Jadi Pengacara DPRD, Pengacara BG Laporkan Ahok ke Bareskrim

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 03 Maret 2015 | 18:24 WIB
Jadi Pengacara DPRD, Pengacara BG Laporkan Ahok ke Bareskrim
Dukungan untuk Ahok

Suara.com - Setelah menggunakan hak angket, DPRD menunjuk pengacara Razman Arif Nasution untuk mengurus rencana melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ke Badan Reserse dan Kriminal Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin pekan depan.

Ada empat hal yang akan mereka laporkan. Pertama, Ahok akan dilaporkan terkait etika dan moral sebagai seorang kepala daerah.

Kedua, Ahok akan dilaporkan terkait dugaan penghinaan terhadap anggota DPRD berkaitan dengan tudingan menyelipkan anggaran di APBD 2015 senilai Rp12,1 triliun. Munculnya dana ini kemudian dikenal sebagai dana siluman.

Ketiga, Ahok akan dilaporkan ke Bareskrim karena diduga memalsukan dokumen draf APBD yang diserahkan ke Kemendagri.

Laporan keempat akan ditunjukkan kepada KPK, yakni Ahok diduga mencoba menyuap anggota DPRD sebesar Rp12,7 triliun.

Razman yang juga mantan kuasa hukum Komisaris Jenderal Budi Gunawan mengatakan bahwa seorang gubernur harus bisa menjaga etika, moral, dan norma dalam menjalankan tugas. Selain itu, juga harus bermitra dengan legislatif.

"Jadi pemerintah tidak bisa berjalan jika Ahok berpikir bahwa dia yang punya Jakarta ini. Karena itu pelanggaran etika dan norma ini akan kami lakukan kajian dan akan kita laporkan kepada pihak yang berkompeten," ujar Razman.

"Dalam hal ini pimpinan DPRD DKI Jakarta menyatakan tidak gentar terhadap laporan dan tindakan saudara Ahok kepada KPK dengan apa yang beliau sebut sebagai dana siluman," kata Razman. "Kami akan laporkan khususnya terkait pelanggaran pidana 263, 268, 264 ‎tentang pemalsuan, kemudian 421 penyalahgunaan wewenang, 209 tentang suap dan 268 tentang pemalsuan dokumen negara."

Ahok santai saja menanggapi langkah terbaru DPRD.

"Nggak apa-apa laporin aja. Nggak apa-apa bagus dong. Saling lapor bagus dong," kata Ahok.

Menanggapi tudingan yang dilontarkan DPRD bahwa ia menyogok anggota DPRD sebesar Rp12,1 triliun, Ahok malah menantang.

"Kemarin Sekda (sekertaris daerah), kok sekarang jadi nuduh gua yang sogok. Bener nggak kok sekarang gua? Terus gua begobanget sogok pakai UPS, sogok tuh pakai Lamborghini dong," kata Ahok.

"Lapor aja ngga apa-apa, makin panas bagus dong. Laporin aja ke bareskrim nggak apa apa," tambah Ahok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tempuh Jalur Hukum, DPRD Jakarta Tunjuk Pengacara

Tempuh Jalur Hukum, DPRD Jakarta Tunjuk Pengacara

News | Selasa, 03 Maret 2015 | 17:09 WIB

Soal Hak Angket, Cak Imin Serahkan Keputusan Kepada DPW PKB

Soal Hak Angket, Cak Imin Serahkan Keputusan Kepada DPW PKB

News | Selasa, 03 Maret 2015 | 14:10 WIB

PKB Pertimbangkan Cabut Hak Angket Terhadap Ahok

PKB Pertimbangkan Cabut Hak Angket Terhadap Ahok

News | Selasa, 03 Maret 2015 | 13:24 WIB

Camat Cengkareng Tak Pernah Usul UPS, Rp4,2 Miliar Itu Kemahalan

Camat Cengkareng Tak Pernah Usul UPS, Rp4,2 Miliar Itu Kemahalan

News | Selasa, 03 Maret 2015 | 13:21 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×