Dari Manuskrip yang Ditelan Tsunami hingga Ditipu Datuk Malaysia

Arsito Hidayatullah

Sabtu, 18 April 2015 | 16:41 WIB
Dari Manuskrip yang Ditelan Tsunami hingga Ditipu Datuk Malaysia
Beberapa di antara manuskrip kuno yang dikoleksi Tarmizi A Hamid, saat dikunjungi Rabu (15/4/2015). [Suara.com/Alfiansyah Ocxie]

Suara.com - Kendati memiliki ratusan naskah kuno atau manuskrip-manuskrip istimewa, tak sedikit pula sebenarnya manuskrip koleksi Tarmizi A Hamid yang hilang. Sebagaimana diceritakan lelaki Aceh itu, jumlah manuskrip yang dia koleksi seharusnya sudah melebihi 500 manuskrip.

Namun menurut Tarmizi, karena banyaknya manuskrip yang hilang, maka jumlah koleksinya saat ini hanya 482 buah. Dari jumlah itu, 20 di antaranya pun belum memiliki rincian, lantaran isinya belum diketahui.

Manuskrip yang hilang itu, jelas Tarmizi, sebagiannya ada yang ditelan bencana tsunami pada tahun 2004 lalu. Namun ada pula yang lantaran dipinjam pihak tertentu tapi lantas tak dikembalikan. Manuskrip yang ditelan tsunami sendiri menurut Tarmizi berjumlah 115 manuskrip.

"115 buah bundel naskah kuno (yang) merupakan koleksi spesial, hilang disapu gelombang tsunami. Tak ada yang tertinggal," katanya, saat dikunjungi Suara.com baru-baru ini.

Menurutnya pula, ke-115 manuskrip itu merupakan karya-karya spesial yang dikarang oleh para syekh dan intelektual Islam yang tak tergantikan. Antara lain adalah Syekh Nurruddin Ar Raniry, Syehk Hamzah Al Fansury, Syekh Abdussamad Al Palembany, serta sejumlah syekh-syekh besar lainnya.

"Mereka itu syekh lintas zaman. Karya-karya mereka sering diburu oleh bangsa-bangsa dunia, khususnya bangsa Melayu seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam," tuturnya.

Kesemua karya ternama itu, kata Tarmizi, harus tak bersisa, lantaran rumah yang dihuni Tarmizi kala itu di kawasan Lingke, Banda Aceh --saat ini menjadi kompleks keistimewaan di samping Kantor Gubernur Aceh-- dalam keadaan kosong tak berpenghuni. Saat itu, Tarmizi menurutnya sedang berada di Medan, serta hendak menuju Brunei untuk mencari informasi terkait manuskrip.

"Hilang tak berjejak. Gak ada yang selamat satu pun. Waktu kejadian tsunami, saya sedang di Medan, hendak menuju Brunei Darussalam untuk menghadiri kegiatan budaya dan tukar pikiran dengan orang-orang asli Borneo," tuturnya.

Berikutnya, kata Tarmizi lagi, ada pula manuskrip yang hilang karena dipinjam tak dikembalikan. Manuskrip-manuskrip ini berupa Al Quran yang sudah berusia 4 abad, yang memiliki sedikit perbedaan dengan Al Quran yang ada padanya saat ini. Naskah itu merupakan kitab berbahasa Melayu, kitab Arab, serta dua tafsir dan sastra.

"Ada enam jumlahnya semua yang dipinjam tak dikembalikan. Ini karya-karya yang luar biasa dan fenomenal," ujar Tarmizi.

Dikatakannya, keenam manuskrip itu dipinjam oleh seorang pengusaha dari Malaysia bernama Datuk Paduka Sri Mir Khan. Menurut Tarmizi, sosok itu juga tercatat sebagai salah seorang pakar ekonomi Malaysia lulusan Cornell University, Amerika Serikat (AS).

"Dia (Datuk Mir Khan) sering ke Aceh dan mengunjungi Sabang. Karena melihat sosoknya yang tak mungkin menipu, saya percaya ketika dia meminjam enam manuskrip itu untuk dibawa ke Malaysia," ujarnya.

Adapun alasan sang Datuk meminjam manuskrip saat itu, menurut Tarmizi, adalah untuk dipamerkan pada acara International Exhibition Manuscript 2009 di Kuala Lumpur. Acara itu disebut disponsori langsung oleh negara Dubai.

"Dia meminjam, (tapi) tidak ada akad jual beli atas naskah itu. Memang pernah dia mengirimi uang untuk saya, tapi bukan terkait manuskrip. Uang (itu) untuk bantuan pribadi. Saya sudah ingatkan berkali-kali, itu tidak akan saya jual. Karena karya-karya (itu) luar biasa dan sulit didapat," tegasnya.

"Tidak ada perjanjian jual-beli naskah kuno antara kami," tegasnya lagi.

Manuskrip yang Dipinjam Tak Pernah Kembali
Nyatanya, berbulan-bulan setelah acara berlangsung, lanjut Tarmizi, manuskrip itu tak kunjung dikembalikan. Untuk mendapatkan manuskrip yang dipinjam itu, Tarmizi mengaku bahkan sudah menempuh berbagai cara, mulai dari menelepon, hingga berkunjung langsung ke Malaysia.

"Saya telepon, jawabannya segera dikembalikan. Begitu aja, sampai akhirnya pada tahun 2010 saya ke Malaysia," katanya.

Sesampai di negeri jiran itu, menurut Tarmizi, dia kembali menghubungi sang Datuk. Setelah beberapa kali dihubungi, Datuk Mir Khan berjanji untuk bertemu dengannya di sebuah tempat. Namun setelah menunggu sekian lama di tempat yang dijanjikan, Datuk tersebut tak kunjung tiba. Hingga hari-hari berikutnya selama di Malaysia, Tarmizi mengaku selalu tertipu dengan janji Mir Khan.

"Dia cuma janji-janji, besok ke besok, akan menemui saya. Namun kenyataannya, dia tak pernah hadir membawa manuskrip itu," tukasnya.

Karena masih merasa yakin manuskrip itu akan dikembalikan, setelah pulang dari Malaysia pun, Tarmizi mengaku masih bolak-balik menghubungi sang Datuk. Namun hasilnya masih sama yaitu janji-janji palsu belaka.

"Tahun 2011, saya kembali lagi ke Malaysia. Saya hubungi dia lagi, (tapi) sudah orang lain yang ngangkat. Oleh orang itu dibilang jika nomor yang saya hubungi bukan Datuk Mir Khan, 'Jadi jangan hubungi-hubungi lagi ke mari,'" ucap Tarmizi menirukan apa yang disampaikan di balik telepon itu.

Sejak saat itu, Tarmzi pun mengaku akhirnya pasrah, merelakan manuskrip koleksinya dicuri sang Datuk. Meski demikian, sesekali dia masih juga berusaha mencari tahu tentang keberadaan Mir Khan dan manuskripnya.

Tarmizi mengaku pernah minta bantuan sahabatnya Dr Husaini Ibrahim, seorang dosen di Universitas Syiah Kuala, yang juga menjadi saksi atas peminjaman manuskrip oleh Datuk Mir Khan. Namun nyatanya, usaha itu tetap tak membuahkan hasil. Dr Husaini juga mengalami nasib serupa dengan Tarmizi.

"Dihubungi sama beliau (Dr Husaini), tapi yang ngangkat ngakunya bukan si Datuk itu lagi," ujarnya.

Belajar dari pengalaman itu, Tarmizi mengaku kemudian sangat sulit untuk memberikan manuskripnya kepada orang lain. Diceritakannya, bahkan pernah suatu ketika mantan Wali Kota Banda Aceh, almarhum Mawardy Nurdin, memintanya untuk memamerkan manuskrip-manuskrip itu di ajang Pekan Kebudayaan Aceh yang saat itu turut dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya tanya kepada beliau (Wali Kota) waktu itu, jika naskah ini hilang atau diminta oleh Presiden, bagaimana pertanggungjawabannya ke saya. Wali Kota gak bisa jawab saat itu. Kalau di luar (negeri), ini dijamin negara melalui asuransi. Kita tidak ada," katanya.

Sehubungan dengan itu, agar manuskrip miliknya terjaga dan bisa bermanfaat bagi orang lain, Tarmizi bercita-cita ingin mendirikan sebuah museum manuskrip di Aceh. Hanya saja, keinginan itu belum kunjung terealisasi lantaran dirinya tak punya biaya. Saat ini menurutnya, yang bisa dia lakukan hanyalah merawat manuskrip itu apa adanya.

"Dukungan kecil sekali untuk naskah-naskah warisan para sultan ini. Maka saya berusaha pelan-pelan, menyisihkan sebagian gaji saya untuk merawat ini semua, agar tetap terjaga dan bermanfaat," tandasnya. [Alfiansyah Ocxie]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kitab-kitab Kuno Itu Berisi Sejarah Islam hingga Beragam Ilmu

Kitab-kitab Kuno Itu Berisi Sejarah Islam hingga Beragam Ilmu

News | Jum'at, 17 April 2015 | 08:17 WIB

Al Quran Berusia Empat Abad Itu Disimpan dan Dirawat Seadanya

Al Quran Berusia Empat Abad Itu Disimpan dan Dirawat Seadanya

News | Kamis, 16 April 2015 | 10:43 WIB

Terkini

Link Streaming dan Cara Menonton Persija vs Persib Sore Nanti

Link Streaming dan Cara Menonton Persija vs Persib Sore Nanti

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 07:30 WIB

Lengkap! Rumus Median Data Berkelompok dan Contoh Soal Beserta Cara Penyelesaiannya

Lengkap! Rumus Median Data Berkelompok dan Contoh Soal Beserta Cara Penyelesaiannya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 07:15 WIB

6 Weton yang Paling Cocok untuk Usaha Kuliner dan Perdagangan Menurut Primbon Jawa

6 Weton yang Paling Cocok untuk Usaha Kuliner dan Perdagangan Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 07:05 WIB

Lilin Dinyalakan, Harapan Belum Padam untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Lilin Dinyalakan, Harapan Belum Padam untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

News | Sabtu, 12 September 2026 | 07:05 WIB

PFI Jakarta Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

PFI Jakarta Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Foto | Sabtu, 12 September 2026 | 07:00 WIB

Ramalan 5 Shio yang Beruntung 12 September 2026, Ada yang Diprediksi Makin Hoki

Ramalan 5 Shio yang Beruntung 12 September 2026, Ada yang Diprediksi Makin Hoki

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 06:50 WIB

4 Shio Ini Bakal Lepas dari Beban Berat dan Paling Hoki Akhir Pekan Ini!

4 Shio Ini Bakal Lepas dari Beban Berat dan Paling Hoki Akhir Pekan Ini!

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 06:45 WIB

4 Zodiak Ini Bakal Paling Hoki Sepanjang 12 September 2026, Virgo Siap-siap Ketiban Rezeki Nomplok

4 Zodiak Ini Bakal Paling Hoki Sepanjang 12 September 2026, Virgo Siap-siap Ketiban Rezeki Nomplok

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 06:35 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Persija Jakarta vs Persib Bandung Nanti Sore

Prediksi Skor, Susunan Pemain Persija Jakarta vs Persib Bandung Nanti Sore

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 06:32 WIB

Katalog Promo Tip Top Minggu Ini, Diskon Camilan Akhir Pekan hingga Promo Beli 2 Gratis 1!

Katalog Promo Tip Top Minggu Ini, Diskon Camilan Akhir Pekan hingga Promo Beli 2 Gratis 1!

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 06:25 WIB

×