Kabareskrim Bantah Serobot Kasus SKK Migas dari KPK

Siswanto, Bagus Santosa

Rabu, 06 Mei 2015 | 14:55 WIB
Kabareskrim Bantah Serobot Kasus SKK Migas dari KPK
Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menggeledah kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di Wisma Mulia, Jakarta, Selasa (5/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso mengungkapkan kasus dugaan korupsi atau dugaan pencucian uang terkait penjualan kondesat bagian negara oleh SKK Migas kepada PT. TPPI pada kurun waktu 2009-2010 pernah ditangani KPK.

Namun, dia belum tahu persis apakah kasus ini bersinggungan dengan perkara korupsi SKK Migas yang ditangani KPK. Seperti diketahui, KPK telah menetapkan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dan mantan Menteri ESDM Jero Wacik menjadi tersangka.

"Kasus ini memang pernah dilaporkan di KPK. tapi saya belum tahu apakah ditangani oleh KPK. kami juga koordinasi dengan KPK. Kalau pernah ditangani, kami ingin sama-sama minta ditangani. Dan, kita akan koordinasi dengan KPK. Mereka tangani yang mana. Kalau belum berarti kasus beda," kata Budi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Budi membantah anggapan Bareskrim ingin menyerobot kasus SKK Migas, padahal sedang ditangani KPK. Menurutnya, Bareskrim Polri bertindak sesuai laporan yang masuk.

"Ini tidak saling mendahului, kalau kami dapat laporan, maka kami tindak lanjut. Kalau memang ini sudah ditangani oleh KPK, Bareskrim, atau kejaksaan, nanti akan dikoordinasi. Nanti siapa yang tangani terlebih dahulu akan diserahkan. Kalau ini sudah ditangani oleh KPK, dari Bareskrim akan serahkan ke KPK. Jadi tidak ada istilah dulu-duluan atau saling mempermalukan," ujarnya.

Budi menambahkan penanganan SKK Migas ini pernah disinggung ketika tiga lembaga penegak hukum ini melakukan pertemuan beberapa waktu lalu.

"Soal kasus besar sudah kita sampaikan. dan oleh sebab itu, tindak lanjut kemarin, Kapolri bersama ketua KPK dan Jaksa Agung tidak akan buat tim khusus untuk ini. Oleh sebab itu akan dikerjakan bersama-sama," katanya.

Dia juga membantah jika penanganan kasus SKK Migas dengan PT. TPPI bernuansa politis. Menurutnya, penanganannya murni penegakan hukum.

"Ini adalah murni penegakan hukum. Jangan dilibatkan dengan kepentingan parpol atau politik. jangan ada apa-apa dilibatkan dengan sesuatu," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kantor SKK Migas dan TPPI Digeledah, Ada Satu Tersangka

Kantor SKK Migas dan TPPI Digeledah, Ada Satu Tersangka

News | Selasa, 05 Mei 2015 | 20:02 WIB

Kantor Digeledah Bareskrim, Humas SKK Tak Tahu Kasusnya

Kantor Digeledah Bareskrim, Humas SKK Tak Tahu Kasusnya

News | Selasa, 05 Mei 2015 | 18:40 WIB

Bareskrim Geledah Kantor SKK Migas

Bareskrim Geledah Kantor SKK Migas

Foto | Selasa, 05 Mei 2015 | 18:36 WIB

Bareskrim Geledah Kantor SKK Migas dan TPPI

Bareskrim Geledah Kantor SKK Migas dan TPPI

News | Selasa, 05 Mei 2015 | 16:25 WIB

Menteri ESDM Berhentikan Wakil Kepala SKK Migas

Menteri ESDM Berhentikan Wakil Kepala SKK Migas

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2015 | 07:16 WIB

Terkini

IHSG Terus Merosot Sejak Suahasil Jadi Menkeu, Sudah Anjlok 3,38 Persen

IHSG Terus Merosot Sejak Suahasil Jadi Menkeu, Sudah Anjlok 3,38 Persen

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 15:00 WIB

Review Furious: Obsesi Gelap dan Batas Moral Penegak Hukum yang Kabur!

Review Furious: Obsesi Gelap dan Batas Moral Penegak Hukum yang Kabur!

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 15:00 WIB

8 HP Murah Bebas Bloatware dan Iklan Bawaan, Tampilan Bersih Tanpa Gangguan

8 HP Murah Bebas Bloatware dan Iklan Bawaan, Tampilan Bersih Tanpa Gangguan

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 15:00 WIB

3 Rekomendasi Tablet Android Murah untuk Kebutuhan Dasar, Harga Rp2 Jutaan

3 Rekomendasi Tablet Android Murah untuk Kebutuhan Dasar, Harga Rp2 Jutaan

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 14:58 WIB

Promo BRI September, Belanja Minimal Rp500 Ribu Dapat Voucher Tokopedia

Promo BRI September, Belanja Minimal Rp500 Ribu Dapat Voucher Tokopedia

Bri | Selasa, 22 September 2026 | 14:58 WIB

Jaga Standar Pengelolaan Lingkungan, NHM Laksanakan Pra-Audit

Jaga Standar Pengelolaan Lingkungan, NHM Laksanakan Pra-Audit

Jakarta | Selasa, 22 September 2026 | 14:56 WIB

DPR Sahkan 15 UU Kabupaten/Kota di Kalimantan, Pontianak hingga Ketapang Masuk Daftar

DPR Sahkan 15 UU Kabupaten/Kota di Kalimantan, Pontianak hingga Ketapang Masuk Daftar

News | Selasa, 22 September 2026 | 14:55 WIB

Bedak Tidak Menempel di Wajah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bedak Tidak Menempel di Wajah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 14:55 WIB

Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Riau, Perbaiki Kualitas Udara Pekanbaru

Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Riau, Perbaiki Kualitas Udara Pekanbaru

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 14:52 WIB

Dipanggil Bukan Sebagai Saksi, KPK Isyaratkan Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Bea Cukai

Dipanggil Bukan Sebagai Saksi, KPK Isyaratkan Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Bea Cukai

News | Selasa, 22 September 2026 | 14:51 WIB

×