Polisi Tangkap Satu Lagi Terduga ISIS di Tulungagung

Laban Laisila Suara.Com
Jum'at, 27 Maret 2015 | 19:47 WIB
Polisi Tangkap Satu Lagi Terduga ISIS di Tulungagung
Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengawal petugas yang membawa barang bukti dari rumah Tuah Febriwansyah yang diduga terlibat dalam jaringan ISIS di Tangerang Selatan, Banten, Minggu (22/3). (Antara)

Suara.com - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri bersama tim Polda Jatim menangkap satu lagi terduga anggota gerakan radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Tulungagung.

"Benar, jam 09.00 WIB, Densus bersama kami menangkap terduga teroris di Tulungagung, yakni RS," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf di Surabaya, Jumat (27/3/2015).

Didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono, dia menjelaskan RS memiliki kaitan dengan tiga terduga teroris yang ditangkap di Malang, Rabu (25/3/2015).

"RS ikut pelatihan ISIS di Syiria selama satu bulan, jadi dia ada kaitan dengan kelompok Malang, karena itu tim Densus mengamankan sejumlah dokumen dia," katanya.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak menerima ajakan jihad ke Syiria, karena banyak jihad yang bisa dilakukan di Indonesia, di antaranya kemiskinan.

"Apalagi, mereka dikenal masyarakat setempat sebagai warga biasa, karena itu masyarakat harus mengamati keberagamaan seseorang, sebab agama apapun mengajarkan kesejukan dan kedamaian, bukan kekerasan," katanya.

Sebelumnya tiga terduga anggota ISIS ditangkap di Malang, yakni Abdul Hakim, Helmi Muhammad Alamudi dan Ahmad Junaedi.

Secara terpisah, pakar terorisme UIN Sunan Ampel Surabaya Prof Dr Akhmad Muzakki menegaskan bahwa ada dua sumber jaringan teroris di Indonesia.

"Kelompok yang frustasi dengan keadaan (kelompok hopeless) dan kelompok yang mengalami migrasi Indonesia-Malaysia (kelompok TKI), karena itu ada tiga tipe kelompok radikal di Indonesia," katanya.

Menurut Muzakki yang juga Sekretaris PWNU Jatim itu, tiga tipe dimaksud adalah genealogi, ideologi patronase, dan ideologi etnis.

"Tipe genealogi itu berkaitan dengan pemain lama, seperti Ustaz Rasyid Ridho yang putra Abubakar Ba'asyir," katanya kepada Antara di Kantor PWNU Jatim.

Tipe ideologi patronase itu berkaitan dengan hubungan guru-murid, seperti terduga ISIS di Dau Malang (Ustaz Romli) yang merupakan murid Ustaz Rasyid Ridho.

"Tipe ideologi etni itu berkaitan etnis Arab yang kebetulan dalam satu kelompok Al-Irsyad, seperti terduga ISIS yang baru saja ditangkap di Malang," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI