PBNU Dukung Penghentian Pengiriman TKI ke Timteng

Laban Laisila | Suara.com

Jum'at, 08 Mei 2015 | 06:01 WIB
PBNU Dukung Penghentian Pengiriman TKI ke Timteng
Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj (tengah). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mendukung kebijakan pemerintah menghentikan pengiriman tenaga kerja wanita (TKW) pekerja rumah tangga ke 21 negara di Timur Tengah.

"Mereka (TKW) rawan dieksploitasi," kata Said Aqill, Kamis (7/5/2015), menanggapi larangan penempatan TKI PRT ke 21 negara di Timur Tengah.

Ke-21 negara itu adalah Aljazair, Arab Saudi, Bahrain, Irak, Iran, Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Mauritania, Mesir, Oman, Pakistan, Palestina, Qatar, Sudan Selatan, Suriah, Tunisia, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Yordania.

Said Aqil yang menyelesaikan pendidikan S1 sampai dengan S3 di Universitas Ummul Qura, Mekkah, menyebutkan bahwa tradisi masyarakat Arab Saudi sangat tertutup, sehingga sulit untuk memantau TKW yang bekerja di rumah tangga karena seolah-olah ditahan.

"Ruang hidupnya dibatasi empat tembok. Begitu masuk rumah, sudah tidak bisa keluar sama sekali. Apa pun yang terjadi di dalam rumah ini, tetangga sebelah tidak tahu," katanya.

Di dalam tradisi masyarakat Arab Saudi, orang-orang yang bukan mahram (haram dinikahi) tidak bisa masuk ke dalam rumah.

Tamu hanya diterima di luar pagar karena keluarga di Arab Saudi menganggap aib kalau orang yang bukan mahram melihat istri dan anak perempuannya.

"Dampak jeleknya, apa pun yang terjadi di dalam rumah kita tidak tahu. TKW diapakan, kita tidak tahu. Di sana tidak ada LSM, tidak ada pengacara yang siap membantu," kata Said Aqil.

Jika terjadi permasalahan antara orang Arab Saudi dengan orang Asing, kata dia, penyelesaiannya juga cukup sulit karena pihak kedutaan, bahkan polisi, sulit untuk masuk.

"Berbeda jika permasalahan terjadi antara orang Arab Saudi sendiri, karena masing-masing akan dimediasi oleh sukunya," kata Said Aqil. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sampai Kapan Pengiriman TKI ke Timur Tengah Dihentikan?

Sampai Kapan Pengiriman TKI ke Timur Tengah Dihentikan?

News | Kamis, 07 Mei 2015 | 06:04 WIB

Kepala BNP2TKI: TKI Terjerat Narkoba Gampang Diperjuangan

Kepala BNP2TKI: TKI Terjerat Narkoba Gampang Diperjuangan

News | Kamis, 07 Mei 2015 | 06:00 WIB

Kemlu Cari Orang Ini untuk Bebaskan TKI Cicih dari Hukuman Mati

Kemlu Cari Orang Ini untuk Bebaskan TKI Cicih dari Hukuman Mati

News | Rabu, 06 Mei 2015 | 18:56 WIB

Cicih, Terpidana Mati TKI di Abu Dhabi Minta Tolong ke Jokowi

Cicih, Terpidana Mati TKI di Abu Dhabi Minta Tolong ke Jokowi

News | Rabu, 06 Mei 2015 | 17:14 WIB

Terkini

Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai

Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:56 WIB

Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia

Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:53 WIB

Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni

Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:33 WIB

Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun

Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:29 WIB

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!

Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:17 WIB

Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun

Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:17 WIB

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:10 WIB

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:09 WIB

Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara

Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:07 WIB