Wapres Berharap Tak Ada Lagi Gangguan di KJRI Sydney

Arsito Hidayatullah

Rabu, 04 Maret 2015 | 18:37 WIB
Wapres Berharap Tak Ada Lagi Gangguan di KJRI Sydney
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Antara/Wahyu Putro)

Suara.com - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) tidak berharap akan ada lagi gangguan yang terjadi di Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Sydney, Australia. Hal itu disampaikannya menyusul peletakan balon berisi cairan merah di kantor tersebut, pada Senin (2/3/2015) malam lalu.

"Biar saja nanti polisi di sana menjaga Kedutaan itu. (Kami) Tidak mengharapkan hal itu sama sekali, tapi itu mungkin ekspresi ketidaksenangan saja," ungkap JK, saat ditemui di Kantor Wapres di Jakarta, Rabu (4/3).

Insiden peletakan balon berisi cairan merah di KJRI Sydney itu sendiri diduga terkait protes mengenai akan dilaksanakannya hukuman mati terhadap dua warga Australia yang terlibat kasus narkoba, yakni Myuran Sukumaran dan Andrew Chan. JK sendiri menilai, protes terhadap pelaksanaan hukuman mati itu memang biasa terjadi di beberapa tempat, sebagai tanda ketidakpuasan.

Kendati demikian, Wapres menegaskan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi dan Menlu Australia Julia Bishop, telah berbicara dan menjelaskan posisi Indonesia terkait hukuman tersebut.

"Kemarin Menlu Australia bicara dengan Menlu Indonesia. Menlu Indonesia menjelaskan, ini posisinya yang memutuskan bukan Presiden (Jokowi). (Tapi) Yang memutuskan pengadilan," ungkap JK.

Wapres pun menegaskan, sejauh ini tidak ada ancaman keselamatan dan keamanan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di Australia. Namun sementara itu, KJRI Sydney diketahui telah mengimbau seluruh WNI di wilayah kerja New South Wales (NSW), Brisbane dan South Australia, agar tenang dan terus berhati-hati.

"Kami mengimbau masyarakat Indonesia di Australia untuk saling menjaga dan berkoordinasi, sambil tetap melaksanakan kegiatan rutinnya masing-masing," ungkap Konsul Jenderal RI di Sydney, Yayan GH Mulyana, dalam pernyataan persnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari rekaman CCTV, terlihat bahwa balon tersebut diletakkan oleh seorang yang diduga berjenis kelamin perempuan, pada Senin (2/3) malam. Setelah insiden tersebut, kantor KJRI Sydney pun berada dalam pengawasan dan penjagaan polisi setempat. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keluarga Duo "Bali Nine" Besok Menyusul ke Cilacap

Keluarga Duo "Bali Nine" Besok Menyusul ke Cilacap

News | Rabu, 04 Maret 2015 | 12:58 WIB

Duo "Bali Nine" Akan Dieksekusi, Menlu Australia Telepon Menlu RI

Duo "Bali Nine" Akan Dieksekusi, Menlu Australia Telepon Menlu RI

News | Rabu, 04 Maret 2015 | 08:51 WIB

Hubungan Indonesia-Australia Tidak Pengaruhi Pertukaran Pemuda

Hubungan Indonesia-Australia Tidak Pengaruhi Pertukaran Pemuda

News | Selasa, 03 Maret 2015 | 17:10 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×