Edward Snowden: Selandia Baru Sadap Cina untuk Amerika Serikat

Ruben Setiawan

Rabu, 11 Maret 2015 | 07:53 WIB
Edward Snowden: Selandia Baru Sadap Cina untuk Amerika Serikat
Pembocor rahasia intelijen Edward Snowde. (Reuters/Charles Platiau)

Suara.com - Sebuah dokumen yang dirilis mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) Edward Snowden mengungkap, Pemerintah Selandia Baru menyadap Cina dan sejumlah negara lain di kawasan Antartika. Kabarnya, Selandia Baru membagikan hasil penyadapan itu dengan Amerika Serikat dan sekutu lainnya.

Dokumen dari bulan April 2013 yang dirilis Snowden baru-baru ini menunjukkan, badan spionase Selandia Baru mengumpulkan data komunikasi dari sekitar 20 negara, termasuk Cina, mitra dagang terbesar Selandia Baru, Jepang, Korea Utara, Iran, dan Antartika.

Data-data tersebut dikumpulkan oleh Biro Keamanan Komunikasi Pemerintah (GCSB) dan diteruskan ke NSA serta agensi intelijen lain di Australia, Inggris, dan Kanada, negara-negara yang tergabung dalam kelompok jaringan pengintai "Five Eyes".

Dokumen terbaru Snowden itu diterbitkan di surat kabar New Zealand Herald. Di situ terungkap, jangkauan GCSB meluas hingga ke luar negeri. Selandia Baru juga meningkatkan aksi pengintaian massalnya dalam beberapa tahun terakhir.

"Jika itu hanya... untuk kepentingan Selandia Baru, amat sulit dipercaya kita menjalankan operasi pengintaian berteknologi tinggi melawan mereka," kata penulis artikel soal pengintaian di surat kabar tersebut, Nicky Hager.

"Satu-satunya alasan rasional mengapa pemerintah kami melakukan ini adalah untuk membayar kewajiban kami, atau membayar harga sebuah persekutuan dengan Amerika Serikat," lanjut Hager.

Kenyataan adanya pengintaian atas Cina, mitra perdagangan bebas yang menerima 20 persen ekspor Selandia Baru pada 2014, dan Jepang, mitra dagang terbesar ke-4 Selandia Baru, menunjukkan bahwa Selandia Baru melakukan pengintaian untuk AS.

"Selandia Baru terus-menerus membantu memberikan NSA akses ke sejumlah kawasan dan negara... yang sulit diakses Amerika Serikat," bunyi sebuah review NSA terhadap operasi GCSB.

Selandia Baru membantu menyadap dengan teknologi intersepsi satelitnya di Waihopai. Negara itu juga mengakses jaringan komunikasi internal lewat perwakilan kedutaan besar dan konsulatnya di negara-negara tetangga.

Terkait hal ini, GCSB dan Perdana Menteri Selandia Baru John Key menolak berkomentar. Selama ini, GCSB dilarang mengintai warganya sendiri, kecuali memang diminta untuk membantu badan lainnya. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Putin Beri Kewarganegaraan Rusia kepada Edward Snowden

Putin Beri Kewarganegaraan Rusia kepada Edward Snowden

News | Selasa, 27 September 2022 | 10:48 WIB

Vladimir Putin Beri Edward Snowden Kewarganegaraan Rusia

Vladimir Putin Beri Edward Snowden Kewarganegaraan Rusia

Tekno | Selasa, 27 September 2022 | 05:24 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×