Suara.com - Humas dan Protokol Mesjid Istiqlal, Abu mengatakan jika bangunan Mesjid Istiqlal dan Gereja Katedral memang sengaja dibangun Presiden Sukarno secara berdekatan.
Alasan utama Bung Karno membangun dua tempat ibadah itu untuk mempererat kerukunan antara umat Muslim dan umat Katolik di Indonesia.
"Memang sejarah mesjid Istiqlal dan Katedral itu sangat erat. Kenapa, karena memang bung Karno ingin memperatkan antar umat beragama. Bukan agama yang ingin dieratkan tapi umatnya. Agar dapat saling bersilahturahmi," kata Abu saat ditemui suara.com di Mesjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (3/4/2015).
Dia menceritakan awal mula di bangunnya Mesjid termegah di Asia Tenggara itu.
"Nah sengaja bangunan istiqlal itu dibangun di situ. Dulu ini taman yang dikorbankan untuk didirikan sebuah mesjid. Yang adalah taman terbesar di Asia Tenggara. Waktu itu, terindah dan megah, sekarang tamannya (bernama) Wijayakusuma,” terang Abu.
Menurut dia, Mesjid tersebut juga dibangun dengan tujuan mensyukuri nikmat kemerdekaan sebagai manifestasi rasa syukur dan untuk mempererat toleransi umat beragama.
"Makanya diberi nama istiqlal. Yang itu artinya merdeka dalam bahasa arab. Mesjid juga diupayakan oleh bung Karno bersama teman-teman dan pendiri sebagai simbol toleransi beragama di Indonesia," katanya.
Pembangunan Mesjid Istiqlal sendiri, katanya, juga dibangun oleh arsitek kenamaan yang bukan beragama Islam.
"Kalau kita lihat sejarahnya, pembangunan mesjid ini tidak didominasi kaum muslim. Tapi ada juga tokoh2 dari luar Islam. Dari non Muslim, Protestan dan Katolik. Yang paling terkenal adalah bapak Fredrick Silaban, dia adalah arstitek Mesjid Istiqlal. Beliau bukan islam, beliau seorang kristen. Tapi beliau sangat berjasa dalam pembangunan mesjid Istiqlal," kata Abu.
Humas Paskah 2015 Gereja Katedral Jakarta Robert Kenji juga membenarkan jika salah satu arsitek yang membangun Mesjid Istiqlal adalah seorang Nasrani.
Untuk itu, dia berharap kerukunan antara umat beragama di Indonesia bisa terus terjalin. Seperti sejarah berdirinya Mesjid Istiqlal dan Gereja Katolik Katedral yang menjadi simbol perekat antar umat beragama.
"Kami berharap kerukunan umat beragama di Indonesia ini semakin erat dengan tanpa adanya diskriminasi atau masalah-masalah. Kecurigan-kecurigaan antar umat beragama kita berharap itu tidak terjadi, karena toh dari sejarah kita tahu, yang membangun mesjid istiqlal seorang umat Nasrani," kata Kenji.