Kisah Nur'asiah, dari Penari Seksi Plus-plus ke PSK Seizin Kakek

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 18 Maret 2015 | 06:00 WIB
Kisah Nur'asiah, dari Penari Seksi Plus-plus ke PSK Seizin Kakek
Ilustrasi PSK (Shutterstocks)

Suara.com - Ada foto anak perempuan lucu di kamar kecil itu. Perempuan itu mengenakan pakaian selayaknya seorang putri dari istana kerajaan. Gadis kecil itu bernama Nur'asiah

Foto itu masih terpajang di sebuah kamar di rumah kakek Asiah. Sekarang Asiah sudah beranjang dewasa, usianya 21 tahun. Dia sudah mempunyai seorang putra yang berusia 6 tahun.

Di usia belia, 15 tahun, Asiah sudah melahirkan anak dan menjadi ibu. Asiah tinggal di Kecamatan Bongas di Kabupaten Indramayu.

Asiah pernah menjadi PSK selama 18 bulan di King Cross bar di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kariernya dimulai saat dia ditawari temannya untuk menjadi penari telanjang.

"Seorang teman dari dekat desa menawarkan pekerjaan. Dia juga penari seksi," kata Asiah.

Selama bekerja di klub malam, Asiah mendapatkan bayaran Rp40 ribu sekali menari dalam semalam. Jika beruntung, banyak pelanggannya yang menyambi dengan meminum bir. Sebuah botol yang dibuka oleh tamu, Asiah mendapatkan uang Rp10 ribu.

Namun itu 'uang receh'. Sumber penghasilan utamanya dari melayani para lelaki di kamar dengan berhubungan seks.

Tawaran utang Rp30 juta

Awalnya, Asiah mengaku tidak ingin menjadi PSK, dia hanya ingin menjadi penari seksi. Namun majikannya di bar mendorongnya untuk mendapatkan uang yang lebih banyak.

Dia ditawarkan pinjaman uang Rp30 juta. Dengan syarat, Asiah harus menjadi 'penari plus-plus'. Asiah pun menelepon kakeknya di Bongas. Kakeknya setuju cucunya menjadi PSK, bukan lagi hanya penari seksi.

Saya telepon ke rumah, kasih tahu tawaran itu. Katanya 'ya' dan aku harus menjadi penari seksi plus-plus," jelas dia.

Pinjaman uang Rp30 juta dipakai kakek Asiah untuk merenovasi rumah, membeli sepeda motor dan beras. Belum lagi dalam sekali dalam setiap berhubungan seks, Asiah mendapatkan uang Rp 1 juta.

Gugup

Asiah gugup saat pertama kali berhubungan seks. Dia menganggap itu alami, sebab sebenarnya Asiah tidak ingin melakukannya dengan orang yang tidak dia cintai.

"Pertama kali aku merasa gugup dan takut karena dia orang asing. Aku sedih karena dia tidak saya cintai. Saya merasa seperti dipaksa. Aku tidak menyukainya, tapi aku butuh uang," aku Asiah.

Kakeknya, Dasmin mengatakan, pekerjaan sebagai PSK adalah pilihan Asiah, bukan karena disuruh. Dasmin mengatakan itu di samping Asiah yang terlihat hanya diam.

"Tapi yang paling penting, dia melakukan ini semua untuk keluarga," kata (The Age)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

62 Persen Lelaki di Eropa-Asia Sewa PSK

62 Persen Lelaki di Eropa-Asia Sewa PSK

News | Selasa, 18 November 2014 | 07:33 WIB

Mucikari Polandia Paksa Bubuhi Tato PSK Sebagai Tanda Kepemilikan

Mucikari Polandia Paksa Bubuhi Tato PSK Sebagai Tanda Kepemilikan

News | Kamis, 16 Oktober 2014 | 21:02 WIB

Muncikari Histeris saat Penutupan Lokalisasi di Jambi

Muncikari Histeris saat Penutupan Lokalisasi di Jambi

News | Senin, 13 Oktober 2014 | 23:22 WIB

Perempuan Bunuh dan Bakar Polisi yang Menjualnya Jadi PSK

Perempuan Bunuh dan Bakar Polisi yang Menjualnya Jadi PSK

News | Rabu, 08 Oktober 2014 | 19:28 WIB

Terkini

Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026

Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:54 WIB

Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap

Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:50 WIB

Tutorial Menghitung Volume dan Luas Permukaan Tabung Tanpa Tutup

Tutorial Menghitung Volume dan Luas Permukaan Tabung Tanpa Tutup

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 18:48 WIB

Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?

Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 18:45 WIB

Cara Merawat Kulit Berjerawat agar Tetap Sehat dan Skin Barrier Terjaga

Cara Merawat Kulit Berjerawat agar Tetap Sehat dan Skin Barrier Terjaga

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 18:42 WIB

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:37 WIB

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:25 WIB

×