Array

Tergiur Iming-iming Hidup Happy, Anak Bisa Ketagihan Jadi Pelacur

Selasa, 28 April 2015 | 12:28 WIB
Tergiur Iming-iming Hidup Happy, Anak Bisa Ketagihan Jadi Pelacur
Ilustrasi PSK. (Shutterstocks)

Suara.com - Akhir-akhir ini publik dikejutkan dengan pemberitaan maraknya prostitusi yang dipromosikan secara online. Setelah geger dengan kematian perempuan cantik, Dedeuh Alfisahrin atau Tata Chubby yang diketahui berprofesi sebagai pekerja seks dengan promosi melalui Twitter, kini terungkap pula praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City yang ternyata mempekerjakan anak di bawah umur.

Menurut psikolog sekaligus pemerhati anak, Efnie Indrianie, dunia prostitusi seperti siklus yang sulit diputuskan. Ia menganggap bahwa praktik prostitusi tidak akan ada habisnya, meski terus menerus ditindak.

"Jika ada fasilitas, waktu, tempat, dan permintaan, praktik prostitusi akan selalu ada. Ini yang membuat praktik prostitusi sulit untuk dihentikan," katanya kepada suara.com, Selasa (28/4/2015).

Lebih lanjut, Efnie mengatakan bahwa menjamurnya praktik prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur sebenarnya didukung dengan kemauan anak tersebut untuk dijadikan pemuas nafsu para lelaki hidung belang.

Anak, menurutnya, memiliki keingintahuan yang tinggi terhadap suatu hal. Ketika rasa penasaran yang tinggi ini difasilitasi ditambah dengan bonus iming-iming lainnya, maka ia bisa dengan mudah terperosok di lembah hitam prostitusi.

"Mereka bisa saja diiming-imingi dengan kehidupan yang menyenangkan, fasilitas cukup, uang berlimpah lalu bertemu dengan kondisi dimana merupakan jalan singkat mendapatkan semuanya. Lalu dicoba dan ternyata dia ketagihan dengan iming-iming bonus tadi," kata dia.

Kurangnya pendampingan dari orangtua, menjadi salah satu faktor, anak-anak terjerumus di dunia prostitusi. Menurut Efnie, keluarga memiliki peranan penting membentengi anggotanya dari perilaku negatif.

"Pendampingan orangtua itu sangat penting untuk mengendalikan tingkat eksplorasi anak yang sangat tinggi pada fasenya. Pemahaman terkait moral harus lebih ditingkatkan di keluarga," kata perempuan kelahiran 1982.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI