Dukungan kepada Petugas Kebersihan JIS Terus Mengalir

Doddy Rosadi

Kamis, 19 Maret 2015 | 10:27 WIB
Dukungan kepada Petugas Kebersihan JIS Terus Mengalir
Terdakwa kasus sodomi di JIS Virgiawan Amin (Awan) (suara.com/Nur Ichsan)

Suara.com - Banyaknya kejanggalan yang muncul selama persidangan kasus dugaan kekerasan seksual di Jakarta Intercultural School (JIS) terus melahirkan banyak dukungan terhadap sekolah itu. Sejumlah tokoh dan pegiat hak asasi manusia yang awalnya percaya bahwa kasus ini benar terjadi, kini justru berbalik memberikan dukungan kepada JIS dan para terpidana untuk mendapatkan keadilan.

Salah satu tokoh pengusaha perempuan yang juga adalah orangtua murid di JIS, Shinta Kamdani mengatakan, pada awalnya kasus dugaan kekerasan seksual di JIS ini memang sangat meyakinkan.

Namun, kata dia, sejalan dengan bergulirnya persidangan dan terungkapnya fakta-fakta medis dan fakta lainnya, menjadikan kasus ini semakin absurd. Apalagi dibalik pelaporan kasus ini ke polisi juga muncul permintaan uang ke JIS hingga triliunan rupiah sebagai ganti rugi.

"Sebagai orang Indonesia saya sedih, prihatin bahwa ada 7 pekerja kebersihan dan guru di JIS harus menjadi korban dari perbuatan yang saya yakin tidak pernah mereka lakukan. Jangan dilupakan, walaupun ini sekolah internasional yang menjadi korban kasus ini adalah orang-orang Indonesia yang hidupnya sudah susah," jelas Shinta, dalam surat elektronik yang diterima suara.com, Kamis (19/3/2015).

Shinta menilai kasus ini sebagai bentuk kriminalisasi, karena tidak didukung oleh bukti-bukti medis yang kuat. Bahkan dalam kasus dua guru yang melibatkan Neil Bantleman dan Ferdinant Tjong, tempat dan waktu peristiwanya tak jelas. Untuk meyakinkan adanya kasus ini publik dicekoki dengan informasi yang seolah-olah nyata.

"Opini publik yang menyesatkan telah menjadikan kasus JIS seperti nyata. Karena itu sebagai ibu dan orangtua, kami berharap hukum dapat mengungkap kasus ini dengan seadil-adilnya. Ada anak dan istri para pekerja kebersihan serta guru yang sangat menderita dan sangat terancam masa depannya," papar Shinta.

Menurut Shinta, JIS adalah institusi yang sangat mengedepankan aspek keamanan dan kontrol yang sangat ketat dalam lingkungan pendidikan. Kedua guru JIS yang sedang dalam proses peradilan saat ini adalah guru yang telah mengabaikan hidupnya bertahun-tahun untuk pendidikan.

Bahkan. tambah Shinta, Neil Bantleman, yang berkewarganegaraan Inggris dan Kanada, selama lebih dari 4 tahun mengajar di JIS juga membantu anak-anak Indonesia yang tidak mampu untuk menikmati pendidikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Orangtua Murid JIS Berharap Pengadilan Bisa Ungkap Kebenaran

Orangtua Murid JIS Berharap Pengadilan Bisa Ungkap Kebenaran

News | Rabu, 11 Maret 2015 | 05:40 WIB

Komnas HAM Minta Kompolnas Usut Kasus JIS

Komnas HAM Minta Kompolnas Usut Kasus JIS

News | Kamis, 05 Februari 2015 | 18:27 WIB

Dugaan Pelanggaran HAM dalam Kasus JIS Dilaporkan ke Kompolnas

Dugaan Pelanggaran HAM dalam Kasus JIS Dilaporkan ke Kompolnas

News | Rabu, 28 Januari 2015 | 11:12 WIB

Menguat, Dugaan Rekayasa dalam Kasus Sodomi di JIS

Menguat, Dugaan Rekayasa dalam Kasus Sodomi di JIS

News | Rabu, 21 Januari 2015 | 15:41 WIB

Peradi: Saksi Ahli Tidak Kompeten Berbahaya bagi Penegakan Hukum

Peradi: Saksi Ahli Tidak Kompeten Berbahaya bagi Penegakan Hukum

News | Senin, 19 Januari 2015 | 14:32 WIB

Kuasa Hukum Terdakwa JIS: Keterangan Saksi Seperti Cerita Fiksi

Kuasa Hukum Terdakwa JIS: Keterangan Saksi Seperti Cerita Fiksi

News | Rabu, 07 Januari 2015 | 10:08 WIB

Hotman Paris: Ada Dua Kejanggalan dalam Sidang Kasus JIS

Hotman Paris: Ada Dua Kejanggalan dalam Sidang Kasus JIS

News | Rabu, 24 Desember 2014 | 14:54 WIB

KPAI: Putusan Hakim Sesuai Fakta, Sodomi di JIS Benar Terjadi

KPAI: Putusan Hakim Sesuai Fakta, Sodomi di JIS Benar Terjadi

News | Selasa, 23 Desember 2014 | 07:51 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×