Camat Cengkareng Tak Pernah Usul UPS, Rp4,2 Miliar Itu Kemahalan

Siswanto, Bagus Santosa

Selasa, 03 Maret 2015 | 13:21 WIB
Camat Cengkareng Tak Pernah Usul UPS, Rp4,2 Miliar Itu Kemahalan
Aksi masyarakat Jakarta dukung Gubernur Basuki Tjahaja Purnama jegal begal APBD 2015 [Antara/Sigid Kurniawan]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pernah menyatakan bahwa dana siluman pembelian alat uninterruptible power supply (UPS ) atau alat penyimpan daya sementara di dalam Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah tahun 2015, tidak hanya muncul di pos Dinas Pendidikan, melainkan juga muncul untuk sejumlah kecamatan yang nilainya Rp4.220.000.000 tiap kecamatan.

Cengkareng merupakan salah satu kecamatan yang diusulkan mendapatkan anggaran itu. Ketika ditemui suara.com, Selasa (3/3/2015), Camat Cengkareng Ali Maulana Hakim membantah pernah mengusulkannya. Jangankan mengusulkan, kata dia, diajak mengkaji pengadaan barang tersebut saja belum pernah.

"Itu perlu kajian dan kita belum diajak mengkajinya. Apakah itu realistis atau tidak? Kita tidak tahu. Tapi, kalau itu kajian dari pimpinan, dan diketok kita siap nerima. Tapi pada intinya kita tidak pernah mengusulkan itu," kata Ali.

Ali menerangkan pagu anggaran untuk Kecamatan Cengkareng sekitar Rp7 miliar. Bila Rp4,2 miliar hanya dianggarkan untuk pengadaan UPS, tentu saja alokasi untuk pos lainnya yang berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat tinggal sedikit.

"Pagu Anggaran Cengkareng cuma Rp7 miliar koma, jadi kalau buat UPS yang harganya Rp4,2 miliar, ya habis dong. Nggak ada kegiatan buat masyarakat," tuturnya.

Ali mengatakan ketimbang untuk beli UPS, dana miliaran itu sebaiknya dialokasikan ke sektor lain, seperti pembangunan dan perbaikan saluran air, taman, dan jalan.

"Kalau melihat kebutuhan masyarakat, masyarakat kan butuhnya sarana di kewilayahan, kaya saluran air, taman, dan jalan. Kalau UPS ini kan kelengkapan kantor bukan untuk masyarakat. Jadi pengadaan ini, masyarakat pasti nanya buat apa," tuturnya.

Kantor Kecamatan Cengkareng untuk saat ini belum membutuhkan alat UPS, mengingat gangguan listrik yang selama ini terkadang terjadi sudah bisa ditanggulangi dengan genset.

Menurut Ali alat UPS yang dianggarkan di APBD 2015 itu terlau mahal harganya kalau hanya untuk kebutuhan penyimpan daya sementara. Ali membandingkan harga genset yang ada di kantornya sekarang hanya senilai puluhan juta rupiah.

"Kita memang ada genset, karena memang sering mati listrik walaupun jarang. Genset ini pengadaannya dulu waktu saya belum di sini, genset ini paling harganya puluhan juta," ujar Ali.

Seperti diketahui, saat ini ramai diberitakan adanya dana siluman di APBD 2015 versi DPRD sebesar Rp12,1 triliun. Dana ini ditemukan Ahok setelah mencocokkan APBD pemerintah dengan yang sudah disahkan DPRD.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Duga Kasus APBD Bernasib seperti BG, Dilimpahkan ke Kejagung

Ahok Duga Kasus APBD Bernasib seperti BG, Dilimpahkan ke Kejagung

News | Selasa, 03 Maret 2015 | 12:58 WIB

Diusulkan Dapat UPS Rp4,2 M, Camat Kebon Jeruk Bingung Tempatnya

Diusulkan Dapat UPS Rp4,2 M, Camat Kebon Jeruk Bingung Tempatnya

News | Selasa, 03 Maret 2015 | 12:46 WIB

Camat Tambora Tak Tahu Kecamatannya Diusulkan Dapat UPS Rp4,2 M

Camat Tambora Tak Tahu Kecamatannya Diusulkan Dapat UPS Rp4,2 M

News | Selasa, 03 Maret 2015 | 12:14 WIB

Terkini

Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan

Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 22:05 WIB

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:54 WIB

Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi

Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:15 WIB

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:12 WIB

Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan

Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:46 WIB

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:30 WIB

Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi

Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:21 WIB

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:30 WIB

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:56 WIB