisa menindak penyalur PRT ilegal itu, bahkan menutupnya.

"Aneh saja kalau mereka nggak bisa menutup. Keberadaanya jelas, karena itu menyebabkan bayak korban," jelas dia.

Sebelumna JALA PRT memprediksi ada 10,7 juta pekerja rumah tangga atau PRT atau 4 persen dari 250 juta penduduk Indonesia sampai 2009. Hampir semuanya hidup dalam tekanan, mendapat kekerasan dan disiksa majikan. Para PRT itu bekerja di 2/3 penduduk Indonesia. Hasil survei Jala PRT, ada 8 jutaan PRT yang hidup tidak layak.

Sepanjang tahun 2014, JALA PRT mencatat ada lebih dari 408 kasus kekerasan terhadap PRT. Sementara dua tahun sebelumnya, tahun 2011-2012 ada 273 kasus dan 2012-2013 ada 653 kasus kekerasan. Sebanyak 90 persen kasus terjadi akibat kekerasan fisik, psikis, ekonomi dan perdagangan manusia. Pelakunya majikan dan agen penyalur PRT.

Sementara, sebanyak 65 persen kasus kekerasan fisik. Semisal pemukulan, disiram dengan air cucian, dikenai benda panas, disetrika. Lainnya 85 persen kasus kekerasan ekonomi, semisal tidak dibayarnya upahnya sampai 3 tahun lamanya. Parahnya, ada 85 persen kasus kekerasan PRT yang mandek di kepolisian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Bisa Lagi Sembarangan, RUU PPRT Bakal Atur Perusahaan Berbadan Hukum yang Boleh Salurkan PRT

Tak Bisa Lagi Sembarangan, RUU PPRT Bakal Atur Perusahaan Berbadan Hukum yang Boleh Salurkan PRT

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 16:10 WIB

22 Tahun Terkatung-katung, JALA PRT Sebut RUU PPRT Cetak Sejarah Terlama di DPR

22 Tahun Terkatung-katung, JALA PRT Sebut RUU PPRT Cetak Sejarah Terlama di DPR

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 14:38 WIB

Dua Dekade Menagih Perlindungan: Siapa Tanggung Jawab Mandeknya RUU PPRT?

Dua Dekade Menagih Perlindungan: Siapa Tanggung Jawab Mandeknya RUU PPRT?

Your Say | Kamis, 19 Februari 2026 | 14:30 WIB

RUU PPRT: Bukan Sekadar Upah dan Kontrak, Tapi Soal Martabat Manusia yang Terlupakan

RUU PPRT: Bukan Sekadar Upah dan Kontrak, Tapi Soal Martabat Manusia yang Terlupakan

News | Kamis, 30 Oktober 2025 | 11:52 WIB

Janji Prabowo soal RUU PRT Molor, Jala PRT: Bukan Pembantu, Tapi Pekerja!

Janji Prabowo soal RUU PRT Molor, Jala PRT: Bukan Pembantu, Tapi Pekerja!

News | Sabtu, 27 September 2025 | 08:01 WIB

Sempat Dipaksa Makan Kotoran Anjing, PRT yang Dianiaya Majikan di Batam Belum Bisa Diajak Komunikasi

Sempat Dipaksa Makan Kotoran Anjing, PRT yang Dianiaya Majikan di Batam Belum Bisa Diajak Komunikasi

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 14:28 WIB

Sudah Lebih dari 20 Tahun Mangkrak, Kapan RUU PPRT Disahkan?

Sudah Lebih dari 20 Tahun Mangkrak, Kapan RUU PPRT Disahkan?

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 20:37 WIB

Monopoli dan Potongan Gaji: Ironi Pekerja Migran Perempuan di Bawah Bayang-bayang UU PPMI

Monopoli dan Potongan Gaji: Ironi Pekerja Migran Perempuan di Bawah Bayang-bayang UU PPMI

News | Rabu, 05 Maret 2025 | 18:38 WIB

Periode Kedua Puan Maharani, Film Mengejar Mbak Puan Masih Relevan

Periode Kedua Puan Maharani, Film Mengejar Mbak Puan Masih Relevan

Your Say | Sabtu, 19 Oktober 2024 | 17:40 WIB

Tuntut UU PPRT Segera Disahkan, Puluhan PRT Geruduk Gedung DPR

Tuntut UU PPRT Segera Disahkan, Puluhan PRT Geruduk Gedung DPR

Foto | Kamis, 15 Agustus 2024 | 16:19 WIB

Terkini

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB

Kasatgas PRR: Rehabilitasi Pascabencana Tetap Prioritas, Kehadiran Presiden Jadi Bukti

Kasatgas PRR: Rehabilitasi Pascabencana Tetap Prioritas, Kehadiran Presiden Jadi Bukti

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:21 WIB