Jadi Tersangka Korupsi, Kepala Daerah Terpilih Tak Perlu Dilantik

Doddy Rosadi

Jum'at, 20 Maret 2015 | 07:39 WIB
Jadi Tersangka Korupsi, Kepala Daerah Terpilih Tak Perlu Dilantik
Ilustrasi: Media center KPU. [ANTARA FOTO/Andika Wahyu]

Suara.com - Badan Pengawas Pemilu memahami wacana yang dilontarkan Komisi Pemilihan Umum Pusat terkait penundaan pelantikan calon kepala daerah terpilih yang menjadi tersangka kasus korupsi.

Anggota Bawaslu, Endang Wihdatianingsih mengatakan, wacana tersebut merupakan upaya KPU untuk mendukung gerakan pemberantasan korupsi.

Menurutnya, penundaan pelantikan calon kepala daerah terpilih adalah langkah moral yang harus dilakukan oleh KPU.

“Kita kan sudah lihat pada pemilu legislatif lalu bahwa ada caleg yang terpilih dan kemudian menjadi tersangka korupsi. Memang wacana ini pasti akan menimbulkan polemik. Karena itu, KPU harus mengkonsultasikan wacana tersebut bersama DPR dan pemerintah,” kata Endang kepada suara.com melalui sambungan telepon, Jumat (20/3/2015).

Endang mengatakan, wacana itu perlu diskusi yang panjang karena akan ada anggapan bahwa tersangka korupsi belum pasti bersalah hingga ada keputusan hukum yang tetap.

Sebelumnya, KPU berencana untuk menunda pelantikan calon kepala daerah terpilih. Pelantikan ditunda hingga muncul keputusan hukum tetap. Namun, rencana penundaan pelantikan calon kepala daerah yang menjadi tersangka korupsi tidak diatur dalam UU Pilkada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

10 Hasil Rakernas Asosiasi Pemprov di Ambon

10 Hasil Rakernas Asosiasi Pemprov di Ambon

News | Sabtu, 28 Februari 2015 | 16:00 WIB

Terkini

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

Startup Digital Purwodadi Bangun Ekosistem Kreatif, Anak Muda Lokal Jadi Motor Penggerak

Startup Digital Purwodadi Bangun Ekosistem Kreatif, Anak Muda Lokal Jadi Motor Penggerak

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 20:30 WIB

×