5 Upaya Pemindahan Tahanan Berujung Tragis

Ruben Setiawan

Selasa, 03 Maret 2015 | 19:33 WIB
5 Upaya Pemindahan Tahanan Berujung Tragis
Terpidan Mati Bali Nine

Suara.com - Dua terpidana mati kasus penyelundupan heroin 8,2 kilogram, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, akan segera menjalani eksekusi mati dalam waktu dekat. Menurut Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Denpasar atau Lapas Kerobokan, Sujonggo, keduanya akan dibawa ke Pulau Nusakambangan, tempat pelaksanaan hukuman mati pada hari Rabu (4/3/2015) antara jam 10.00 WITA dan 14.00 WITA.

"Kemungkinannya besok siang," kata Sujonggo di Lapas Kerobokan, Selasa (3/3/2015).

Pemindahan kedua terpidana mati yang juga awam disebut media sebagai "duo Bali Nine" itu melibatkan banyak personel pengamanan. Polda Bali kabarnya akan menurunkan 10 petugas untuk mengawal masing-masing terpidana mati. Selain itu, ada pula empat jaksa yang mendukung pengawalan tersebut.

Tak cuma personel, polisi juga mengerahkan sejumlah rantis (kendaraan taktis) seperti APC Barracuda dan Wolf untuk mengawal duo Bali Nine dari Lapas Kerobokan ke Bandara Ngurah Rai untuk selanjutnya diterbangkan ke Pulau Nusakambangan.

Rumitnya persiapan dan ketatnya pengamanan ini dilakukan bukan tanpa alasan. Pasalnya, berbagai hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi dalam perjalanan.

Langkah pengamanan terhadap tahanan dari satu penjara ke penjara lainnya juga lumrah dilakukan di luar negeri. Namun, terlepas dari pengamanan yang sedemikian ketat, terkadang masih saja terjadi insiden tak terduga yang membuat rencana pemindahan tahanan tak berjalan mulus, bahkan berantakan.

Berikut ini beberapa insiden yang pernah terjadi dalam upaya pemindahan tahanan di sejumlah negara.

Minibus pembawa tahanan dibajak

Peristiwa ini terjadi di Salford, Inggris, pada bulan Maret tahun lalu. Sekelompok lelaki pembawa senjata api mencegat sebuah bus penjara yang membawa dua rekan mereka ke pengadilan.

Ryan MacDonald dan Stevie McMullen adalah dua tersangka kasus perampokan. Keduanya dibawa dengan minibus dari rumah tahanan Kepolisian Manchester menuju Gedung Pengadilan. Di tengah perjalanan, minibus tersebut kemudian dipepet oleh sebuah mobil.

Dari dalam mobil tersebut, keluar beberapa orang. Satu diantaranya mengayunkan kapak ke arah jendela pengemudi minibus. Ia lalu menodongkan senjata laras panjang dan memaksanya membuka sel dalam minibus yang berisi MacDonald dan McMullen. Keduanya lalu kabur bersama rekan-rekan mereka. Namun, beberapa hari kemudian, keduanya kembali ditangkap, bersama empat orang yang membantu mereka kabur.

Bus pembawa tahanan terguling

Insiden tragis ini terjadi di Texas, Amerika Serikat, tanggal 14 Januari 2015 lalu. Sebuah bus yang membawa 15 orang, termasuk tahanan dan sipir penjara, tergelincir akibat jalanan yang licin karena es. Usai tergelincir, bus tersebut menabrak serangkaian kereta api yang tengah melaju.

Akibatnya, dua petugas penjara, termasuk seorang supir, dan delapan narapidana tewas. Penumpang lainnya, yakni seorang petugas penjara dan empat narapidana selamat namun mengalami luka parah.

Narapidana dibunuh narapidana lain dalam bus pembawa tahanan

Peristiwa tragis yang satu ini terjadi di Auckland, Selandia Baru. Seorang narapidana tewas dihajar narapidana lainnya di dalam mobil pembawa tahanan.

Korban bernama Liam Ashley, seorang remaja berusia 17 tahun yang dipenjarakan oleh kedua orang tua mereka sendiri lantaran memakai mobil tanpa izin. Di suatu hari di bulan Agustus tahun 2006, Liam dibawa dengan kendaraan tahanan dari Pengadilan Distrik North Shore menuju Penjara Pusat Auckland.

Di tengah perjalanan, Liam dihajar hingga mengalami kerusakan otak lalu tewas oleh George Baker, seorang narapidana lain yang juga dibawa dengan mobil tersebut. Baker mengakui perbuatannya dan mengatakan bahwa ia nekat menghajar Liam lantaran menuduhnya sebagai seorang mata-mata polisi.

Narapidana tewas karena mengalami infeksi jantung dalam mobil tahanan

Insiden ini terjadi di Australia pada tahun 2012 silam. Seorang narapidana yang baru saja menjalani operasi jantung di rumah sakit, tewas setelah melakukan perjalanan pulang ke penjara.

Si narapidana malang tersebut meregang nyawa setelah melakukan perjalanan selama tiga setengah jam di sebuah minibus penjara, di mana seharusnya ia dibawa dengan menggunakan ambulans. Narapidana tersebut meninggal dunia karena mengalami infeksi parah akibat beberapa luka jahitan yang terbuka.

Mobil tahanan dibajak di tengah jalan

Peristiwa yang terjadi di Brixton, London, Inggris ini mirip dengan peristiwa yang pertama tadi. Tiga tahanan yang sedang dibawa dari Penjara Brixton menuju Penjara Lambeth berhasil melarikan diri setelah minibus yang mereka naiki dibajak di tengah jalan.

Dua pembajak, yang notabene rekan ketiga tahanan, menyamar sebagai petugas pos dan menyetop minibus tersebut. Kemudian, mereka menembak lutut pengemudi minibus dan menghajar penjaga lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Apresiasi Pemulangan Mary Jane dan Bali Nine, Komnas HAM Harap Bukan karena Overcrowd

Apresiasi Pemulangan Mary Jane dan Bali Nine, Komnas HAM Harap Bukan karena Overcrowd

News | Kamis, 19 Desember 2024 | 10:28 WIB

Jangan Hanya Mary Jane dan Bali Nine, Komnas HAM Ingin WNI Lain Bebas dari Ancaman Hukuman Mati

Jangan Hanya Mary Jane dan Bali Nine, Komnas HAM Ingin WNI Lain Bebas dari Ancaman Hukuman Mati

News | Rabu, 18 Desember 2024 | 18:36 WIB

Prabowo-Albanese Sepakat, Lima Anggota Bali Nine Pulang ke Australia

Prabowo-Albanese Sepakat, Lima Anggota Bali Nine Pulang ke Australia

News | Senin, 16 Desember 2024 | 19:28 WIB

Dipulangkan ke Australia, Menko Yusril Klaim 5 WNA Kasus Bali Nine Tetap Berstatus Napi: Tak Ada Pengampunan!

Dipulangkan ke Australia, Menko Yusril Klaim 5 WNA Kasus Bali Nine Tetap Berstatus Napi: Tak Ada Pengampunan!

News | Minggu, 15 Desember 2024 | 19:36 WIB

Yusril Soal Transfer Terpidana Bali Nine: Bukan Kasusnya, Tapi Beratnya Hukuman

Yusril Soal Transfer Terpidana Bali Nine: Bukan Kasusnya, Tapi Beratnya Hukuman

News | Kamis, 05 Desember 2024 | 20:21 WIB

Usai Terpidana Mati Mary Jane, 5 Napi Anggota 'Bali Nine' Dipertimbangkan untuk Dipindahkan ke Australia

Usai Terpidana Mati Mary Jane, 5 Napi Anggota 'Bali Nine' Dipertimbangkan untuk Dipindahkan ke Australia

News | Senin, 25 November 2024 | 12:15 WIB

Konsep Pidana di Indonesia Berubah Jadi Alasan 5 Anggota Bali Nine Akan Dipulangkan

Konsep Pidana di Indonesia Berubah Jadi Alasan 5 Anggota Bali Nine Akan Dipulangkan

News | Senin, 25 November 2024 | 11:20 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×