Bukan Hanya Soal Suhu: Apa yang Membuat Hutan Bumi Menyerap Lebih Banyak Karbon?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 11 Juni 2026 | 11:55 WIB
Bukan Hanya Soal Suhu: Apa yang Membuat Hutan Bumi Menyerap Lebih Banyak Karbon?
Potret Hamparan Pohon di Hutan (Pexels/Diego Girón)

Suara.com - Di tengah kekhawatiran bahwa perubahan iklim akan melemahkan kemampuan alam menyerap emisi karbon, penelitian terbaru justru menunjukkan temuan yang memberi perspektif baru: ekosistem daratan di Bumi ternyata semakin banyak menyerap karbon dioksida (CO2) dalam dua dekade terakhir.

Namun, peningkatan ini bukan terutama karena tanaman berhasil beradaptasi dengan suhu yang semakin panas.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal One Earth berjudul Photosynthetic Optimum Temperature Plays a Minor Role in the Increase of Terrestrial Carbon Uptake from 2000 to 2019 menemukan bahwa peningkatan kemampuan penyerapan karbon lebih banyak dipengaruhi oleh efisiensi penggunaan air dan bertambahnya luas kanopi daun.

Penelitian ini dipimpin oleh Prof. José M. Grünzweig dan Dr. Chongyang Xu dari Robert H. Smith Institute of Plant Sciences and Genetics in Agriculture, Hebrew University of Jerusalem, bersama sejumlah peneliti internasional.

Mengapa penyerapan karbon meningkat?

Selama ini, banyak ilmuwan beranggapan bahwa ketika suhu global meningkat, tanaman akan menyesuaikan suhu optimal fotosintesis agar tetap mampu menyerap karbon dalam jumlah besar.

Fotosintesis merupakan proses ketika tanaman menyerap CO2 dari atmosfer dan mengubahnya menjadi energi. Proses ini menjadi salah satu mekanisme alami terpenting dalam membantu menahan laju pemanasan global.

Untuk memahami bagaimana perubahan tersebut terjadi, para peneliti menganalisis data global dari pengukuran karbon di lapangan dan pengamatan satelit selama periode 2000–2019.

Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun kemampuan penyerapan karbon meningkat di banyak wilayah dunia, suhu optimal fotosintesis ternyata relatif tidak banyak berubah, terutama di kawasan kering dan dingin.

baca juga

Peneliti memperkirakan perubahan suhu optimal hanya menjelaskan kurang dari 20 persen dari peningkatan penyerapan karbon global.

Sebaliknya, faktor yang lebih dominan adalah kemampuan tanaman menggunakan air secara lebih efisien serta meningkatnya luas permukaan daun.

Secara sederhana, tanaman mampu menyerap lebih banyak karbon tanpa harus menggunakan lebih banyak air.

“Studi kami menunjukkan bahwa air memainkan peran yang jauh lebih besar daripada yang sebelumnya diakui,” kata Prof. José M. Grünzweig.

Menurut para peneliti, memahami bagaimana tanaman mengelola air dan membangun kanopi menjadi penting untuk memperkirakan kapasitas penyerapan karbon alami Bumi di masa depan.

Apa artinya bagi Indonesia?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menjaga Pengetahuan yang Tumbuh di Hutan: Cerita Sekolah Adat Manusela Mengenalkan Obat Kampung

Menjaga Pengetahuan yang Tumbuh di Hutan: Cerita Sekolah Adat Manusela Mengenalkan Obat Kampung

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:20 WIB

Menanam Pohon Saja Tak Cukup: Mengapa Penghijauan Kota Bisa Gagal Mengurangi Panas?

Menanam Pohon Saja Tak Cukup: Mengapa Penghijauan Kota Bisa Gagal Mengurangi Panas?

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:23 WIB

Benarkah Pemerataan Lapangan Kerja Bisa Kurangi Kemacetan dan Polusi?

Benarkah Pemerataan Lapangan Kerja Bisa Kurangi Kemacetan dan Polusi?

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:32 WIB

Terkini

Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:36 WIB

Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim

Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:30 WIB

4 Micellar Water Probiotic Jaga Keseimbangan Skin Barrier pada Kulit Kering

4 Micellar Water Probiotic Jaga Keseimbangan Skin Barrier pada Kulit Kering

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:20 WIB

Berdayakan UMKM Lokal, BRI Hadirkan Pelatihan Terpadu Lewat Rumah BUMN Demak

Berdayakan UMKM Lokal, BRI Hadirkan Pelatihan Terpadu Lewat Rumah BUMN Demak

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:11 WIB

Viral Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Polri Ungkap Fakta Sebenarnya

Viral Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Polri Ungkap Fakta Sebenarnya

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:10 WIB

Survei SMRC Beberkan Dua Faktor Utama Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Anjlok Tajam

Survei SMRC Beberkan Dua Faktor Utama Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Anjlok Tajam

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:08 WIB

Nasib Tragis Bintang Film Dewasa Alami Kerusakan Otak Permanen, Minta Ganti Rugi Rp45 M

Nasib Tragis Bintang Film Dewasa Alami Kerusakan Otak Permanen, Minta Ganti Rugi Rp45 M

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:03 WIB

Berhenti Menggosok Dudukan Toilet Umum dengan Tisu, Ini Cara Membersihkan yang Benar

Berhenti Menggosok Dudukan Toilet Umum dengan Tisu, Ini Cara Membersihkan yang Benar

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 12:57 WIB

John Herdman Diolok-olok Publik Vietnam Disebut Sok Tahu dan Salah Data

John Herdman Diolok-olok Publik Vietnam Disebut Sok Tahu dan Salah Data

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 12:53 WIB

Manga Sometimes Even Reality Is a Lie! Diadaptasi Jadi Anime, Tayang 2027

Manga Sometimes Even Reality Is a Lie! Diadaptasi Jadi Anime, Tayang 2027

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 12:50 WIB

×