Cerita Duka dan Mistis Kamar Indekos Nomor 28 TKP Deudeuh Dibunuh

Siswanto | Bagus Santosa | Suara.com

Selasa, 14 April 2015 | 16:57 WIB
Cerita Duka dan Mistis Kamar Indekos Nomor 28 TKP Deudeuh Dibunuh
Inilah kamar Deudeuh Alfisahrin. Boarding House, nomor 28, Jalan Tebet Utara, Tebet, Jakarta Selatan. (suara.com/Bagus Santosa)
Kamar nomor 28 Boarding House, Jalan Tebet Utara, Tebet, Jakarta Selatan, masih terpasang garis polisi. Pintu yang terbuat dari kayu tertutup rapat dan tidak boleh dibuka oleh siapapun.

Kamar ini merupakan lokasi pembunuhan penghuni kos cantik, Deudeuh Alfisahrin (29). Deudeuh ditemukan tidak bernyawa pada Sabtu (11/4/2015) malam dengan kondisi bugil dan mulut disumpal kaos kaki serta leher terjerat kabel.

Buche tetangga korban di kamar 24 ini mengaku kaget dengan peristiwa itu. Empi (panggilan Deudeuh) yang dia kenal sebagai orang tertutup, telah meninggal dunia.

Dia kaget dan baru tahu kabar saat pulang kerja pada Sabtu pukul 21.00 WIB. Dia kaget lantaran kamar Empi sudah diberi garis polisi. Dia lantas bertanya kepada tetangga lain mengenai apa yang terjadi.

"Saya kaget, dia orangnya tertutup. Kata tetangga, Empi ditemukan meninggal oleh polisi pas pintunya dibuka paksa jam 20.00 WIB," kata Buche saat ditemui suara.com, Selasa (14/4/2015).

Mulai hari Minggu (12/4/2015), polisi mulai berdatangan. Buche pun dimintai keterangan. Dia menjelaskan seadanya karena memang tidak terlalu akrab dengan korban. Ia juga mengaku tahu peristiwanya.

"Saya sih mulai terganggu, banyak wartawan dan polisi yang datang. Tapi saya harap ini kasus cepat terbuka biar cepat selesai dan kita nyaman lagi," kata Buche.

Sama hal dengan tetangga Empi lainnya, Aurel (24), penghuni kamar nomor 30. Dia juga sudah tidak nyaman lagi tinggal di indekos ini. Bukan apa-apa, setiap malam dia mulai merasakan hal-hal mistis dari kamar Empi sejak ada kasus pembunuhan. Kamar Aurel sendiri tepat berada di depan kamar Empi sehingga dia memutuskan untuk pindah indekos.

"Aku mulai nggak nyaman. Ini mau pindah kosan. Karena di hari pertama meninggalnya Empi, ada suara-suara aneh dari kamarnya. Saya jadi nggak nyaman," kata Aurel.

Mengenai sosok Empi, Aurel enggan bercerita banyak. Aurel mengaku sudah tidak berhubungan lagi dengannya sejak delapan bulan yang lalu. Sebab, dia pernah selisih paham. Mereka tidak saling sapa lagi.

"Hampir delapan bulan saya marahan. Tapi saya shock banget denger kabar ini," kata Aurel.

Pengelola indekos, Surya, mengatakan Empi merupakan orang yang baik. Pria tambun ini bercerita Empi memang tidak pernah punya masalah dengan orang lain. Bahkan, Surya kerap menjadi teman cerita Empi bila ada apa-apa.

"Dia mah nggak ada masalah. Cuma, waktu kecilnya ini yang sedih. Waktu dia lahir, ibunya meninggal. Terus nggak lama setelah itu ayahnya juga meninggal. Akhirnya dia hidup sendirian dan dirawat oleh tantenya di Condet. Terus setelah mandiri dia tinggal di sini," kata Surya yang bilang Empi sudah lima tahun di indekos.

Surya mengelola indekos sejak 1983 dan baru direnovasi pada tahun 2004. Total kamar di indekos ada 27 kamar dengan ukuran sekitar 3x4 meter. Seluruh indekos selalu penuh ketika ditinggal pemilik sebelumnya.

Selain strategis, Surya menyebut tarif indekos tergolong murah. Aman pula. Setiap kamar, harganya Rp2,5 juta per bulan. Itu sudah fasilitas AC dan kamar mandi dalam.

Untuk diketahui, Empi ditemukan tewas di indekos. Empi dibunuh oleh orang yang diduga sudah dikenalnya.

Malam sebelum ditemukan tewas, Empi menerima tamu di indekos. Namun, polisi masih belum berhasil mengidentifikasi tamu terakhir yang diduga tahu betul detik-detik terakhir hidup Empi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sebelum Meninggal, Banyak 'Teman' Tata Chubby Mengaku Puas

Sebelum Meninggal, Banyak 'Teman' Tata Chubby Mengaku Puas

News | Selasa, 14 April 2015 | 06:53 WIB

Esek-esek Online, Mereka Tak Suka Lelaki yang Bicara Bertele-tele

Esek-esek Online, Mereka Tak Suka Lelaki yang Bicara Bertele-tele

News | Selasa, 14 April 2015 | 07:13 WIB

Esek-esek Online Itu Upgrading Metode, Ikuti Perkembangan Zaman

Esek-esek Online Itu Upgrading Metode, Ikuti Perkembangan Zaman

News | Selasa, 14 April 2015 | 06:45 WIB

Prostitusi Kian Canggih, Bahkan Bisa Booking Lewat Twitter

Prostitusi Kian Canggih, Bahkan Bisa Booking Lewat Twitter

News | Senin, 13 April 2015 | 16:34 WIB

Siapa Lelaki yang Bertengkar dengan Tata Chubby di Kamar Kos?

Siapa Lelaki yang Bertengkar dengan Tata Chubby di Kamar Kos?

News | Senin, 13 April 2015 | 14:32 WIB

Terkini

Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten

Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:26 WIB

Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal

Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:20 WIB

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:03 WIB

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:56 WIB

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:41 WIB

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:00 WIB

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:56 WIB

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:42 WIB