Inikah yang Terjadi Dalam Kokpit Germanwings Sebelum Terhempas?

Ruben Setiawan

Jum'at, 27 Maret 2015 | 16:00 WIB
Inikah yang Terjadi Dalam Kokpit Germanwings Sebelum Terhempas?
Ilustrasi kokpit pesawat. (Shutterstock)

Suara.com - Kopilot pesawat Germanwings 9525, Andreas Lubitz, diduga sudah merancang aksinya, menabrakkan pesawat yang mengangkut 150 penumpang, termasuk dirinya, ke Pegunungan Alpen pada hari Selasa, 24 Maret 2015 lalu. Lansiran Dailybeast, ada satu petunjuk menonjol yang memperkuat dugaan bahwa Lubitz telah merencanakan semuanya dengan rapi.

Jaksa penuntut Marseille, Prancis, Brice Robin, menyatakan, Lubitz sengaja mengunci dirinya di dalam kokpit pesawat bernomor penerbangan 9525 itu. Di dalam kokpit, Lubitz diduga memanipulasi sistem manajemen terbang yang dapat membuat pesawat mengurangi ketinggian.

Lubitz, menurut sang jaksa, berhasil mengelabuhi sistem komputer canggih Airbus A320 yang ia kemudikan. Dengan manipulasi, komputer tidak mendeteksi adanya anomali.

Inilah kunci dari rencana Lubitz. Sistem komputer Airbus A320 menggunakan "flight protection envelope", sebuah fitur yang mencegah pilot melakukan kesalahan manuver sehingga dapat membuat pesawat tidak stabil. Dengan hati-hati, Lubitz tidak membuat pesawat menukik tajam, sehingga tidak terdeteksi oleh fitur canggih tersebut.

Dalam beberapa insiden pesawat sebelumnya, pilot tidak melakukan seperti yang dilakukan Lubitz. Sebaliknya, mereka membuat pesawat menukik tajam, seolah seperti terjun bebas.

Di sinilah cerdiknya Lubitz. Ia sadar, fitur envelope akan mencegah pesawat melakukan manuver ekstrem, maka ia membuat pesawat mengurangi ketinggian secara wajar.

Sesungguhnya, ia bisa mengambil jalan pintas, yakni dengan memutuskan sistem manajemen terbang dengan komputer, lalu mengemudikannya secara manual. Namun, hal itu akan memakan banyak waktu. Maka, ia hanya mengurangi ketinggian secara normal, selayaknya pilot mengurangi ketinggian untuk tujuan navigasi.

Adalah hal yang wajar bagi seorang kopilot untuk mengambil alih kemudi ketika pesawat sudah mencapai ketinggian tertentu. Apalagi, hanya butuh waktu sejenak bagi seorang kapten untuk pergi ke toilet yang notabene terletak tepat di belakang kokpit.

Terlepas dari itu, Lubitz tampaknya juga memang tidak memilih tempat tertentu untuk melaksanakan rencananya. Hanya saja, mungkin kebetulan sang kapten pergi ke toilet dan saat itu, pesawat sedang berada di atas Pegunungan Alpen.

Belum diketahui bagaimana Lubitz bisa sampai pada keputusan untuk merencanakan dan melakukan kejahatan tersebut. Jaksa penuntut Prancis mengatakan, berdasarkan rekaman suara kokpit, Lubitz bernafas dengan tenang meskipun pesawat terus kehilangan ketinggian. (Dailybeast)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim

Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam

Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:09 WIB

Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik

Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Bapemperda DPRD DKI Jakarta Dorong PAM Jaya Percepat Perbaikan Pipa

Bapemperda DPRD DKI Jakarta Dorong PAM Jaya Percepat Perbaikan Pipa

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:59 WIB

Gerak Cepat Tangani Rob Pati, Ahmad Luthfi Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul

Gerak Cepat Tangani Rob Pati, Ahmad Luthfi Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:58 WIB

Alasan Kesehatan, Hakim Bacakan Vonis Nadiem Makarim Selasa Pekan Depan

Alasan Kesehatan, Hakim Bacakan Vonis Nadiem Makarim Selasa Pekan Depan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:56 WIB

Ikatan Keluarga Dewan DPRD DKI Perkuat Organisasi dan Pengabdian Masyarakat

Ikatan Keluarga Dewan DPRD DKI Perkuat Organisasi dan Pengabdian Masyarakat

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

55 Ribu Pekerja Terancam PHK, DPR Siapkan Rapat Koordinasi untuk Mitigasi

55 Ribu Pekerja Terancam PHK, DPR Siapkan Rapat Koordinasi untuk Mitigasi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:41 WIB

Israel Cuek Iran - AS Damai, Lebanon Terus Digempur

Israel Cuek Iran - AS Damai, Lebanon Terus Digempur

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:38 WIB

Nadiem Makarim: Banyak yang Larang Saya Jadi Menteri Jokowi

Nadiem Makarim: Banyak yang Larang Saya Jadi Menteri Jokowi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:31 WIB